Istri Nakal Sang Billionaire

Istri Nakal Sang Billionaire
Epson 48 - Rahasia Sandra


__ADS_3

...Happy Reading!!...


Beberapa hari kemudian


Di sinilah sekarang Mentari dan Rafa hadir dalam pernikahan sahabatnya yang mendadak. Sahabat dan keluarga turut hadir dalam pernikahan Alex dan Monica. Mentari memakai gaun berwarna biru serasi dengan jas yang dipakai suaminya.


Aula pestapun turut ramai karena para tamu undangan telah hadir. Sementara itu Alex tengah menunggu kedatangan pengantin wanitanya. Jantungnya berdebar kencang, kala dirinya sebentar lagi akan berganti status.



Tak lama kemudian mempelai wanita masuk ke dalam menghampiri mempelai prianya bersama dengan orang tua monica. Sang Daddypun menyerahkan puterinya pada Alex setelah itu kembali ke belakang. Alex nampak tertegun melihat wanitanya yang sangat cantik bagaikan bidadari tanpa sayap di hadapannya.


"Kamu sangat cantik sayang! puji Alex dengan sungguh sungguh.


Monica tersipu malu mendapat pujian dari calon suaminya. Pendetapun mulai mengucapkan janji suci pernikahan yang akan dijawab kedua mempelai.


"Saudara Alexander Abraham Miller bersediakah engkau menerima saudari Monica Arleta Wilona sebagai istrimu dalam suka maupun duka. "


"Ya saya bersedia. "


"Saudari Monica Arleta Wilona bersediakah engkau menerima saudara Alexander Abraham Miller sebagai suamimu dalm suka maupun duka. "


"Ya saya bersedia


"Baiklah mulai saat ini kalian resmi menjadi suami istri. " Suara tepuk tangan meriahkan acara pernikahan Alex dan Monica. Monica berkaca kaca melihat pria disebelahnya kini telah resmi menjadi suaminya.


Keduanya menahan keharuannya mereka kala kini keduanya memasang cincin dijari pasangan. Setelah itu Alex langsung mencium istrinya dihadapan para tamu undangan.


prok prok prok suara tepuk tangan serta sorakan menambah kebahagiaan mereka berdua. Semua orang turut berbahagia melihat pasangan pengantin baru itu. Alex langsung merangkul istrinya dan tak henti hentinya senyuman tersungging dibibirnya.

__ADS_1



Rafa membawa istrinya duduk. Dia tidak ingin istrinya merasa kelelahan, Tari mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan. Diapun memicingkan mata melihat Sandra yang turut hadir di pesta Alex dan Monica.


"Kenapa Sandra bisa hadir apa jangan jangan Melodi yang mengajaknya. " Mentari menerka apa yang kini tengah dipikirkannya. Dia melirik kearah kakaknya dengan pandangan curiganya. Rafandra mengenggam tangan istrinya hingga Tari langsung menoleh. " Kamu lihatin siapa sayang kok serius banget. "


"Tuh Sandra ikut hadir. " Rafa mengikuti arah pandang istrinya. Dia merasa was was dengan kehadiran Sandra yang bisa saja berniat mencelakai Tari.


Tak lama kemudian Sandra menghampiri Mentari dan Rafandra. Keluarga mereka bergegas mendekat kearahnya dan terlihat mereka semua merasa was was. "Oh sepertinya ada yang mengajakmu ke pesta Alex, padahal jelas jelas kamu tidak diundang Sandra bukan begitu Melodi. " ekor matanya menatap kearah saudarinya. Melodi nampak gugup kala pandangan keluarganya tertuju kearahnya.


"Melodi Melodi, lagakmu seperti tuan rumah, sembarangan mengajak orang tanpa sepengetahuan Alex dan Monica. " Mentari tampak tersenyum miring kearah Melodi yang diam tak berkutik.


Sandra merasa kesal dan plak menampar pipi Mentari dihadapan para tamu undangan. Rafandra mengerasakan rahangnya, mencengkeram kuat tangan Sandra lalu mndorongnya hingga tersungkur. "Berani beraninya kamu menampar wanitaku Sandra. " geram Rafa penuh emosi.


"Cih Dia memang pantas di tampar. " Sandra nampak tidak takut malah dia menantang Rafandra dihadapan umum. Rafandra hendak mencekiknya namun Tari dengan sigap menahannya.


"Jaga bicaramu sialan! Sandra merasa tidak terima atas ucapan Tari padanya. Tari melirik Liam asisten suaminya dan Liampun mengangguk.


