
Jangan lupa like, komen yang positif serta Vote dan Gift dikencengin thanks youu..
Happy Reading!!
Rafa berjalan menghampiri istrinya yang tengah berbaring diatas ranjang sambil bermain game.Dia langsung melingkarkan tangannya di pinggang Mentari lalu menyembunyikan wajahnya di perut rata sang istri.
"Yank, bisa enggak hukumannya dikurangi saja atau diganti gitu.Kamu enggak kasihan sama aku dan si krucil. " rayu Rafa dengan wajah memelasnya.
"Tidak. " balasnya singkat.
Mentari mengacuhkan suaminya dan memilih fokus pada gamesnya.Rafa tidak ketinggalan ide, Dia rebut ponsel istrinya lalu menaruhnya ke dalam laci setelah itu menindih tubuh Mentari setelah itu Rafa menggesekkan kepalanya di belahan dada istrinya.
"Yank kamu enggak pengen cepet cepet hamil anak kita. " ucap Rafa sambil mengecupi belahan dada sang istri di balik kimono seksinya.
Mentari sebenarnya tidak tega dengan suaminya tapi mengingat kejadian tadi membuatnya kesal dan cemburu.Setelah mendengar ucapan suaminya yang terakhir membuatnya kembali termenung.
"Tapi apakah dirinya bisa menjadi ibu yang baik anak mereka kelak. " batin Mentari dengan sejuta pertanyaan dipikirannnya.
"Jika Dia tolak kasihan Rafa yang mengharapkan buah hati hadir dalam rahimnya. " pikirnya lagi.
Mentari membuang nafas pelan lalu mengusap lambut legam suaminya dengan lembut.Rafa mendongakkan kepalanya dan tatapan mereka saling beradu satu sama lain.
"Baiklah aku akan mengurangi hukumanmu menjadi 2 hari kita tidak bercinta di mulai besok bagaimana. " ujar Mentari.
"Huft iya tapi hari ini boleh 'kan. " pinta Rafa penuh harap.
"Boleh Darling. "
Rafa tersenyum lebar dan tanpa menyiakan kesempatan.Dia langsung melepaskan pakaian mereka berdua hingga polos.Mentari mengalungkan tangannya dan langsung memagut bibir suaminya dan di balas Rafa.
Mereka berduapun bergumul di siang hari yang terik itu.Desahan dan erangan terus menggema dalam ruangan yang kedap suara tersebut. Ac dalam kamar tak mampu mendinginkan panas menggelora dari gairah pasangan baru menikah tersebut.
Dua jam kemudian hampir menjelang sore Rafa baru mengakhiri pergumulan mereka berdua. Dia langsung membanting tubuhnya ke samping lalu menutupi tubuh mereka dengan selimut.
Mentari memegang pipi suaminya lalu menatapnya sendu sama halnya dengan Rafa.
"Kamu tidak akan ninggalin aku 'kan sayang. " ucap Mentari dengan raut sedihnya.
"Enggak sayang aku hanya cintanya sama kamu dan ingin menua bersamamu. " tanpa banyak kata bibir mereka kembali bertemu dan saling berpagutan melepaskan segala rasa keresahan dihati masing masing.
Rafa meraih tangan istrinya lalu mendekapnya dan memperdalam ciuman mereka berdua dengan lembut dan penuh cinta.Mentari menyudahi ciuman mereka berdua dan langsung menghirup oksigen.
Mentari menyandarkan dirinya dalam dada bidang sang suami dan Rafa mengeratkan pelukannya membiarkan tubuh polos mereka bersentuhan.
15 menit berlalu
__ADS_1
"Yank kayaknya si krucil bangun lagi deh. " bisiknya ditelinga sang istri.
"Astaga Darling tadi udah tiga ronde lho. " geram Mentari pada sang suami.
"Lagi ya Yank besok 'kan aku menjalani hukuman. " rayunya.
Mentari mengangguk pasrah membiarkan suaminya kembali mengajaknya bertempur. Mereka melakukannya dengan berbagai macam gaya dengan dua ronde.
Setelah selesai mereka membersihkan diri di kamar mandi.Rafa dan Mentari kini selesai berganti pakaian dan mengganti sprei mereka dengan yang baru.
"Duh pinggangku encok. " gerutu Mentari sambil memegangi pinggangnya.
"Yank kamu enggak papa. " tanya Rafa khawatir melihat istrinya yang mengeluh.
"Enggak papa yuk ke luar!
