Istri Nakal Sang Billionaire

Istri Nakal Sang Billionaire
Epson 40 - Honeymoon 1


__ADS_3

Maaf ya dua hari ini author sibuk


Dua hari kemudian


Kini Mentari dan Rafandra sekarang berada di negara Hawaii lebih tepatnya di kota Honolulu.


Honolulu adalah ibu kota Negara Bagian Hawaii, Amerika Serikat. Dalam Bahasa Hawaii, kata honolulu bermakna "tempat yang terlindung". Luas wilayah daratannya ialah 222 km² dan jumlah penduduk 377.260 jiwa. Honolulu adalah kota terjauh dari ukurannya di dunia, dan merupakan kota utama AS paling barat dan selatan. cr Wikipedia


H



Pemandangan Honolulu Harbor, Pearl Harbor di luar kota, patung King Kamehameha I do downtown, Diamond Head, waterfront on Waikiki Beach, dan Honolulu Hale


Diatas merupakan beberapa tempat yang ada di kota Honolulu yang mungkin bisa dilihat selama di kota Honolulu, Hawaii.



Halekulani Hotel terletak di pantai waikiki dan menghadap diamond head. Halekulani menawarkan 3 restauran, lounge jazz dan spa.


Di hotel ini memiliki fasilitas lengkap seperti Ac, Mini bar, lemari besi, layanan kamar, layanan kebersihan, penyimpanan laptop serta pantai pribadi.


Mentari menatap takjub kearah pantai. Luasnya pantai mengelilingi sekitar hotel, menambah kesan indahnya panorama pantai waikiki. Rafandra memilih duduk, menatap lekat istrinya yang tengah mengagumi keindahan ciptaan Tuhan. "Darling, rasa rasanya aku pengen berenang deh, memakai bikini dan berjalan menyelusuri pantai. " celetuknya dengan tatapan tak beralihnya dari pantai.


"Yank besok saja ya hari sudah mulai gelap


ini. " bujuk Rafa. Mentari menoleh, senyumnya menggembang memandang wajah tampan suaminya itu dan berkata. "Bercanda sayang lagian jangan dianggap serius ucapanku. " gelaknya.


"Ayo kita masuk!


Rafa mengangguk. Bangkit, merangkul istrinya dan masuk ke dalam hotel. Keduanya duduk di sofa ruang tamu, Rafa segera menghubungi layanan kamar. "Siapkan makan malam untuk aku dan istriku. " pintanya. Rafa memutus sambungan, meletakkan ponselnya di atas meja.

__ADS_1



Mentari mengambil remot, menyalakan televisi. Berusaha menghilangkan rasa laparnya untuk sejenak.


Tok tok tok


"Aku buka pintu dulu Yank. " Rafa langsung beranjak dari duduknya dan ke depan.


Dia meraih handle pintu, membiarkan petugas layanan kamar masuk ke dalam kamar mereka. Segera ditatanya makanan dan minuman di meja setelah itu berlalu pergi. Mentari nampak meneteskan air liurnya menatap makanan lezat di depannya seperti Shave ice, lomi lomi salmon long rice chicken dan Huli huli chicken.


Beberapa menit berlalu


Mereka berdua selesai bersantap. Mentari nampak kekenyangan, terlihat saat dia mengelus perut ratanya dan tak lama kemudian bersendawa. Rafandra terkekeh melihat raut malu malu dari istrinya. "Jangan malu sayang, lagian aku mencintai kamu apa adanya. "


Mentari tersenyum jahil kearah suaminya dan berkata. "Oh ya kalau aku kentut dengan suara besar serta mengupil dengan sembarangan apa kamu masih cinta aku. " godanya dengan senyum meledek.


"Masih dan mungkin saja semakin jatuh cinta padamu. " jawabnya dengan mantap.


Mentari tercengang mendengar penuturan suaminya. Dia tak menyangka Rafa sangat mencintai dirinya sebesar itu, Mentari mengira suaminya itu sudah gila makanya jawabnya ngawur.


Tanpa ragu Mentari menempelkan tangannya di dahi Rafa. "Tidak panas! "


Rafa berdecak kesal. Dia segera menurunkan tangan istrinya lalu mengenggamnya erat. Rafapun segera menatap wanitanya dengan lekat. "Percayalah aku suka wanita yang apa adanya bukan wanita munafik yang selalu menutupi keburukannya dengan wajah polos. "


"Em memangnya kamu enggak illfeel Mas!