Terlihat layar besar di depan, Liam langsung menyalakan laptop kemudian memperlihatkan video biru Sandra bersama Randy. Para tamu undangan berbisik bisik mengenai Sandra sontak hal itu membuat wajahnya pucat.


"Nah bagaimana kejutan manis dariku sangat bagus bukan! Sandra mengepalkan tangannya, ingin sekali mencakar wajah Tari.


"Pengawal. " teriak Rafandra. Tak lama dua Bodyguard masuk ke dalam dan langsung menyeret Sandra ke luar dari sana. Rafandra menghubungi bodyguard itu agar membawa Sandra ke tempat aman.


Lalu pesta kembali meriah setelah Liam menutup video tadi. Tari merasa sedikit kesakitan, tampran Sandra barusan sangat kuat. Rafandra merasa bersalah segera mengusapnya lembut melihat warna merah bekas tamparan dipipi istrinya. Alex dan Monica datang menemui sahabat dan keluarga besar mereka.


"Maaf ya Lex, Mon, ada kejadian tak menggenakan dalam pesta pernikahan kalian. " Mentari merasa tidak enak dengan kedua sahabatnya.


"Enggak papa Tari. Tapi kamu baik baik saja 'kan. " Mentari mengangguk, membuat Monica bernafas lega. Sementara Melodi kini merasa gemetar takut kebusukannya dibongkar juga oleh adiknya itu.

__ADS_1


Melodi memikirkan cara supaya Mentari membungkam mulutnya itu. Mentari melirik kearahnya, dia tersenyum sinis melihat gerak gerik sang kakak.


"Yank maaf aku gagal melindungi kamu. " Mentari tersenyum tipis, mengenggam tangan suaminya dengan erat.


"Sudahlah tamparan ini tidak berarti apa apa bagiku Mas. " Senyuman manis dibibir istrinya, kian menambah rasa bersalahnya di hati Rafandra. Mommy Felisia dan Daddy Bram cukup bangga dengan keberanian puteri bungsunya itu.


"Mas lihat deh Tari dan Rafa sweet banget ya. " Monica menoleh kearah suaminya, Alex tersenyum mencubit pelan hidung istrinya.


"Aku juga romantis sayang. "Alex tak mau kalah dengan Rafandra, Monica menggeleng melihat kelakuan suaminya itu. Keduanya saling berpelukan erat sambil memperhatikan Tari dan Rafandra.


Aku turut bahagia dan terharu melihat betapa besar cinta Rafandra dan Mentari. Aku berharap kisah cintaku dengan mas Alex juga besar dan kokoh.


Melodi berdecih melihat kemesraan antara Rafa dan Tari. Dia merasa Tuhan tidak adil, melihat semua orang menyayangi Mentari dan Tari juga sangat beruntung memiliki suami seperti Rafandra. Sementara Melodi merasa sendirian karena tidak ada yang memcintai dirinya seperti halnya Tari.


"Ah menyebalkan. " Melodi berlalu pergi dari sana, tidak tahan melihat semua orang memuji muji Tari dihadapannya. Tanpa disadarinya Mentari melihat kepergiannya hal itu membuatnya mengernyitkan dahi.


"Melodi mau ke mana dia. " batin Tari penasaran.


"Liam bisakah kamu mengikuti kemana Melodi pergi. " Semua orang melirik kearah Mentari, Mentari mengulum senyumnya.


"Iya Nyonya muda. " Liam langsung pergi menyusul Melodi. Mentari bernafas lega, setidaknya dia bisa tenang dan tidak khawatir dengan saudarinya itu. Meski dibibirnya dia berkata membenci kakaknya namun dalam hatinya Tari masih menganggapnya saudari.


Melodi kamu berubah tidak seperti saat kita kecil. Sikap iri dan dengki serta egomu 'lah yang mengubahmu menjadi sekarang.


Mentari dan Rafandra langsung mengucapkan selamat pada Alex dan Monica setelah itu bergantian dengan keluarganya yang lain. Setelah itu pasangan RAFTA menyingkir ke sudut ruangan menikmati hidangan yang ada. Rafandra dengan sigap mengambilkan kue dan minuman untuk istrinya. Mentari memakannya dengan lahap karena sangat lapar sejak pertengkarannya dengan Sandra.


"Makan yang banyak sayang demi kamu dan calon bayi kita. " Mentari mengangguk, melanjutkan makannya dengan sangat lahap. Rafandra tersenyum kecil melihat istrinya yang tengah asyik makan.


TBC

__ADS_1


__ADS_2