Istri Nakal Sang Billionaire

Istri Nakal Sang Billionaire
Epson 7 - Second Kiss


__ADS_3

Kenapa author ikut nangis mengetik kalimat bagian akhir 🤧🤧😫


Sorry ya aku tambahkan 1 kg bawang makanya air matanya menetes terus wkwk


Happy Reading!!



Rafa ke luar dari kamar mandi dengan handuk melingkar di pinggangnya. Melihat langsung pemandangan indah di depannya membuat Mentari meneteskan air liurnya.Dada bidang dan perut sixpack milik Rafandra membuatnya ingin sekali menyentuh dan menciumnya.


Mentari turun dari ranjang dan langsung memeluk punggung Rafandra.Rafandra membalas memepuknya membiarkan Mentari menumpu kepalanya di atas dada bidangnya.


Lima belas menit kemudian Mentari melepaskan pelukannya lalu mengelus perut sixpack Rafa dengan sensual sesekali dia daratkan ciuman di sana.Rafa menahan mati matian jiwa kelakiannya yang terguncang akibat sentuhan tangan Mentari apalagi saat ini juniornya tengah menegang di balik handuk yang menutupinya.


"Sweetie hentikan ulah nakalmu. " geram Rafandra.


Mentari terkekeh dan langsung menghentikan aksinya. Dia bersiul sambil menatap Rafandra dengan tatapan nakalnya. Rafandra langsung berjalan melewati mentari menuju ke kamar mandi membuat Mentari terbahak.


"Darling kamu mau ke mana? " tanyanya pura pura tak tahu.


"Ck mendinginkan adik kecilku gadis nakal. " geram Rafandra yang sudah masuk ke kamar mandi.


"Jangan lupa habiskan sabunnya setelah itu kamu beli lagi Darling. " seru Mentari sambil tertawa cekikikan.


Tak lama kemudian terdengar suara desahan dari dalam kamar mandi membuat Mentari terkekeh dan memutuskan ke luar dari kamar Rafandra.


Mentari menuruni tangga menghampiri keluarga Rafandra di ruang tamu.Diapun langsung duduk di sofa sambil senyum senyum sendiri.


"Rafa di mana Tari kok kamu sendiri yang turun nak? " tanya Mommy Clau.


"Dia sedang menghabiskan sabunnya di kamar mandi bibi. " jawab Mentari sambil mengedipkan matanya memberi kode.


Mommy Clau mengerti dan tak lama tawanya langsung pecah begitu juga dengan Daddy dan juga Juna.


"Untung kak Rafa tahan godaan dan memilih menggunakan sabun. " ucap Juna tertawa terpingkal pingkal sambil memegangi perutnya.


Satu jam kemudian Rafa menyusul mereka dan langsung duduk di sebelah Mentari.Rafa menatap keluarganya sambil menaikkan sebelah alisnya bingung.


"Bagaimana nak rasanya bermain sabun. " ledek Daddy James sambil tertawa.


Rafapun mengerti dam langsung melirik tajam kearah gadisnya.Mentari memasang wajah manisnya dan bergelayut manja di lengan Rafa. Sandra yang melihat sikapnyapun diam diam semakin membenci Mentari.

__ADS_1


"Juna, Sandra sebaiknya kalian lebih baik


beristirahatlah nak. " ujar Mommy Clau dengan lembut.


"Iya Tante. " jawab Sandra tersenyum manis.


Arjun dan Sandrapun beranjak dari duduk mereka namun Sandra sempat melirik Mentari yang menjulurkan lidahnya setelah itu berlalu pergi dari sana.


Mentari memperhatikan raut Rafandra yang berwajah masam dan kini pria tersebut tengah merajuk padanya hal itu membuatnya tersenyum geli.


"Kenapa Darling sabunnya kurang atau bagaimana. " ledek Mentari.


Tiba tiba seringai menghiasi sudut bibir Rafandra dan tanpa ragu meraih tengkuk Mentari lalu memagut bibir mungil yang sering membuatnya tergoda tersebut.Mommy Clau melotot horor melihat kelakuan puteranya yang tak tahu malu.Mentari sempat terkejut namun akhirnya terbuai dengan ciuman Rafandra yang lembut.


Lima menit kemudian


Rafandra langsung mengakhiri ciumannya dan tersenyum puas melihat rona merah di kedua pipi Mentari.Mentari memukul dada bidang Rafa dengan raut muka jengkelnya namun pukulan itu tak berarti apa apa bagi Rafa.


"Dasar anak kurang ajar kamu Rafa. " dengus Mommy.


Rafa menoleh dan tersenyum miring kearah mommy tercintanya.Sedangkan Daddy Jame ls sedari tadi hanya terkekeh melihat kelakuan putera sulungnya.