Rafandra mengeleng kecil. Diapun kini menyunggingkan senyumnya, menambah kadar ketampanannya saat ini menjadi berkali kali lipat. Mentari tidak pernah merasa jaim dan bersikap munafik dihadapan orang lain, dia tidak ingin hanya menampilkan kebaikannya namun juga kebiasaan buruknya.


"Terimakasih telah mencintaiku begitu dalam Mas Rafa. Mentari sangat bahagia, mendapatkan cinta yang besar dari pria yang berstatus suaminya tersebut. Rafapun mengangguk, tak lama bibir keduanya menyatu, melampiaskan segala rasa bahagia yang menyelimuti rumah tangga mereka.


Ketika ciuman mereka berhenti, ditempelkan tangan Rafa di perut Mentari. kini usia kandungan istrinya memasuki dua bulan, membuat keduanya sangat antusias. "Ingatkan aku sayang, kita akan periksa kandunganmu selama di hawaii. " serunya.

__ADS_1


"Iya Mas Darling! Rafa tersenyum geli mendengar panggilan kesayangan dari istrinya. Mentari ikut tertawa, mengusap kepala suaminya dengan sukacita.


Mereka kini menonton televisi sesekali Mentari memberikan candaan garingnya. Menambah kesan lucu dalam kemesraan pasangan suami istri tersebut. Rafa melirik jam tangannya, waktu menunjukkan pukul 07.00 malam.


"Kita ke pantai bentar yuk Mas.


"Mas ambil jaket dulu buat kamu. " Mentari mengangguk membiarkan suaminya pergi ke kamar mereka. Tak lama Rafapun kembali, Mentari segera mendatanginya. Keduanya ke luar dari hotel menggunakan lift untuk turun ke bawah.



Di luar hotel halekulani, banyak para wisatawan yang tengah menikmati hidangan khas hawaii sambil memperhatikan atraksi yang ada di pantai waikiki. Mentari dan Rafapun ikut bergabung dan memilih meja yang kosong. keduanya tampak bahagia melihat atraksi yang menakjubkan yang baru pertama kali mereka lihat. Sepasang suami istri menghampiri mereka dan bergabung. "Permisi bolehkah kami duduk di sini. " serunya dalam bahasa inggris.


"Ya tentu. Mentari tersenyum dihadapan pasangan kekasih tersebut.


Prok prok mereka bertepuk tangan setelah atraksi luar biasa dipertontonkan. Mentari tersenyum puas akan atraksi barusan. "Hai perkenalkan aku Vello dan ini suamiku namanya Andra. " ujar Vello dengan ramah.


"Oh. Em aku Mentari dan suamiku Rafandra. Vello nampak manggut manggut. Setelah itu mereka mengobrol banyak hal dan membahas negara masing masing. Rafa memilih diam, menyimak pembicaraan istrinya bersama Vello.


Selesai dengan memonton atraksi, Vello dan Andra mengajak Rafa dan Mentari melihat kembang api. Butuh beberapa langkah akhirnya mereka berada di mana para wisatawan lain melihat kembang api yang sangat indah.


"Amazing. Thanks kamu telah mengajak kami meluhat kembang api Ve. " Mentari nampak sangat tulus mengatakan hal itu. Vello mengangguk, mengenggam tangan Mentari dan tersenyum padanya.


"Sama sama Tari. Lagian aku senang bisa mendapat teman sepertimu, Cukup menyenangkan dan sangat humoris. " ucapnya sambil tertawa.


Memtari tertawa pelan disusul Rafa. Rafa membenarkan ucapan Vello, Berada di dekat istrinya selalu memberikan rasa nyaman dan aura positif. Andra merasa bersyukur, istrinya kembali ceria seperti dulu, ini berkat kehadiran Mentari.


"Ini sudah malam sebaiknya kita bersama sama kembali ke hotel. Mentari mengiyakan, soalnya mereka berada di hotel yang sama namun berbeda lantai. Rafa dan Tari ada di lantai 5 sedangkan Andra dan Vello ada di lantai 7.


"Ayo Ve. " ajak Mentari. Vello merangkul Tari dan pergi ke hotel dan diikuti para suami mereka dari belakang.


"Terimakasih Raf. berkat Mentari,Vello kembali ceria lagi setelah kejadian satu bulan lalu. Andra nampak menghembuskan nafas berat jika mengingatnya.

__ADS_1


"Sebagai seorang suami, kamu harus memberikan kekuatan dan dukungan pada istrimu Ndra. " Rafa menepuk pundak Andra pelan, Andra mengangguk lalu mereka segera menyusul Mentari dan Vello.


TBC


__ADS_2