
Kini kediaman keluarga Rahadian dan juga keluarga Romanov tengah di sibukkan persiapan pernikahan mendadak dan ini semua ulah si kadal eh Dirga maksudnya wkwk.
Mommy Tari terus mengeluarkan tanduknya di hadapan suami dan putera sulungnya. Si bungsu Elysia tertawa melihat kakaknya di omelin mommy sambil memakan camilan. Ya setelah mengantarkan Edzard ke bandara, Dirga langsung jujur pada kedua orang tuanya, mengenai apa yang terjadi antara dirinya dan Lila.
Sekarang Mommy Tari tengah mengomelinya habis habisan karena kejadian itu.
"Kapan mommy berhenti ngomelnya astaga. " batin Dirga merasa lelah.
"Ck, kamu bodoh atau apa sih Dirga, kamu enggak curiga sama sekali sama si lampir itu. " geram mommy.
"Maaf mommy, semuanya sudah terjadi dan aku siap bertanggung jawab pada Lila. " ujar Dirga.
Mommy hanya bisa menarik nafas dalam dalam, lalu menghembuskannya pelan. Dia sudah menghubungi orang tua Lila, mereka sepakat besok lusa hari pernikahan Dirga dan juga Lila. Sedangkan Daddy memasang wajah masam, dia terkena getah atas apa yang dilakukan putera sulungnya itu.
"Besok lusa kamu dan Lila akan menikah, namun sebelum itu kamu di larang menemuinya sampai hari H pernikahan kalian tiba. " tegas Mommy.
Dirga hendak menyuarakan pendapatnya, namun Daddy segera menyenggol nya hingga dia mengurungkan niatnya. Diapun terlihat lesu dengan keputusan sang Mommy, padahal dia tak bisa jauh dari Cicinya itu. Mommy menahan tawa melihat raut masam di wajah putera sulungnya itu. "Jika Mommy tahu, kamu berusaha menemui Lila maka mommy akan membawa Lila pergi. " ancam Mommy tak main main.
"Iya Mommy iya, enggak usah pake ngancam segala. " dengusnya.
Mengingat kejadian kemarin saat bersama Lila. Dirga ingin mengulangnya lagi, merasakan madu sari dari lembah cintanya. Segera saja Dirga menggelengkan kepalanya sebelum ketahuan sang mommy. Kini Dia menekuk wajahnya sambil melipat tangan di dada.
"Sudahlah son simpan saja rindumu sama Lila, dua hari lagi kalian nikah setelah itu kalian bebas melakukannya lagi. " sahut Daddy, berusaha menghibur putera sulungnya itu.
Mommy kini tengah menghubungi para perias, serta yang lainnya termasuk gaun untuk Lila, calon mantunya. Setelah semuanya selesai, Mommy bersandar di sofa sambil membuka majalahnya. Elysia terkekeh melihat wajah kusut sang kakak yang sangat lucu menurutnya.
"Masih ada sabun kak, kakak pake sabun saja kalau gitu. " goda Elysia pada kakak sulungnya.
"Diam kau bocah. " sungut Dirga dengan raut jengkelnya.
__ADS_1
Pft Elysia tertawa kencang melihat raut kesal di wajah Dirga. Dirga merogoh ponselnya, lalu menghubungi sang calon istri dan melakukan videocall. "Sayang, aku kangen sama kamu. "
"Sabar dua hari lagi kita nikah Bubu, kenapa wajahmu kusut kayak gitu. "
"Mommy baru saja ngomelin aku. " Lalu Dirga bercerita pada Lila hingga selesai, Lila menahan tawa mendengar cerita dari calon suaminya.
"Kamu sabar saja, ya sudah aku tutup bye bubu! Dirga menggeleng, membuat Lila mengurungkan niatnya. Mereka kembali mengobrol lewat video mengabaikan kedua orang tua Dirga dan Elysia. Elysia hanya menggeleng, tak di sangka kakaknya itu sangat bucin pada Lila.
"Huh semoga aku kelak enggak kayak gitu hehe. " gumamnya.
Selesai video call, raut wajah Dirga kembali cerah. Calvin datang dan bergabung bersama mereka, pria itu dengan sengaja duduk di sebelah Elysia. "Heh apin sini kamu duduk sebelah aku, jangan cari kesempatan woy dekati adikku. " sembur Dirga kesal.
