Istri Nakal Sang Billionaire

Istri Nakal Sang Billionaire
Epson 76 - MENJELASKAN SEGALANYA


__ADS_3

Tadi othor tidur sampai sore jadi lupa nulis 🤣🤣🤣😴😴


Sampai di Mansion Anggara, keluarga Bianca.


Rezvan kini melamun di teras samping, Bianca datang menghampirinya lalu duduk di sebelah pria duda itu. Bianca merasa khawatir, karena sepulang dari restauran tadi Rezvan sikapnya agak berbeda. "Mas katakan apa yang tengah kamu pikirkan? "


Rezvan menoleh, mengenggam kedua tangan Bianca dengan tiba tiba membuat gadis itu, menaikkan sebelah alisnya. Dia menahan nafas dalam dalam, lalu menghembuskannya pelan pelan. "Mas curiga jika wanita bernama Sabrina, adalah Vita mantan istriku dan ibu kandungnya Rio. " ucap Rezvan dengan jujur.


"Apa. " Bianca sangat terkejut mendengarnya, dia menarik tangannya yang di genggam oleh Rezvan. Rezvan terdiam sejenak, apa yang di takutkannya benar benar terjadi.


"Apa mas yakin dengan kecurigaan mas itu? "


"Iya sangat yakin, aku hafal suara Vita meskipun wajah mereka berbeda Bi. " balas Rezvan dengan yakin.


Rezvan kembali menyentuh tangan Bianca, dia terlihat serius memandangnya. "Jika itu benar, kamu enggak akan menjauhi aku dan Rio 'kan Bi, Rio enggak salah dalam hal ini Bi. " bujuk Rezvan.


Bianca menggeleng, Rezvan bernafas lega mendengarnya. Dia membawa Bianca dalam rengkuhan dada bidangnya, Bianca tersenyum tipis sambil memegang lengan kekar Rezvan.


Ada perasaan nyaman dalam dirinya saat bersama Rezvan, mungkinkah dia jatuh cinta pada ayah dari bocah tampan ini. "Kamu sangat penting dalam hidupku dan juga Rio Bi. " gumam Rezvan dengan tulus.


Rezvan melepaskan pelukannya, dia memandang Bianca dengan senyuman tersungging di bibirnya. "Sejak pertama bertemu aku sudah tertarik sama kamu, selama beberapa hari ini aku nyaman dan sayang sama kamu Bisa, kamu mau 'kan menjalin hubungan sama aku dan kamu jadi Ibunya Rio!


"Iya Mas aku mau! Senyuman Rezvan langsung terbit mendengar jawaban Bianca, dia kembali memeluknya. Berulang kali Rezvan mencium puncak kepala Bianca dengan lembut.


"Mommy, Lio juga engen dipeyuk! suara Rio membuat mereka berdua melepaskan pelukannya. Bianca menoleh, dia tersipu malu melihat Ayah dan Rio berdiri di depan pintu.


Dia langsung merentangkan tangannya, Rio berlari kearahnya dan langsung memeluk erat Bianca. Bianca menghadiahi puteranya itu dengan ciuman, Rio tertawa keras kemudian menepuk pipi sang mommy dengan tangan mungilnya.

__ADS_1


" Udah mommy, Lio mau aen sama kakek lagi. " Bianca menurunkan Rio, Rio kembali menghampiri sang kakek. Ayah Ardanpun tersenyum sekilas kearah puterinya lalu membawa Rio kembali ke dalam.


"Dasar Ayah, bisa bisanya godain puterinya sendiri. " gerutu Bianca, namun senyuman tak lepas dari bibirnya.


"Kita ke dalam yuk Mas! Rezvan mengangguk, mereka bangkit dan berjalan bersama masuk ke dalam mansion utama. Rezvan merangkul pinggang kekasihnya, keduanya pergi ke ruang tamu menemui ibunya Bianca.


" Eh kak Lila, lho mana papah sama Bunda? "


"Biasalah Bi, Papah bucin banget sama Bunda, kemana mana Papah pasti ikutin Bunda dan mungkin saja mereka tengah bikin adonan


bayi. " jelas Lila sambil tertawa.


Bianca tergelak mendengarnya, apa yang dikatakan kakaknya itu memang benar. Dia kini duduk di sebelah sang kekasih, sesekali melirik kearah kakak iparnya yang tengah sibuk dengan. ponsel. "Ehem kakak ipar lagi apa, chat sama bule seksi ya. " ujarnya dengan nada jahil.


