Istri Nakal Sang Billionaire

Istri Nakal Sang Billionaire
TCSPT PART 5


__ADS_3


"Penampilan kamu saat ini sepertinya memang berniat mengundangku untuk melahapmu kucing manisku yang liar. " Tangan nakal Chris menyentuh permukaan paha Zivana, lalu mengusapnya dengan sensual.


"Hentikan Tuan muda, jaga sikap Anda!


Chris tampak terkekeh, tangan kanannya kini melingkar di pinggang ramping Zivana. Dengan tak tahu malu tangan Chris semakin naik keatas, berhenti tepat di belahan buah persik Zivana yang padat berisi. Tanpa ragu dia memberikan kecupan di sana, Zivana nampak merona melihat tingkah sang tuan mudanya yang mesum ini.


"Ck bukan salahku, lagian salahmu yang datang tanpa diundang seperti jailangkung. " cibir Zivana sambil menjauhkan wajah Chris dari dadanya.


"Oh ya. " Chris menyeringai, melepaskan jasnya kemudian membuka kancing kemejanya hingga dada bidangnya terlihat. Zivana langsung panik, dia langsung bangkit dan berniat kabur. Chris mencekal tangannya, lalu menariknya hingga berada di bawah kungkungannya. Keduanya berbaring di atas sofa dengan posisi saling menindih.


"Berat Tuan muda, bisakah Anda menyingkir!


"Kamu mau kuhukum sweety, sepertinya kamu sengaja salah memanggilku!


"Chris ak.. " Zivana tak melanjutkan bicaranya, bibirnya di bungkam oleh Chris. Zivana berusaha mendorongnya namun tangannya di Cekal Chris. Chris menyudahi ciumannya kala mereka hampir kehabisan nafas, dengan sekali angkat Chris langsung menggendongnya ala baby koala. Zivana melingkarkan kakinya di pinggang Chris, keduanya kembali berciuman.



"Aku ingin bayi sweety dari rahim kamu!


Zivana sangat syok mendengar pernyataan Chris barusan, dia menghela nafas panjang dan kembali menatap Chris. "Carilah wanita lain Chris, aku enggak mau. "



"Hanya kamu yang aku inginkan Sweety!


Chris mulai melepaskan pakaian mereka, mengabaikan penolakan dari Zivana. Dan sore itu menjadi sore yang panjang untuk mereka berdua.


##

__ADS_1


Kicauan burung, dan cahaya mentari yang menyilaukan pertanda hari sudah pagi. Zivana menangis histeris, mengingat kejadian semalam dimana Chris merenggut kesucian dirinya.


Chris ikut terusik dan terbangun, diapun memperhatikan Zivana yang terus menerus menangis. Tak ada raut penyesalan di wajahnya, diapun mendekap tubuh wanitanya dari belakang, Chris mengecup bahu Zivana yang polos dengan lembut.


"Aku membencimu Chris, kau tahu aku tidak suka dengan pria pemaksa sepertimu. Kenapa kamu sangat tega Chris, merebut hal berharga dariku, jelas jelas aku menolaknya. " Tubuh Zivana nampak bergetar, dia merasa sangat kotor karena tubuhnya di jamah oleh Chris.


"Aku akan bertanggung jawab padamu


Sweety. "


Zivana melepaskan kedua tangan Chris dari tubuhnya, diapun menyingkap selimutnya lalu mengeratkannya pada tubuhnya. Dia segera turun, berjalan tertatih tatih sambil menahan rasa sakit, pergi ke kamar mandi.


Lagi lagi Chris menghela nafas kasar, memilih diam sambil menunggu Zivana. Setelah satu jam wanitanya tak kunjung ke luar, akhirnya mendobrak dan terkejut kelihat Zivana yang tak sadarkan diri dalam bathtube. Dia segera mengangkatnya dan memakaikan bathrobe untuk dirinya dan juga Zivana setelah itu membawanya ke atas ranjang. Dengan cekatan Chris memberinya nafas buatan berharap wanitanya segera sadar.


Uhuk uhuk uhuk


Chris bernafas lega, langsung memeluk tubuh lemah wanitanya dengan erat. "Apa kamu gila hah, bunuh diri dengan cara menenggelamkan diri kamu. Aku sudah bilang, akan bertanggung jawab padamu dan menikahimu Zivana. " bentak Chris.


Tatapan Zivana nampak kosong, diapun mengabaikan ucapan Chris padanya. Chrispun menghela nafas panjang, bangkit dan mengambil pakaian ganti. Setelah selesai mengganti pakaian mereka, Chris segera memanggil pelayan setelah itu ke luar.


