Istri Nakal Sang Billionaire

Istri Nakal Sang Billionaire
Epson 47 - Rencana Mentari


__ADS_3

Happy Reading!


Kini Sandra tengah mengamuk diapartemen miliknya. Dia tidak terima dengan apa yang dilakukan Mentari padanya. Tapi Sandra terlihat bingung, bagaimana mungkin Tari bisa mendapatkan videonya itu.


"Cih sialan. "


Brak pintu dibuka dengan kasar, Sandra berdecih melihat kehadiran Randy yang kini menghampirinya. Randy kini duduk disebelahnya, mengernyitkan kening melihat raut wajah wanitanya. "Ada apa dengan kamu Sandra!


"Mentari memiliki video kita berdua, apapun caranya kamu harus merebut video itu bagaimanapun caranya. " pinta Sandra. Randya mengangguk, dia membawa Sandra dalam pelukannya.


"Aku akan merebut video itu kamu tenanglah, asalkan kamu mau melayaniku lagi. " Sandrapun mengangguk, Randy segera membopongnya menuju ke kamar Sandra dan mereka kembali meraih kenikmatan di dalam sana.


Dua jam berlalu Selesai melayani Randy, Sandra mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang. "Kita besok ketemuan di cafe Mel. " ujar Sandra.


Setelah itu menaruh ponselnya di atas meja. Sandra tak akan membiarkan Tari menggertaknya menggunakan rekaman video serta menghancurkan rencananya itu.


💕💕


Di Mansion Rafa


Tari kini tengah mengerjai suami mesumnya itu. Dia terbahak bahak memperhatikan wajah Rafa yang kini ditekuk seperti setrikaan. Rafa mencebikkan bibirnya, namun melihat istrinya tertawa lepas ikut membuatnya tersenyum.


"Lagian kemarin 'kan aku sudah memberi jatah padamu Mas. " Rafa hanya nyengir mendengar omelan istrinya. Dia merasa tidak bisa menahan dirinya jika berdekatan dengan istrinya itu.


Drt drt drt


Mentari mengambil ponselnya. Dia mendesah pelan saat tahu kakaknya yang telah menghubunginya. Dia sebenarnya sangat malas harus berbicara dengan kakaknya itu.

__ADS_1


"Halo Mel ada apa! Tari berbicara dengan nada datarnya.


"Nanti malam datanglah, Mommy dan Daddy ingin makan malam dengan kamu dan Rafa. " Mentari hanya diam tak menanggapi ucapan Melodi setelah itu diapun langsung mematikan sambungannya. Rafa yang melihat wajah sedih istrinya langsung merengkuhnya.


"Mas kenapa hubunganku dengan saudariku itu renggang ya.Sebenarnya aku tidak menginginkan hal ini terjadi, tapi setelah tahu kalau Melodi dan Sandra bekerja sama aku merasa kecewa dengan melodi. " Taripun mengatakan semua uneg unegnya pada sang suami.


Taripun bangkit, berjalan gontai menuju ke teras samping dan Rafa mengekor dari belakang. Dia sebenarnya berat harus bermusuhan dengan saudari satu satunya itu, Tari yakin mommy dan daddy akan kecewa mendengar kenyataan mengenai Melodi.


Rafa ikut merasakan sakit melihat istrinya bersedih. Tari dihadapkan pilihan sulit melawan kakaknya itu atau memilih memaafkan padahal jelas jelas apa yang dilakukan Melodi membuat rumah tangganya hampir hancur serta nyawa Tari sempat dalam bahaya.


Kini cairan bening meluncur deras dikedua pipi mulusnya. Selama ini Tari merahasiakan kelakuan Melodi dari kedua orang tua mereka. Dia tidak akan tega melihat kekecewaan orang tuanya pada Melodi.


Sayang kamu sangat tegar dihadapan semua orang tapi sesungguhnya semua itu untuk menutupi kerapuhan kamu.


Rafa berjalan kedepan, kini berdiri berhadapan dengan wanitanya. Dengan cepat dia hapus air mata istrinya dengan lembut. Setelah itu mengusap perut buncit istrinya dengan lembut sambil berkata. "Mommy Felisia dan Daddy Bram harus tahu kelakuan Melodi sebenarnya sayang dan jangan lagi kamu tutup tutupi hal itu lagi. "


Tari kembali menatap suaminya dan mengangguk kecil. Rafa mengajak istrinya duduk di kursi dekat kolam renang menikmati sunset yang kini berada diperaduannya.Dari belakang Rafa mengecup leher istrinya, mengingat Tari menguncir rambutnya keatas hingga lehernya terlihat. Taripun menoleh, tatapannya bertemu manik hitam prianya yang kini menatapnya penuh cinta.


