Istri Nakal Sang Billionaire

Istri Nakal Sang Billionaire
Epson 84 - HARMONIS


__ADS_3

Lima tahun kemudian


GEMILANG ALCANDER ROMANOV, putera pertama dari Dirga dan Lila, usianya kini lima tahun. Bocah tampan itu tumbuh menjadi anak laki laki yang pintar dan cerdik. Pagi ini di temani sang baby sitter, Gilang bermain di ruang tamu. Sementara Lila tengah berkutat di dapur, grep sepasang lengan kelar memeluknya dari belakang.


"Sayang, kenapa kamu enggak bangunin aku hemm!


"Kamu nyenyak banget deh mas, makanya aku enggak tega ngebangunin kamu. " Lila segera mematikan kompornya, membalik tubuhnya dan segera dikecupnya bibir suami. Ya setelah melahirkan Gilang, Dirga melarangnya untuk hamil lagi.


Lila tersenyum, menatap lembut pria yang memberinya putera tampan itu kemudian mengecup keningnya. "Mas, memangnya kamu enggak pengen nambah anak lagi!


Dirga melepaskan pelukannya, dia menggeleng kearah sang istri lalu mengusap pipi Lila. "Aku enggak mau buat kamu kesakitan lagi sayang, mas sungguh enggak tega!


Mata Dirga langsung berkaca kaca jika mengingat di mana istrinya berjuang antara hidup dan mati, melahirkan putera pertama mereka itu. Lilapun tersenyum tipis, dia usap rahang kokoh suaminya kemudian mengecupnya sekilas. " Ya sudah mas mandi gih, aku mau lanjut buat sarapan!


Dirga mengangguk, dia mencium istrinya sekilas lalu pergi, Lila kembali melanjutkan masaknya, setelah siap dia segera menatanya di meja makan.


Gilang datang, duduk di kursinya di bantu sang mommy tercinta, bocah tampan itu memiliki lesung pipi di pipinya, menambah kesan manis dan semakin tampan saat dia tersenyum. "Mami mami, papi mana? " cecar Gilang.


Lila menarik kursi kemudian duduk, dia tersenyum manis di hadapan putera kecilnya. "Papi kamu sedang mandi sayang, nanti juga sebentar lagi menyusul. "


"Iya Mami!


Tak lama Dirga datang, mengusap kepala puteranya kemudian mencium kening Lila, menarik kursi lalu duduk. Mereka bertigapun sarapan bersama, Lila tertawa kecil mendengar celotehan Gilang. Selesai sarapan, ketiganya bergegas pergi ke luar dari mansion, Lilapun menciumi kedua pipi puteranya. " Gilang masuk ke mobil dulu ya sayang. "


"Iya Mami. " Lila membantu puteranya masuk ke mobil, setelah itu menghampiri sang suami. Dirga merapatkan tubuh mereka, Lila terkekeh melihat kelakuan sang suami. "Sayang beri aku ciuman setelah itu kita antar Gilang ke sekolah!


Lilapun segera mengecup bibir sang suami, Dirga melepaskan pelukannya dengan senyuman miring di bibirnya. Mereka segera masuk ke mobil, Dirga melajukan mobil meninggalkan Mansion mereka.


**


Setibanya di sekolah Lila mengantar masuk jagoan kecilnya ke dalam setelah itu kembali ke mobil. "Memangnya mas enggak ke kantor hari ini hemm? "


"Enggak sayang, kita ke rumah Rezvan saja ya, aku kangen kumpul sama mereka! Lila mengangguk, menyetujui ucapan sang suami. Dirga melajukan mobilnya menuju kediaman Rezvan dan Bianca.

__ADS_1


***


Sampai di sana Bianca memeluk tubuh Lila, lalu membawanya ke ruang tamu. Rezvan dan Bianca memiliki seorang anak perempuan bernama Freya, usianya seumuran dengan Gilang. "Ternyata mansion sepi ya kalau enggak ada anak anak. " gumam Bianca.


"Iya kamu benar Bi!


" Oh ya kak Dirga, bagaimana dengan kabar adikmu Edzard dan Elysia! Dirga menghela nafas panjang, dia menatap adik iparnya sambil tersenyum.


