
Di sinilah sekarang, si Casanova tengah di adili oleh orang tua Lila dan orang tua Dirga sendiri. Lila menahan tawanya, melihat raut pucat di wajah sang kekasih. Mommy Tari melipat tangannya di dada, dengan tatapan yang menghunus tajam kearah putera sulungnya itu.
"Katakan apa yang kau lakukan pada Lila, bocah tengik, " cecar Mommy.
"Ayolah Mom, aku enggak jadi lakuin itu kok. " jawab Dirga dengan jujur.
Mommy Tari berdecak kesal, kelakuan Dirga sama persis dengan Daddy Rafa. Diapun menoleh kearah Lila dengan senyum di bibirnya, "Maafkan sikap putera bibi ini ya Lila sayang, lain kali jika dia melakukannya lagi kamu bisa tendang masa depannya itu. " ujar Mommy.
"Pasti Bibi Tari!
Dirga melototi kearah sang Mommy, Mommy Tari mengabaikannya karena masih kesal dengan puteranya itu. " Besok kamu antar adikmu ke bandara Dirga, kalau perlu kamu ikut sekalian saja ke Australia. " ucap mommy dengan entengnya.
"No Mommy, aku cuma akan antar Edzard
saja. " tolak Dirga.
"Rafa, puteramu ini minta di lempar ke kandang buaya ya. " sahut Papah Felix.
"Lempar saja Felix. " sambung Mommy dengan santai.
Dirga melotot horor kearah mommynya, dia segera memeluk erat tubuh gadisnya dengan manja. Papah Felix hanya mendengus kasar melihat kelakuan calon menantunya itu mungkin ckck. Lila bersandar nyaman di dada pria yang di sukainya itu, tangan mereka saling bergenggaman dengan erat.
Drt drt drt
Dirga mengambil ponselnya dari dalam saku, dia langsung terdiam melihat Sabrina menghubungi dirinya. "Halo Bri ada apa? "
"Aku ingin bertemu dengan kamu sayang. " jawab Sabrina dengan nada manjanya.
"Baiklah aku akan datang, soalnya ada hal yang ingin aku bicarakan sama kamu. "
Dirga memutus sambungannya, di menoleh kearah Lil yang terdiam membisu. Cup Dia mendaratkan ciuman di kening Lila dengan lembut kemudian menjauhkan wajahnya. "Aku pergi dulu sayang. "
"Bubu, aku ikut ya lagian hari sudah hampir gelap. "
__ADS_1
Dirga menatap orang tua Lila, mereka semua mengangguk. Keduanya langsung bangkit dan melenggang pergi. Bunda Reni menatap kepergian puteri dan calon menantunya dengan raut khawatir. "Entahlah feeling ku mengatakan akan terjadi sesuatu sama mereka, " gumam Bunda dengan lirih.
"Mereka pasti akan baik baik saja Ren. " sahut Mommy Mentari.
💕💕
Dirga tancap gas, melajukan mobilnya menuju ke restauran. Hingga beberapa menit akhirnya mereka tiba di sana. Diapun menoleh kearah gadisnya sambil tersenyum. "Kamu di sini dulu ya sayang, jika ada yang janggal kamu susul ke dalam oke. "
"Iya Bubu. "
Dirgapun turun dari mobil, berjalan masuk ke dalam Restauran. Dia langsung menghampiri Sabrina yang sudah menunggunya. Dirga menarik kursi kemudian duduk, Sabrina tersenyum senang melihat kehadiran sang kekasih. "Nih sayang aku sudah pesenin kamu minuman ayo di minum dulu. "
"Bentar Bri, maaf sebelumnya kali ini kamu harus kecewa. Aku mau kita putus Bri, selama ini aku tidak pernah mencintaimu!
Deg Sabrina terkejut mendengarnya, senyuman di bibirnya langsung hilang berganti dengan kesedihan. Diam diam dia mengepalkan tangannya, merasa tidak terima atas apa yang di ucapkan Dirga padanya. " Aku sangat kecewa mendengarnya Ga, tapi aku tak bisa berbuat apapun.
"Sekali lagi maafkan aku Bri! Dirgapun menyesap kopi yang telah di pesan Sabrina, diam diam Sabrina menyeringai tanpa sepengetahuan Dirga.