"Ck sembarangan, aku lagi cari negara yang cocok untuk honeymoon bocah. " balas Dirga dengan sewot.


"Besok deh Bu, lebih cepat lebih baik dan saat kami pulang nanti kami bawa cucu untuk ibu. " sahut Dirga dengan senyuman jahilnya.


"Ya sudah Ibu pesan cucu kembar!


"Ashiap Bu. " jawab Dirga dengan semangat. Bianca mendengus keras, melihat kelakuan kakak iparnya itu. Lila hanya terkekeh, dia beralih memeluk sang suami sesekali menepuk paha Dirga dengan keras. Dirga melirik jam di tangannya, menunjukkan angka 05.00 sore.


"Yank kita ke kamar yuk. " ujarnya pada sang istri.


"Eits ini masih sore kakak ipar. " goda Bianca.


Dirga langsung memasang wajah masaknya, semua orang tertawa melihat raut kesal di wajah pria casanova itu. "Ibu mau main sama si tampan Rio, calon cucu ibu. " goda Ibu pada Bianca. Ibu pun bangkit dan berlalu pergi, wajah Bianca merona mendengar godaan Ibunya barusan.

__ADS_1


"Eh kenapa kalian enggak nikah aja langsung, biar kita honeymoon bareng Bianca, kamu bisa beri adik pada Rio. " ujar Lila menaikturunkan alisnya di hadapan Bianca..


Bianca berdecak, namun bibirnya melengkung membentuk senyuman. "Rio masih tiga tahun kak, lagian aku mau memberi dia kasih sayang seorang ibu padanya lebih dulu, yang tak dia dapatkan selama ini!


Bianca menoleh kearah sang kekasih, meminta izin untuk mengatakan semuanya. Rencana mengangguk, Bianca mengatakan semuanya pada Lila dan Dirga. Keduanya sangat syok mendengar kenyataan tentang Sabrina terutama Dirga. Dirga menoleh dan menatap kearah Rezvan dengan perasaan canggung.


" Maaf Van, aku enggak tahu tentang itu!


"Sudahlah bro, lagian Vita atau Sabrina sangatlah licik dan sekarang dia cuma mantan istriku!


"Aku sangat kasihan sama si kecil Rio, ditinggalkan ibu kandungnya sejak bayi dan dia tak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu! ungkap Bianca dengan mata berkaca kaca. Rezvan langsung mendekapnya dari samping, ternyata dia tak salah pilih, Bianca sangat menyayangi Rio dengan tulus. Bianca memeluk tubuh Rezvan, terdengar isakan kecil dalam pelukannya. Lila juga ikut menangis mendengar kenyataan pahit yang dirasakan Rio, si bocah tampan itu.


"Mas tambah sayang dan cinta sama kamu Bianca, terimakasih telah hadir dalam hidup Mas dan Rio. " gumam Rezvan pelan.


Dengan cepat dia hapus air mata di pipi sang kekasih, lalu mencium seluruh wajahnya dengan lembut. Bianca kini merasa tenang namun masih memeluk tubuh kekar Rezvan. Hal yang samapun di rasakan Lila yang berada dekapan suaminya, Dirga merasa bersalah karena dirinya, Rio di tinggalkan Sabrina.


"Wanita gila itu harus perlu di berikan pelajaran, tapi hukuman apa yang tepat untuknya. " batin Dirga bingung.


"Cup cup sayang jangan nangis, mending kita olahraga dalam kamar saja buat adonan agar cepat jadi. " canda Dirga.


Plak Lila merasa kesal, mendaratkankan tamparan di paha sang suami. Dirga terkekeh, setidaknya sang istri tak lagi menangis lagi hehe, dasar suami edan. Bianca tertawa kecil melihat perdebatan kakak dan iparnya itu.


"Aku sudah menemukan negara yang pas untuk honeymoon aku dan Lila, negara Amerika!


" Iya Bubu aku setuju denganmu. " Lila nampak semangat mendengar negara yang di sebut suaminya. Dirga tersenyum tipis, kebahagiaan istrinya adalah tujuan utamanya, tak akan dia biarkan siapapun menghancurkan senyuman indah di wajah Lila, my cicinya termasuk Sabrina atau siapapun itu.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2