Istri Nakal Sang Billionaire

Istri Nakal Sang Billionaire
Epson 46 - Kejutan Manis


__ADS_3

Hari Sabtu pagi yang cerah. Selesai sarapan, Mentari memilih bersantai di ruang tamu, suaminya telah berangkat ke kantor. Semalam Damar telah mengirimkan video Sandra yang tengah *** *** dengan seorang pria. Dia menyimpan video itu ke dalam ponselnya, berjaga jaga sewaktu dirinya membutuhkan untuk menekan Sandra.


Drt drt suara bunyi ponsel


Tari meraih ponselnya dan ada nomor asing yang mengiriminya sebuah video. Dia menatap tak percaya apa yang dilihatnya dalam video tersebut. "Enggak mungkin, pasti wanita sialan itu yang mencari kesempatan. " geram Mentari.


"Ini tidak bisa dibiarkan. " Mentari bangkit segera mengambil tasnya di dalam kamar setelah itu ke luar dari mansion. Dia menyuruh supir untuk mengantarkannya ke kantor Romanov grup.


Mobilpun melesat jauh meninggalkan mansion. Selama perjalanan, Tari nampak gelisah memikirkan kemungkinan kemungkinan yang terjadi.


30 menit kemudian


Mentari turun dari mobil. Dia bergegas masuk ke dalam kantor suaminya. Para karyawan menyambutnya, Tari hanya menanggapinya dengan senyuman. Liampun menghampiri istri dari bossnya itu dengan wajah gugup. "Antar aku ke ruangan suamiku sekarang juga Liam. " pinta Mentari.


"Em baiklah Nyonya muda mari. "


Mereka masuk ke dalam lift. Lift mengantarkan mereka lantai 5, ruangan Rafandra. Tring Liftpun terbuka, keduanya langsung ke luar dsn menuju ke ruangan Rafandra. Brak Mentari membanting pintu dengan kasar, emosinya tersulut melihat Sandra berusaha merayu suaminya.


"Dasar perempuan hina. " Mentari maju ke depan, menjambak rambut Sandra,menyeretnya menjauh dari Rafandra. Rafandra melongo dan tertegun dengan aksi istrinya.


Plak plak berulang kali Mentari menampar wajah Sandra. Setelah itu mendorongnya hingga jatuh tersungkur di lantai. "Cih aku tidak akan termakan video murahanmu itu Sandra dan ingatlah jika kamu berani merayu suamiku lagi kupastikan video tak senonohmu akan tersebar diseluruh media. " ancam Mentari dengan raut serius.


Sandrapun bangkit dan tubuhnya gemetar mendengar ancaman Mentari. Dia berbalik dan bergegas pergi dari sana dengan menahan kekesalannya. Rafandra segera mendekati istrinya itu, Mentari menghambur ke dalam pelukan suaminya. "Maafkan aku sayang, kamu pasti tertekan melihat kehadiran Sandra. " ucap Rafandra.


Liam menghembuskan nafas lega melihat kemesraan tuan dan nyonyanya itu. Diapun memilih undur diri, memberikan ruang untuk boss dan istri bossnya itu berduaan. Rafandra melepaskan pelukannya, menekuk lututnya hingga wajahnya sejajar dengan perut sang istri yang membuncit. "Sayang kamu baik baik didalam perut mommy. Maafkan Daddy yang membuat mommy kamu khawatir. "


Rafa kembali berdiri, menuntun istrinya duduk di sofa. Mata Mentari terlihat berkaca kaca, cairan bening menetes di pipinya membuat Rafandra panik. Dia hapus air mata istrinya yang terus menerus menetes. "Aku hanya takut kamu tergoda olehnya lalu meninggalkan aku serta calon anak kita. " gumamnya dengan tangisan tergugu.


"Sst aku tidak mungkin seperti itu sayang. Aku berjanji dihadapan Tuhan, akan selalu bersamamu sampai kita tua nanti. Tak akan kubiarkan Sandra masuk dan menjadi duri dalam rumah tangga kita. "

__ADS_1


"Lagian lebih cantik dan seksi kamu daripada dia. Kamu sangat sempurna dimataku dalam segala hal termasuk memuaskanku diatas ranjang. " hiburnya dengan mengedipkan matanya nakal.


Mentari berhenti menangis, kini dia tertawa mendengar ucapan suaminya. Entah kenapa mereka memang pasangan yang tidak tahu malu selalu membahas urusan ranjang dengan begitu semangat walaupun ditempat umum.


Seolah olah mereka berlomba siapa yang paling hebat dalam memuaskan pasangannya. Mentari segera mencubit hidung mancung suaminya agar berhenti membahas hal itu. Rafa tersenyum geli melihat rona merah menjalar dikedua pipi istrinya.


"Terimakasih sayang kedatangan kamu membuatku terbebas dari serangga pengganggu yang tengah menggodaku. " Mentari mengangguk, dia kecup bibir suaminya sekilas. Senyuman Rafa kian merekah kala mendapat kecupan dari istrinya.