"Dia tengah menghadapi hubungan yang rumit, aku tak akan ikut campur urusan Edzard. " balas Dirga. Lila langsung mengenggam jemari sang suami, Bianca mengangguk paham dengan apa yang dirasakan kakak iparnya.


"Oh ya Bi, Rio dan Freya kemana sih kok sepi banget? "


"Rio ikut Opa dan Oma kak, sedangkan Freya ada di sekolah. " Lila berohria mendengar penjelasan adiknya. Pelayan datang menyajikan makanan dan minuman untuk mereka.


"Kak, lebih enak kalau punya banyak anak ya. "


"Iya tapi mas Dirga enggak ngizinin aku hamil lagi Bianca, katanya dia enggak mau melihat aku kesakitan! Bianca melirik kearah sang kakak ipar kemudian kembali menatap Lila.


" Gimana kalau kita bikin pudding kak


***


"Kakak Ipar, apa kamu enggak ingin istrimu hamil lagi agar dia tak kesepian kelak. " ujar Rezvan pada Dirga.


"Enggak Rezvan, keputusanku sudah bulat. aku tidak ingin Lila merasa kesakitan lagi saat melahirkan! Rezvan menghela nafas panjang, dia hanya bisa meng support keputusan dari iparnya itu.


Dirga melirik jam tangannya, setelah itu kembali mengobrol bersama Rezvan mengenai perusahaan masing masing. "Daddy, Mommy aku pulang! Rio datang bersamaan dengan Kedua Oma dan opanya. Mereka langsung menuju ke ruang tamu, duduk di sofa yang kosong. Rezvan sangat senang melihat puteranya kembali bersama opa dan omanya.


"Kata kamu akan menginap lama di rumah opa dan oma son. " ujar Rezvan pada puteranya.


"Hehe Aku kangen sama mommy dan daddy, makanya kami pulang! Eh ada uncle Dirga, sejak kapan Uncle datang ke sini? "


"Baru saja Rio sama bibi Lila. " Rio manggut manggut mendengar jawaban Dirga. Lila dan Bianca kembali, menaruh pudding di atas meja setelah itu kembali duduk. Bianca mengusap kepala puteranya dengan senyuman merekah.

__ADS_1


"Mommy, Freya masih sekolah ya!


"Iya Rio, adik kamu masih sekolah sayang. " jawab Bianca dengan nada lembut.


"Son, ayo kita main PS2. " Rio mengangguk, mereka berdua bangkit dan berlalu pergi di susul Papi Dirga. Lila hanya bisa menggeleng, melihat suaminya yang ikut ikutan main.


**


Lila kembali mengobrol dengan adik dan orang tua mereka. "Oh ya Bi gimana kalau kita nanti jemput bareng anak anak kita. " ajak Lila pada sang adik.


"Iya Kak aku setuju!


Lila menyesap lembut tehnya, lalu ditaruh nya kembali di atas meja. Dia memilih memakan cemilannya, sambil bercanda dengan Papah dan bunda.


Dua jam kemudian


Lila dan Bianca pamitan pada suami suami mereka, kedua keluar dari mansion. Lila melajukan mobilnya menuju ke sekolah Gilang dan Freya. Setelah menjemput Gilang, kini Lila melajukan mobilnya ke sekolah Freya.


" Mami, Papi kemana kok enggak ikut? "


"Papi kamu lagi main PS sama kak Rio


sayang, " jawab Lila dengan lembut. Sampai di sekolah Freya, Freya segera masuk ke mobil dan Lila kembali melajukan mobilnya menuju kediaman Bianca.


***


Mereka akhirnya kembali ke kediaman Rezvan dan Bianca, mereka segera turun dari mobil dan bergegas masuk ke dalam. Freya dan Gilang berlari ke dalam, Lila dan Bianca menyusul anak anak mereka.


Dirga segera merangkul sang istri, memgecupi pelipis Lila dengan lembut. "Ish Mas malu tahu, banyak orang dan anak anak. " protes Lila.


"Enggak papa kali sayang, lagian aku enggak mencium bibir kamu! bisiknya pelan.


Lila merenggut, memukul dada sang suami, Dirga tertawa melihat rona merah di pipi sang istri. Rezvan hanya bisa memutar bola matanya jengah, melihat kelakuan kakak iparnya itu.

__ADS_1


bersambung


__ADS_2