
Setelah dari Taman, Lila dan Dirga kini berada di Restauran. Lila memutar bola matanya malas, melihat Dirga yang di kerumuni oleh para gadis gadis.
"Ck dasar buaya. "
Lila kembali menyesap Vanilla lattenya, mengabaikan kerumunan di hadapannya itu. Tak lama seseorang duduk di sebelahnya, Lila pun menoleh, menaikkan sebelah alisnya.
"Kamu enggak ikut meminta tanda tangan sang casanova itu Nona. " ujar seorang pria.
"Tidak! Lagian buat apa aku minta tantangan pria itu, enggak penting penting amat. " sahut Lila dengan singkat.
"Kenalkan aku Kevin!
"Delilah. " Lilapun kembali melihat ponselnya, Kevin memperhatikan Lila sambil tersenyum. Dari kejauhan Dirga berdecak kesal, melihat cara pandang Kevin kearah Lilanya. Dia hendak menghampiri mereka namun para gadis gadis semakin mengerubunginya.
"Ya sudah kita ke luar yuk, sekalian mengobrol biar cepat akrab. " ujar Kevin.
"Ayo. " Lila menyimpan ponselnya dalam tas, diapun bangkit dan berjalan ke luar dari restauran disusul Kevin. Dirga segera keluar dari kerumunan dan bergegas menyusul Lila..
Dirga tak menemukan Lila di luar Restauran. Diapun berkali kali mengumpat, mendapati Lilanya pergi bersama pria lain. "Sialan ah sialan. " makinya. Dirga segera meraih ponselnya, berusaha menghubungi ice princessnya namun tak diangkat oleh Lila.
from Bubu to Cici
Cici, kamu kemana sama pria tadi dan share location kamu sekarang!
Hingga beberapa menit tak ada balasan chat dari Lila. Dirga merasa kesal dengan gadis itu, entah kenapa dia semakin hari semakin menyebalkan baginya. Berbagai pikiran buruk muncul di kepalanya mengenai Lila, Dirga segera menggeleng cepat lalu masuk ke dalam mobilnya. Lagi lagi dia tak menyerah mengirim chat pada gadis kutubnya itu.
Sayang, cepat share lokasi kamu sekarang!
Hhhhhh..., Dirga langsung menghempaskan punggungnya ke jok mobil sambil membuang nafas kasar. Bayangan Lila bersama pria lain, menari nari dalam ingatannya hal itu membuatnya semakin kesal. Dirinya merasa bingung, kenapa dirinya sangat tidak menyukai Lila bersama pria lain. "Apakah aku cemburu pada Lila. "
__ADS_1
Drt drt drt
Dengan senyuman dia membaca chat masuk, seketika senyumannya luntur kala Sabrina 'lah yang mengirim chat padanya. Dirga langsung tancap gas, melajukan mobilnya kencang dengan perasaan tak karuan.
❣️❣️
Sementara itu Kevin mengajak Lila pergi ke danau. Kini keduanya duduk di bangku panjang menghadap kearah danau. Tatapan Lila lurus ke depan, berkali kali membuang nafas berat. Kevin pun sejak tadi terus memperhatikannya, kedua matanya tak beralih dari Lila yang menjadi obyek yang sangat menarik di matanya.
"Lila, apa kamu enggak nyaman bersama aku? " tanya Kevin tothepoin.
Lila pun menggeleng kearahnya kemudian tersenyum manis di hadapan Kevin. "Enggak kok, hanya saja aku bingung mau ngomong apa sama kamu Vin. Dari dulu aku enggak pernah dekat sama laki laki kecuali Papah dan adikku. "
Kevin bernafas lega, sepertinya kini dia tertarik dengan gadis di sebelahnya ini. Diapun kembali tersenyum pada Lila sambil berkata. "Ya aku enggak tahu alasanmu apa menghindar dari laki laki La, tapi lakukan pelan pelan untuk menyembuhkannya jika kamu memiliki
trauma. "
"Thanks ya Vin, kamu sudah memberiku saran dan ternyata kamu orangnya cukup ramah dan bisa diajak ngobrol. Lagian memang benar kok jika aku punya trauma saat kecil. " ujar Lila menyampaikan pendapatnya mengenai Kevin.