"Aku membencimu Chris, membencimu! gumamnya. Dia segera masuk ke dalam taksi dan taksi melaju kencang. Zivana sudah memastikan akan menjauh dari keluarganya, terutama pada Chris, pria yang merenggut hartanya yang berharga.


Sementara itu Bianca menatap suaminya sambil menggeleng. "Ada yang aneh dengan sikapnya Zivana, tapi dia tak pernah mengatakan apapun sama aku mas? "


"Coba kamu hubungi adikmu lagi sayang?"


Bianca mengangguk, diapun berusaha menghubungi Zivana, namun hanya suara operator yang menjawabnya. "Mas, ponsel Zivama enggak bisa di hubungi? " ucapnya dengan nada khawatir.


"Kamu tenang dulu sayang, mungkin Zivana sedang sibuk saat ini, kamu tahu bukan gimana keras kepala adikmu itu? "


##

__ADS_1


Chris kini tengah mengerahkan anak buahnya untuk mencari keberadaan Zivana, dia mendapat laporan dari maid di istana, mengenai kepergian Zivana diam diam.


"Halo Tuan Muda, Nona Zivana berada di bandara sekarang? "


"Jaga dia sampai aku di sana, jangan biarkan dia kabur. " Chris mematikan sambungannya, mengemudikan mobilnya kencang, menuju ke bandara. tiga puluh menit berlalu, dia segera ke kasih dan bergegas menemui kekasih hatinya.


Chris mengangkat tangannya, menyuruh para pengawal pergi setelah itu mendekati Zivana yang masih menangis. Dia langsung memeluknya dengan erat, tangis Zivana semakin pecah. "Lepaskan aku Chris, aku mau pergi dan tolong jangan ganggu aku lagi. " gumamnya lirih.


"Aku tidak akan membiarkan kamu pergi sweety, kamu calon istriku!


Zivana hendak menyelanya namun Chris membungkam bibirnya, keduanya saling bertukar saliva. Chris membopong tubuh wanitanya, lalu membawanya ke dalam mobil. Setelah ciuman mereka berakhir, Chris melajukan mobilnya kencang dan kembali ke istana.


#istana Dimitri



Setelah mengganti pakaiannya, Chris memeluk tubuh wanitanya dari belakang, keduanya berbaring di atas ranjang. Tangan kekarnya berada di atas perut Zivana kemudian mengusapnya. "Mungkin saja benihku sedang tumbuh di sini sayang, aku harap kamu segera hamil. "


"Jangan lagi bertindak bodoh lagi sweety, aku benar benar sayang padamu sejak pertama kali kita bertemu. " Zivana menoleh ke belakang, bibir mereka bertemu dan saling melumaaat, melepaskannya. Zivana mencari kebohongan di kedua mata Chris namun tak menemukannya.


Zivana berbalik dan kembali memunggunginya, entahlah sepertinya dia belum bisa menerima Chris, meski kesuciannya telah direnggut Christian. Chris menghela nafas berat, sepertinya Zivana belum menerima dirinya dan hal ini membuatnya sedikit menyesal.


"Seharusnya aku tidak terburu buru dalam bertindak, Zivana sepertinya masih sangat marah dan kecewa padaku. " batinnya.


Kini mereka mengatupkan bibir mereka, sepertinya baik Zivana dan Chris sama sama tak ingin bicara. Chris memberi waktu pada wanitanya, dia tak ingin memaksa Zivana untuk menerima dirinya. Zivana berkali kali mengusap kedua matanya hal itu disadari Chris, Chris membiarkannya.


"Ayah, Ibu semuanya maafkan aku, maaf belum bisa jaga diri aku dengan baik. " batin Zivana miris.


"Aku akui aku salah sweety, tapi ingatlah jangan pernah berpikir untuk memikirkan cara bodoh lagi dalam otak cantikmu itu. " tegas Chris mengeratkan pelukannya, menyusupkan wajahnya di ceruk leher wanitanya. Chris melepaskan pelukannya, diapun turun dari ranjang dan menatapnya penuh kelembutan.


"Istirahatlah sweety, pelayan akan datang membawakan kamu makanan. " Tak memdapat jawaban, Chris hanya bisa menghela nafas panjang lalu keluar. Setelah kepergian Chris, Zivana mengusap wajahnya kasar.

__ADS_1


"Semuanya sudah terjadi, aku harus kuat dan tegar meski ujian datang menerpaku. "


bersambung


__ADS_2