"Darling kamu nakal ya mencuri my first kiss. " omel Mentari.


"Terserah. " ucap Mentari mengerucutkan bibirnya cemberut.


Rafandra segera meraih pinggang Mentari lalu merapatkan tubuhnya.Entah kenapa setiap ekspresi yang ditunjukkan Tari membuatnya gemas. Mommy Clau bangkit dan berlalu pergi ke dapur.Rafandra mengenggam tangan Mentari lalu mengecupnya sekilas sontak membuat Mentari tersenyum manis melupakan dia tengah merajuk tadi.


"Segeralah percepat pernikahan kalian Rafa. " sambung Daddy James memberikan pendapatnya.


Rafa dan Mentari saling berpandangan satu sama lain setelah itu kembali menatap Daddy James.


"Aku setuju dengan ide Daddy! balas Rafandra sambil tersenyum.


Tak lama kemudian Mommy kembali dan menaruh minumannya di meja setelah itu duduk ditempatnya semula.Mommy Clau merasa lega melihat putera sulungnya sangat bahagia dan sangat nyaman bersama Mentari.


"Tapi sebelum menyiapkan pernikahan kami harus berbicara dengan orang tua Mentari dulu nak. " sambung Mommy.


Mentari langsung menunduk sedih mendengar Mommy Clau membahas keluarganya.Entah kenapa dia semakin merindukan kedua orang tuanya.


"Maaf bibi sebenarnya ada masalah antara aku dan kedua orang tuaku makanya aku kabur lalu memilih menjauh dari mereka. " ucap Mentari dengan jujur.

__ADS_1


"Maafkan bibi ya bibi enggak tahu nak. " balas Mommy Claudia yang terkejut mendenfarnya namun memilih tidak bertanya.


"Enggak apa apa Bibi Clau. " sahut Mentari memaksakan senyumnya.


Rafandra langsung memeluk gadisnya yang tengah bersedih.Dia sangat penasaram masalah Mentari dengan kedua orang tuanya. Mentari membuang nafasnya pelan setelah itu menatap pasangan paruh baya di depannya.


"Paman dan Bibi bisa menemui orang tuaku di jalan permata no 56 kediaman Keluarga Hutama Bibi. " ujar Mentari.


"Baiklah sayang Bibi dan Paman akan ke sana kamu jangan sedih ya. " rayu Mommy Clau.


"Iya Bibi terimakasih!


Mentari menyandarkan kepalanya di dada Rafandra sambil menenangkan pikirannya.


Drt drt drt


Mentari meraih ponselnya lalu mengerutkan keningnya melihat nomor asing menghubungi dirinya.


"Halo ini siapa? " tanya Mentari tanpa basa basi.


"Tari ini kakak Melodi! Pulanglah Tar kasihan Mommy dan Daddy yang sangat merindukan kamu. " rayu Melodi lagi.


"Oh ya hahaha! Saat aku ada di tengah kalian mommy dan daddy selalu menatap sayang padamu, membanggakanmu namun terhadapku selalu meremehkan. " sindir Mentari dengan keras.


"Bukankah bagi mommy dan daddy aku hanyalah gadis pembawa onar yang tidak punya sopan santun. " teriak Mentari dengan emosi.


"Maafkan Daddy dan mommy Tari. " sesal Melodi.


"Kamu tahu apa hah dasar gadis munafik cih kamu tidak pernah merasakan apa yang aku rasakan. " geramnya.


Tut Mentari memutus sambungan teleponnya dan tak lama kemudian Mentari menitikkan air matanya mengingat luka di hatinya kembali terbuka setelah disimpannya rapat rapat.Kedua orang tua Rafa merasa kasihan pada Mentari begitu juga dengan Rafandra.


"Dibalik sikap agresifmu ternyata kamu menyimpan luka yang kamu lendam sendiri dihatimu Tari. " gumam Rafa dengan lirih.


Mommy Clau bangkit dan langsung duduk di sebelah Mentari setelah Rafa pindah disofa lain.Tanpa ragu Mommy langsung memeluk Mentari dan mengusapnya lembut.


"Kasihan kamu sayang pasti kamu berat menghadapi semua itu sendirian.Mulai sekarang jangan sedih lagi ya nak ada bibi, paman dan Rafa yang menjadi keluarga kamu, tempat kamu berkeluh kesah mengenai isi hatimu. " ungkap Mommy dengan bijak.


Mommy Clau melepaskan pelukannya lalu menghapus air mata calon menantunya. Mentari merasakan perasaannya menghangat memdapat perhatian dari Mommy Claudia, ibu dari Rafandra.


"Terimakasih Bibi telah menerimaku dengan tangan terbuka. " ucap Mentari sambil tersenyum.

__ADS_1


"Iya nak. "


TBC


__ADS_2