"Ayolah sayangku, aku ingin kamu yang ceria dan berani seperti awal kita bertemu. Taripun mengangguk setuju, dia tidak boleh lemah harus membalas orang orang yang hampir mencelakainya dan memberi pelajaran pada mereka terutama Melodi dan Sandra.


"Baiklah suami tampanku, kelak jika anak pertama kita ini berumur lima tahun segera saja kita berikan dia adik bagaimana kalau dua lagi supaya kita punya tiga anak. " Rafa sangat setuju dengan saran istrinya. Mereka tengah merencanakan ingin memiliki tiga orang anak.


Rafa tersenyum jahil menggoda istrinya sambil berkata. "Yeah si krucil pasti akan sangat senang jika bertemu kebun sawitnya setiap hari dan sepertinya kamu ngebet banget ya


sayang. "


"Oh tentu saja mas darling. " Keduanya tergelak mendengar percakapan absurd mereka. Rafa tersenyum geli melihat tingkah istrinya yang menggemaskan. Keduanya juga telah menyiapkan perlengkapan dan kamar untuk calon baby mereka.

__ADS_1


Tari menyandarkan kepalanya di dada sang suami. Jemari kiri mereka saling tertaut satu sama lain, tangan kanan Rafa mengusap perut istrinya yang tengah mengandung calon anak mereka.


Tiga hari lagi pesta penyambutan sekaligus ulang tahun suaminya. Di sana dia akan membuat malu Sandra dan juga Melodi. Tari sudah merencanakannya dengan matang matang, berharap rencananya itu berjalan lancar.


Hup Rafa menggendong tubuh istrinya. Dia segera membawanya ke dalam, mengingat langit mulai gelap dengan bibir mereka berdua yang saling memagut satu sama lain.


Kini keduanya berada di ruang tamu. Tak lama kemudian orang tua Rafandra datang berkunjung, Seperti biasa Tari menyambut pasangan paruh baya dengan hebohnya. "Oh ya nak persiapan pesta sudah aiap semuanya. " ujar Daddy James.


"Thanks Daddy. Saat pesta itu digelar, akan ada kejutan yang sangat menyenangkan di sana nantinya. " Rafandrapun sebenarnya penasaran namun memilih diam membiarkan istrinya fokus pada rencananya.


"Tapi ingat sayang, jangan sampai kamu lupa jika kamu tengah hamil saat ini. " tegur Mommy Clau pada menantunya.


"Iya Mom aku selalu ingat dengan keadaanku. Oh ya Mom, bisakah kalian yang mengundang orang tuaku dan juga Melodi agar turut hadir. " Mommy Clau dan Daddy James saling melirik satu sama lain kemudian menatap Tari sambil mengangguk.


Mentari tersenyum sumringah mendengarnya. Dia membayangkan bagaimana reaksi Sandra dan dipastikan akan sangat malu nantinya di pesta.


tunggulah Sandra, ini awal kehancuranmu. Aku bukan wanita cengeng dan lemah yang akan membiarkan orang orang kayak kamu menyakitiku. Satu kali kamu menyakitiku, maka aku akan membalasnya berkali kali lipat.


"Aku sudah memiliki bukti mengenai Sandra. Saat ini aku menunggu Damar melaporkan apa yang tengah dilakukan Sandra saat ini. Rafandra tersenyum tipis, tak menyangka istrinya akan bergerak cepat seperti ini. Dia tidak boleh lengah, memberi pengawalan ketat pada istrinya. Dia tidak ingin kecolongan, membiarkan Sandra menyentuh istrinya dan itu tidak akan pernah terjadi.


"Rafa sebaiknya kamu buatkan susu ibu hamil untuk istrimu. " Rafa menepuk jidatnya pelan, dia nyengir kearah sang mommy yang menatapnya tajam. Diapun bangkit dan bergegas pergi ke dapur.


Daddy James tergelak melihat puteranya yang takut ditatap mommy. Entah kenapa para pria Romanov takut pada istri istri mereka. Tari menggelengkan kepala melihat tingkah suaminya Rafa dihadapan orang tuanya.


"Tari sayang lain kali jewer saja telinga suami kamu itu. Mommy yakin dia akan selalu ingat dan merengek jika sudah meminta jatah 'kan. " tebak mommy Clau. Mentari nampak salah tingkah dan kedua pipinya merona mendengar ucapan sang mertua.


"Huum Mommy. "

__ADS_1


TBC


__ADS_2