Istri Nakal Sang Billionaire

Istri Nakal Sang Billionaire
Epson 27 - Cinta pertama


__ADS_3

Othor bakal revisi dari awal bab soalnya novel ini akan dikontrak untuk itu agar mengurangi kata kata vulgarnya demi kebaikan bersama β˜Ίβ˜ΊπŸ™„πŸ€—


...🍁 Happy Reading!! 🍁...


Di pusat perbelanjaan kota. 02.00 siang.


Mentari diam membeku.Terkejut itulah yang kini dirasakan oleh Mentari. Setelah hampir tiga tahun lamanya tidak bertemu, kini Tari diketemukan dengan mantan kekasihnya sekaligus cinta pertamanya tersebut.


Arfandy Rajendra Sakti, teman saat dia masih sekolah sekaligus cinta pertama yang mengajarkan arti cinta dan pengkhianatan.


Arfan berjalan mendekat kearah Mentari. Sampai di depannya dia langsung memeluk mantan kekasihnya tersebut. "Ini kamu Tari, aku sangat merindukanmu. " bisiknya.


Tersadar dari keterpakuannya, Tari segera mendorong tubuh Arfan hingga pelukannya terlepas.Raut wajahnya terlihat datar terhadap pria masa lalunya tersebut.


"Jangan sentuh aku dan ingat kita bukan siapa siapa. " Tari berjalan melewati Arfan yang syok melihat perubahan sikapnya mungkin.


"Tunggu. Arfan mencekal tangan Mentari hingga membuatnya menoleh dan menghentikan langkahnya.


Mentari berdecak kesal langsung menepis tangan Arfan kemudian memberinya tatapan tajam. " Jangan sentuh aku Arfan.Aku tidak mau suamiku salah paham nantinya. "


Deg Jantung Arfan seakan terlepas mendengar pernyataan Mentari barusan.Mentari tidak peduli dengan keterkejutan Rafan, dia segera mengambil langkah seribu lalu menjauh darinya menghampiri Rafa suaminya.


"Jadi maksudnya dia sudah menikah. " Arfan menatap kepergian Mentari dengan tatapan sulit diartikan.


πŸ’•πŸ’•


Bruk Tari langsung berhambur ke dalam pelukan suaminya sontak membuat Rafa merasa heran dengan tingkahnya.Dia melirik kearah Reina dan Davin secara bergantian. "Yank kamu kenapa tiba tiba peluk aku apa yang terjadi. " ucap Rafa dengan suara dilembutkan.


Tari melepaskan pelukannya lalu menatap lekat wajah pria yang dicintainya.Dia kini menghembuskan nafas pelan lalu mencoba tersenyum dihadapan suami dan kedua sahabatnya. "Enggak papa hanya kepalaku sedikit pusing sebaiknya kita pulang saja. " seru Mentari.

__ADS_1


"Ya sudah kita pulang. " Rafa merangkul istrinya dan berjalan ke luar dari mall disusul Davin dan Reina.


Mobil Rafa melesat terlebih dahulu meninggalkan Davin dan Reina di belakang. Selama perjalanan pulang, Rafa merasa aneh dengan sikap istrinya yang terlihat berbeda.


Mentari POV


Kenapa Arfan hadir lagi dalam hidupku.Sudah tiga tahun lebih aku tidak bertemu dengannya dan melupakan semua tentang dirinya namun kenapa kami dipertemukan lagi.


Cinta! Tentu saja tidak, pria yang kucintai hanyalah Rafa, suamiku.Kehadiran Arfan sedikit mengusikku apalagi jika sampai dia berniat menganggu rumah tanggaku bersama Rafa.


Haruskah aku mengatakan pada Rafa. Mengenai pertemuanku dengan Arfan yang secara tidak sengaja.Entahlah sebaiknya aku sembunyikan ini dulu darinya karena aku tidak ingin berdebat dengan suamiku.


Sesekali Rafa melirik kearah sang istri yang tengah melamun. "Yank kamu kenapa kok diam saja daritadi. "


"Enggak papa kok Mas benaran. " Tari mencoba meyakinkan suaminya bahwa dirinya baik baik saja.


"Ya sayang mandilah. "


Mentari naik ke kamar mereka di labtai dua. Menaruh tasnya di meja riasnya. Setelah itu masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah selama 30 menit berendam membuat kepalanya menjadi pening, Mentari mengambil handuk lalu memakai kimono. Mia pergi ke dapur di lantai dua, menyeduh segelas teh hangat dibawanya ke dalam kamar dan duduk di balkon.