Setelah selesai Dirgapun bangkit, namun tiba tiba tubuhnya terasa panas. Dia menoleh kearah Sabrina yang tengah tersenyum miring kearahnya. Sabrina datang, merangkul manja tubuh Dirga. " Ayo kita ke hotel sayang, akan aku puaskan dirimu yang tengah kepanasan
Dirgapun mendorong keras tubuh Sabrina, lalu berjalan ke luar dari restauran. Sabrina mengumpat berkali kali dan menyusulnya namun di hadang oleh Lila. Plak Lila melayangkan tamparan keras di pipi Sabrina. "Dasar wanita murahan. " pekiknya dengan mata menyala bagaikan api.
Tanpa basa basi Lila masuk ke mobil, tancap gas dan melajukannya kencang meninggalkan Restauran. Sabrina semakin marah karena rencananya telah gagal total. "Ini semua gara gara wanita sialan itu, awas saja kau Lila. "
💕💕
Skip Di Penthouse Dirga
Keduanya memasuki Penthouse, Dirga yang tak sabar langsung membopong Lila dengan bridal style menuju ke kamarnya di lantai atas.
Di dalam kamar
Dirga melepaskan pakaian mereka hingga keduanya polos, lalu menggiring Lila ke atas kasur dan menindihnya. "Ga, kita belum menikah sayang jangan lakukan ini. " tegur Lila.
__ADS_1
"Aku sudah gak tahan Yank, maafkan aku!
Malam itu Dirga merenggut hal berharga yang di miliki Lila. Suara erangan dan kesakitan menggema dalam kamar. Dirga terus melakukannya berulang kali dan dengan gaya yang berbeda hingga menjelang pagi dengan berakhir lima ronde.
❣️❣️❣️
Cahaya mentari sangat menyilaukan, Lila terbangun terlebih dahulu, merasakan sekujur tubuhnya terasa sakit. Diapun mengingat kejadian semalam kemudian menangis, bagaimana buasnya Dirga dalam menyentuhnya semalaman.
Hiks hiks hiks
Suara tangis Lila membuat Dirga terusik, Dia terbangun dan menunduk ke bawah. Dia sangat terkejut dan langsung bangun dan mendekap Lila dari belakang. " Maaf sayang maaf, aku memang brensek sayang dan aku janji akan bertanggung jawab. "
Lila terus menangis mengabaikan ucapan Dirga. Dirga membalik tubuh Lila, lalu membawanya ke atas pangkuan setelah itu menatapnya lekat. "Aku sudah ngecewain Bunda dan Papah, Dirga hiks hiks. " gumamnya lirih penuh sesal.
"Ya sudah kita mandi dulu ya. " Dirgapun menggendong tubuh Lila dan membawanya ke kamar mandi.
Skip
Keduanya menuruni anak tangga, kemudian langsung duduk di sofa ruang tamu. Dirga merasa semakin bersalah, melihat kesedihan terlihat jelas di wajah Lila. Lila menahan nafas dalam dalam, lalu menghembuskannya pelan. Dirga langsung duduk di sebelahnya, lalu meraih kedua tangan Lila kemudian mengenggamnya dengan erat.
"Kita harus menikah secepatnya sayang, dan sekali lagi maafkan aku. " ujar Dirga.
"Iya Ga, aku sudah memaafkan kamu toh semuanya sudah terjadi 'kan. " jawabnya sambil menatap wajah Dirga. Dirga bernafas lega, langsung memeluk tubuh wanitanya itu.
Lila membalas pelukan Dirga, dia kini menelusupkan wajahnya di dada bidang sang kekasih. Tak dipungkiri hatinya sangat kecewa, hal berharga yang dimilikinya telah direnggut Dirga sebelum mereka menikah. Dirga melepaskan pelukannya, mendaratkan kecupan di kening Lila dengan lembut, lalu turun ke bibirnya.
"Bisakah kita tak bertemu dulu Dirga. " ucap Lila secara tiba tiba.
Dirga sangat terkejut dengan permintaan Lila, dia langsung menggeleng cepat. Diapun mengeratkan genggaman tangan mereka berdua sambil berkata. "Enggak La, aku tahu kamu sangat kecewa sama aku tapi aku sangat ingin bertanggung jawab padamu. " tegas Dirga.
"Ayo ikut aku sekarang!
Dirgapun bangkit begitu juga dengan Lila, mereka ke luar dari Penthouse. Keduanya masuk ke mobil, Dirga langsung tancap gas dengan kencang menuju ke suatu tempat. Lila terlihat bingung dan penasaran, sebenarnya mereka akan ke mana.
__ADS_1
tbc