Rafa menengok jam tangannya. Waktu menunjukkan pukul 01.00 siang, setelah itu kembali menatap wanitanya. "Kita jalan yuk Yank sebagai permintaan maafku padamu karena membuat kamu hampir salah paham. "


"Eh bagaimana dengan pekerjaanmu Mas. "


"Enggak papa sayang sudah selesai kok. " Mentari mengangguk, menuruti ajakan suaminya.


Rafapun mengajak istrinya ke luar dari ruangannya. Mentari mengatakan soal video yang dikirim oleh nomor tak di kenal pada suaminya. Rafa segera mengirimkannya pada Liam dan menyuruhnya mencari tahu siapa pengirim video itu.


30 menit kemudian


Mereka akhirnya sampai di sebuah pantai. Keduanya turun dari mobil, Rafa menggandeng tangan istrinya menuju ke tempat yang telah dia siapkan.



Mentari ternganga melihat kejutan yang diberikan suaminya. Romantic Lunch dengan suasana pantai yang sangat indah menambah kesan romantis bagi mereka berdua. Dia menoleh ke samping, menatap suaminya dengan mata berkaca kaca. "Ini sebagai permintaan maafku karena diriku disentuh oleh serangga penggoda itu Yank maafkan aku. " sesalnya.


"Lupakan hal itu Mas. Yuk kita duduk dan makan siang bersama. " Rafa mengangguk, keduanyapun berjalan masuk ke dalam lingkaran berbentuk hati itu. Rafa dengan lembut menarik kursi mempersilakan istrinya duduk.


Setelah Mentari duduk, Kini giliran Rafa yang duduk setelah itu mereka mulai saling menyuapi satu sama lain. Mentari mengusap perutnya dengan senyum menggembang dibibirnya. "Lihatlah sayang, Daddy kamu sangat romantis. Kita sangat beruntung memiliki Daddy Rafa nak. " ucapnya dengan wajah berseri seri.


Suara riak air laut serta hembusan angin menjadi saksi bisu kebahagiaan sepasang suami istri yang saling mencintai satu sama lain. Kekuatan cinta mereka yang kuat dan tak mudah goyah mengantarkan mereka hingga kebahagiaan di titik ini.

__ADS_1


Namun mereka tahu ujian cinta mereka belum berakhir tapi keduanya sangat yakin jika cinta mereka mampu melewati semua badai yang menerpa rumah tangga keduanya.


Rafapun bangkit dari duduknya lalu menekuk lututnya dihadapan istrinya. Dia nampak mengeluarkan sesuatu dari dalam celananya. Sebuah kalung liontin dengan berlian diatasnya segera terpasang di leher Mentari. Mentari berdecak sambil menggeleng dengan apa yang diberikan suaminya.


"Mas ish jangan hambur hamburin uang Mas Rafa. Lagian ya Mas, kalung yang diberikan Mas sama mommy masih tersimpan di kamar. " protes Mentari memanyunkan bibirnya.


"Jangan protes. Mas hanya ingin bahagiain istri kecil mas yang cantik, seksi dan sungguh menggairahkan. " ucapnya dengan senyum menggoda.


"Janji ini yang terakhir ya Mas. " Rafapun mengangguk Dia tidak ingin istrinya ngambek dan berakhir dirinya tidur di ruang tamu.


Rafapun kembali duduk di kursinya. Keduanya bercerita banyak hal sambil menikmati keindahan pantai kala itu sekaligus menghilangkan rasa kesal mereka atas kejadian tadi di kantor yang disebabkan oleh Sandra.


💕💕💕💕


Sementara di mansion Alex


Kini bahagia juga tengah dirasakan Alex dan Monica. Keduanya telah mengantongi restu dari orang tua Alex, ditambah dengan terang terangan orang tua Alex yang mendesak mereka ingin segera diberikan cucu. Monica memutar bola matanya malas melihat tatapan nakal dari calon suaminya yang super mesum itu.


Dasar mesum!


"Tahanlah Mas Alex, lagian kita bentar lagi nikah 'kan jadi Mas Alex pake sabun sementara agar si jerry tidak memberontak. " ledek Monica tertawa melihat wajah masam kekasihnya.


Monica tertawa puas tanpa menyadari seringai tercetak jelas di bibir Alex. Sepertinya Alex tengah menyusun rencana untuk membalas wanitanya tersebut. Grep Alex meraih pinggang Monica, merapatkan tubuh mereka hingga tak ada celah. "Lihat saja sayang nanti malam aku tidak akan membiarkan kamu tidur. " bisiknya sambil mengecup telinga Monica.


Monica menelan salivanya kasar. Dia tahu apa maksud dari Alex barusan, sepertinya besok dia tidak akan bisa berjalan setelah dihabisi oleh serigala lapar. Alex tersenyum puas melihat wanitanya yang diam menunduk. Dia tahu Monica tengah menyembunyikan rona merah dipipinya.


poor Monica


TBC

__ADS_1


__ADS_2