Memandang langit sore dari balik balkon. Kini Dia tengah menyesap minuman tehnya membuat pikiran Mentari jauh lebih tenang saat ini. "Huh leganya.Lebih baik aku fokus sama calon anak kami dan Rafa. " Tatapan Mentari jatuh pada perut ratanya dan tak lupa dia berikan usapan di sana.


Mentari bangkit dari sana dan masuk ke dalam kamar mengganti pakaiannya.Setelah selesai Mentari memilih berbaring di atas ranjang sambil membawa buku dalam genggamannya.


Tak lama pintu terbuka dan Rafa masuk ke dalam.Mentari menoleh sebentar kearah suaminya. "Kamu mau mandi Mas. " Mentari memperhatikan apa yang dilakukan suaminya.

__ADS_1


Rafa tersenyum tipis melihat kegiatan istrinya. "Iya Yank. ya sudah lanjutin saja baca


bukunya. " Rafa menghilang di balik pintu kamar mandi.Mentaripun melanjutkan baca bukunya dengan raut wajah serius.


30 menit berlalu. Rafa ke luar dari dalam kamar mandi.Mengambil pakaian lalu memakainya setelah itu mendekati sang istri. "Oh ya Yank aku lupa beritahu kamu besok aku harus ke Singapore selama 4 hari karena klient ingin bertemu di sana. "


Mentari terkejut dan menutup bukunya.Dia langsung menatap tajam kearah Rafa, sambil berkata. " Kok mendadak sih Mas dan lama amat kamu di sana. " protesnya.


"Iya tadi Liam hubungi aku saat kita di mall tadi Yank. Aku enggak mungkin mencancelnya karena itu Klien penting. " Rafa terlihat bingung dan dilema saat ini. Di satu sisi Dia keberatan meninggalkan istrinya sendiri apalagi Mentari tengah hamil.Disisi lain ini klien penting perusahaannya.


Sebagai istri Mentari tidak boleh egois karena perusahaan sedang membutuhkan Rafa. Dia berulang kali menghela nafas dan menyakinkan diri sendiri.Dia raih tangan suaminya lalu digenggamnya erat. "Kamu berangkat saja Mas, aku enggak papa kok. Lagian aku bisa menghubungi mommy Clau atau Mommy Felisia untuk temenin aku. "


"Beneran kamu enggak papa Yank. Rafa kini tengah meyakinkan istrinya sekali lagi atas keputusannya.


"Kamu pergi saja! Rafa langsung duduk di sebelah Mentari lalu memberikan kecupan dikening istrinya tersebut.Mentari tersenyum tipis merasakan kecupan bibir suaminya diatas keningnya.


"Terimakasih ya sayang kamu telah mengerti aku. Rafa merasa bangga dengan istrinya yang berbesar hati merelakannya pergi menemui klien di Singapura.


Mentari mengangguk kecil lalu berhambur dalam pelukan suaminya. Dia pasti merindukan dekapan prianya yang selalu membuatnya hangat dan nyaman namun dia tidak boleh egois saat ini meskipun dirinya juga tidak ingin berjauhan dari Rafa. "Sebagai istri dari seorang Billionaire seperti kamu Mas, Aku harus cukup tahu diri dengan penempatan posisiku serta harus menekan ego dalam diriku. "


"Tak selamanya aku selalu dimanja olehmu dan kamu selalu mengerti aku namun ada kalanya aku juga harus memahamimu. "Mentari tersenyum manis menatap pria yang dicintainya itu.


Sejatinya pasangan itu harus selalu memahami satu sama lain.Tekan ego dalam diri kita agar kita bisa satu juan dalam membina rumah tangga.


Rafa sangat bahagia dan terharu melihat sikap dewasa yang ditunjukkan istrinya.Dia sangat beruntung memiliki istri seperti Mentari yang sangat mencintai dirinya serta calon anakereka berdua.Tanganya bertengger manis diperut rata Mentari dan beri usapan lembut disana. "Daddy pasti kangen sama kamu dan mommy. Kamu baik baik didalam perut mommy ya sayang selama Daddy pergi serta jangan menyusahkan mommymu. "


"Iya Daddy. " Rafa terkekeh mendengar suara istrinya yang menirukan suara anak kecil. keduanya saling melempar senyum satu sama lain.


TBC

__ADS_1


__ADS_2