Rafa mengangguk lalu menuntun istrinya ke luar kamar dan menuruni tangga menuju ke ruang tamu.
💔💔💔
Disisi lain
Brak prang prang
"Ah Rafa kamu jahat hiks hiks. " racau Monica sambil menekan rasa sesak dalam dadanya.
Tubuh Monica langsung luruh ke lantai dan tangisnya pecah mengingat Rafa telah memiliki istri membuat hatinya hancur berkeping keping.
"Semua usahaku berakhir sia sia dan untuk apa aku sembuh jika aku tidak bisa memiliki Rafa. " gumam Monica sambil menangis tersedu sedu.
"Oh Tuhan ini tidak adil bagiku. " ucapnya lirih.
** Flashback sehari sebelum keberangkatan Monica ke Eropa untuk pengobatan
Di tepi danau
Monica menyembunyikan wajah pucatnya di hadapan Rafandra, kekasihnya.Dia sangat bahagia bisa bermesraan dengan lelaki pujaan hatinya.Kini Monica menyandarkan kepalanya di bahu Rafandra sambil menatap kearah danau.
"Rafa, suasana danau ini sangat nyaman dan tenang ya. " ucap Monica sambil tersenyum
"Kamu benar Monic sayang. " jawab Rafa dengan senyum tersungging di bibirnya.
Monica membuang nafas berat mengingat apa yang ingin dikatakannya pada sang kekasih. Sebenarnya dia sangat berat melepaskan cintanya pada Rafa namun dia juga tidak mau membuat Rafa harus tersiksa hidup dengan gadis penyakitan seperti dirinya.
__ADS_1
"Rafa sayang aku ingin mengatakan sesuatu padamu. " ucap Monica dengan raut seriusnya.
Rafa menoleh dan menatap lekat gadis pemilik hatinya tersebut.Monica mengangkat wajahnya dan menghadap kearah Rafa lalu meraih tangannya kemudian mengenggamnya.
"Aku mau kita putus dan kamu lupain aku
Rafa. " pinta Monica.
Deg bagai tersambar petir disiang hari mendengar permintaan kekasihnya.Diapun menggelengkan kepalanya merasa tidak percaya dengan apa yang dikatakan Monica barusan.
"Tidak Monica aku tidak mau. " tolak Rafa sambil menarik tangannya dari genggaman kekasihnya.
"Kumohon Rafa ini demi kebaikan kamu. " rayu Monica sambil memohon.
"Aku tidak mau. " Rafapun bangkit dan hendak pergi namun Monica menahan tangannya.
"Aku ini gadis penyakitan Rafa dan aku tidak mau kamu menikah dengan gadis sepertiku. " bujuk Monica lagi.
Rafa menepis kasar tangan Monica setelah itu memberinya tatapan tajam padanya.
"Aku akan mencari dokter terbaik untuk kamu Monic agar kamu sembuh tapi kita jangan putus. " sahut Rafa.
"Penyakit jantungku sudah akut Rafa dan aku besok akan pergi ke Eropa untuk pengobatan. Tolong lupakan aku dan aku tetap ingin kita putus lalu kamu carilah gadis lain. " ujar Monica sambil memohon.
Rafa menghembuskan nafas kasar lalu mengenggam kedua tangan Monica lalu menatapnya sendu.
"Baiklah mulai saat ini kita putus dan sudah tidak ada hubungan apapun. " ucap Rafa dengan wajah datarnya lalu melepaskan genggaman tangannya.
"Terimakasih Rafa. " ucapnya sambil menahan air matanya yang hendak keluar dihadapan Rafa.
Rafandra berbalik lalu berlalu pergi meninggalkan Monica sendiri di sana.Monica menatap kepergian mantan kekasihnya dengan sorot kesedihan yang mendalam.
"Aku harap kamu menemukan kebahagianmu yang lain Rafa. " gumam Monica.
Flashback Off
Hiks hiks mengingat perpisahannya dengan Rafa dulu membuat luka Monica kembali terbuka ditambah Rafandra sekarang telah menikah.Dirinya sekarang tidak bisa berbuat apapun dengan takdir antara dirinya dengan Rafandra.
"Rafa aku masih sangat mencintaimu. " batin Monica dengan miris.
Monica mengambil bingkai foto lalu menatap sendu foto dirinya dengan Rafa sewaktu mereka pacaran dulu.
"Aku merindukanmu Rafandra. " ucap Monica lirih.
TBC
__ADS_1