Lila mengangguk, mengiyakan saran dari pria yang baru di kenalnya itu. Merekapun kembali mengobrol, membahas sesuatu yang menyenangkan agar suasana tidak terlalu canggung. " Tunggu di sini dan jangan ke mana mana. "
"Iya iya aku bukan bocah kali Vin. " jawab Lila sambil tersenyum tipis.
Kevin bangkit dan berjalan menjauh menuju ke tempat penjual es krim. Lila tersenyum, memperhatikan Kevin dari kejauhan. Sambil menunggu Kevin, Lila mengeluarkan ponselnya dan ada beberapa chat yang masuk terutama chat dari Dirga. Dengan cepat dia membalas chat dari si bubu.
From Cici to Bubu
Jangan khawatirin aku Bubu! Kamu bersenang senanglah bersama Sabrina, aku nanti juga pulang kok di antar Kevin.
Setelah selesai Lila menyimpan ponselnya dalam tas, dia mengambil es krim yang di sodorkan Kevin padanya. Keduanya sibuk melahap es krim masing masing. Selesai makan, Kevin mengambil sapu tangannya lalu membersihkan sisa es krim di sudut bibir Lila.
__ADS_1
"Maaf ya. " ucap Kevin setelah selesai membersihkan nodanya. Lila hanya tersenyum menanggapinya, sontak hal itu membuat Kevin berdebar kencang melihat senyuman Lila.
Lila menengok jam tangannya, waktu menunjukkan angka 11.00 siang. Dia pun kembali menatap Kevin sambil tersenyum. "Kayaknya aku harus pulang deh Vin. "
"Ya sudah yuk aku antar!
Mereka bangkit dan bergegas masuk ke dalam mobil. Kevin langsung tancap gasnya, melakukan mobilnya kencang menuju ke rumah Lila. Selama perjalanan pulang, keduanya yang terlibat obrolan kecil.
(˵ ͡° ͜ʖ ͡°˵)
Tak lama kemudian akhirnya mereka sampai, Lila langsung turun dari mobil dan kini melambaikan tangannya pada Kevin, mobil Kevin melesat jauh dari pandangan Lila. Setelah itu Lila berbalik dan tertegun melihat Dirga di hadapannya dengan sorot tak bisa diartikan, entahlah Lila tak mengerti.
" Kamu sudah lama menunggu aku Bubu. "
Dirga tak menyahuti nya, langkahnya kian mendekat kearah Lila. Srek Dirga menarik tangan gadisnya, lalu membawanya ke dalam pelukannya. Dia bernafas lega, melihat keadaan Cicinya baik baik saja. Pelukannya terlepas, Dirga menatap lekat Lila dengan intens sambil berkata. "Siapa pria itu La, kenapa kamu sangat akrab dengannya tanpa menaruh curiga. " cecar Lila.
"Dia namanya Kevin, Bubu. Dia pria yang baru aku kenal di Restauran, lagian dia pria yang baik dan sopan kok. " balas Lila dengan santai. Dia berjalan melewati Dirga dan masuk ke dalam mansion, di susul Dirga yang mengekorinya dari belakang.
Di ruang tamu
Lila mengistirahatkan dirinya di sana, sejak tadi Dirga terus menatapnya penuh curiga. Lila pun menoleh kearahnya dengan sebelah alisnya terangkat. "Oh ya bagaimana tadi, apa kamu dan Sabrina bersenang senang Bubu. "
"Ya. " Dirga berharap gadisnya itu cemburu, namun nyatanya Lila hanya memperlihatkan raut wajah biasa hal itu membuatnya kesal. Dia menahan nafas dalam dalam, lalu mengeluarkannya pelan.
Sepertinya pria bernama Kevin 'lah yang kini mendapatkan perhatian dari Lila, dan aku tak boleh tinggal diam. Dirga menekan rasa cemburunya, menghapus bayangan dalam otaknya yang memikirkan Lila bermesraan dengan Kevin.
"Ga, kita sudah saling mengenal sejak kecil dan kamu juga sudah memiliki Sabrina, so kamu harus tahu batasanmu dengan tidak ikut campur urusan pribadiku. " ujar Lila dengan wajah datarnya.
"Please aku tidak mau berurusan dengan kekasihmu yang over itu. " sambungnya.
__ADS_1
Dirga langsung bungkam, dia tak menyangka Lila mengatakan hal itu dan semua itu membuat hatinya cukup sakit. Lila hanya diam, mengamati setiap ekspresi yang ditunjukkan oleh Dirga.
tbc