"Ck kenapa sih kamu marah marah, lagi pms bro! Calvin tersenyum jahil, dia sangat suka menggoda sahabatnya itu.
Dirga mendengus keras, dia bangkit dan berlalu pergi. Calvin terkekeh dan langsung menyusul sahabatnya itu. Ely hanya bisa menggeleng melihat kelakuan dia pria dewasa tapi kekanak-kanakan itu.
"Haduh dari kecil sampai sekarang masih aja berdebat ck. " gerutu Elysia.
✨✨
Di Kediaman Rahadian
Mereka juga tengah sibuk menyiapkan pernikahan Lila dan Dirga. Merasa bosan, Lilapun pergi ke luar dan duduk di teras depan sambil melamun. Sebuah mobil masuk ke halaman dan berhenti, Lalu keluarlah Bianca dan orang tuanya datang berkunjung.
Lila menyambut kedatangan mereka dengan suka cita, Setelah memeluk ibu dan adiknya. Dia beralih menatap kearah sang ayah yang kini menatapnya penuh kerinduan. Selama ini dia sudah menghilangkan trauma masa kecil seta memaafkan ayah kandungnya itu.
"Ayah, ayah enggak mau peluk Lila. " ujar Lila dengan senyuman hangatnya.
Ayah tertegun mendengarnya, pria paruh baya itu tersenyum lebar dan langsung memeluk Puteri sulungnya itu. Lila membalas pelukan ayah kandungnya itu, Ibu dan Bianca tersenyum bahagia melihat Lila yang sudah memaafkan ayah. "Lila sudah maafin ayah, Lila mohon ayah jangan ulangi lagi dan melakukan hal itu pada Ibu. " gumam Lila.
__ADS_1
Ayah Ardhan melepaskan pelukannya, dia memandang Puteri sulungnya dengan raut berkaca kaca. "Iya Ayah janji, tak akan mengulangi lagi nak dan terimakasih telah memaafkan ayah. "
"Iya ayah sama sama, masuklah bunda dan Papah ada di dalam. " balas Lila dengan ramah.
"Iya Nak ayah ke dalam dulu. " Lilapun mengangguk, Ayah dan ibu masuk ke dalam. Bianca langsung duduk di sebelah sang kakak, dia mengamati wajah bahagia yang terpancar di wajah Lila.
"Sebentar lagi kakak akan menikah, aku sudah enggak bisa curhat sama kakak dong. " keluh Bianca.
"Masih bisa dong Bi, masih ada Zivana atau Kenzo. " seru Lila sambil tersenyum.
Bianca mencebikkan bibirnya, dia melipat tangannya di dada, meskipun begitu dia iku senang melihat kakaknya akan segera menikah. "Gimana bisa, kak Dirga meminun minuman yang di campur obat perangsang kak? "
Lila menghela nafas, diapun mengatakan kejadian kemarin pada adiknya itu tanpa terlewat satupun. Selesai kakaknya bercerita, Bianca mengepalkan tangannya setelah tahu siapa pelakunya.
"Sepertinya nenek sihir itu perlu di beri pelajaran xixixi. " batin Bianca.
Bianca mengambil ponselnya, dia segera mengirim chat pada Zivana dan mengatakan apa rencananya. Setelah selesai, dia menyimpan ponselnya dalam tas.
Lilapun menyipitkan matanya, dia terlihat curiga dengan senyuman di bibir adiknya. "Apa yang kau rencanakan sebenarnya Bila, katakan sama kakak? "
"Rahasia negara ini kak, lebih baik kakak fokus pada pernikahan kakak sama kak Dirga saja oke, " ujar Bianca sambil tersenyum misterius.
Lila hanya menggeleng, diapun terpaksa menahan rasa penasarannya karena adiknya itu tak mau bercerita. Setelah itu Bianca kembali mengobrol bersama kakaknya itu dan berkali kali Bianca menggoda sang kakak mengenai malam kejadian itu. Kedua pipi Lila nampak merona dan dia tidak mengatakan apapun pada Bianca.
"Anak kecil jangan penasaran, bahaya Bi!
" Ck aku bukan anak kecil lagi kak Lila ku sayang, uhuk bentar lagi aku punya ponakan nih dan tak lama lagi hehe. " ledeknya lagi.
"Bianca. " pekik Lila dengan raut wajah memerahnya.
__ADS_1
Bianca tertawa melihat raut malu malu di wajah kakaknya itu.
bersambung