Istri Nakal Sang Billionaire

Istri Nakal Sang Billionaire
Epson 86 - SIDE STORY ZIVANA Part 2 - PILIHAN SULIT


__ADS_3


*** HAPPY READING ***


Di Kerajaan Dimitri



Pagi ini keluarga besar kerajaan nampak sarapan bersama dengan tenang di meja makan. Sang kakek Douglas Dimitri, memandang kearah cucu laki lakinya itu sambil berkata. "Chris, sudah waktunya kamu menikah, kapan kamu mengenalkan calon permaisurimu pada kami!


"Perlu waktu yang tepat kakek, aku akan mengenalkannya pada kalian!


Paman Raymond tertawa meremehkan kearah keponakannya itu, jelas sekali jika pria paruh baya itu tak menyukai sosok Chris. " Oh ya buktikan Chris jangan bicara omong kosong, kerajaan Dimitri perlu garis keturunan, jika kamu tak menikah maka tahtamu akan diambil alih oleh Ammar. " desisnya.


Chris tampak tenang, tak terprovokasi oleh ucapan pamannya. Sepertinya paman Raymond benar benar ingin menantang dirinya secara tak langsung.


"Sebaiknya kita lanjutkan makan, hentikan perdebatan kalian. " ujar Wilson, ayahanda dari Christian.


Selesai sarapan, Chris mengusap bibirnya dengan menggunakan tisu. Dia menatap keluarganya secara bergantian. "Aku pergi dulu, ada urusan yang harus aku urus!


Chris melirik kearah Ammar, saudara sepupunya itu dengan sorot mata tajamnya. " Jika paman ingin Ammar merebut tahta ku maka dia harus menguasai bisnis dengan benar, jangan hanya bermain main dengan perempuan setiap harinya. "


Setelah mengatakan hal itu Chris pun bangkit dan berlalu pergi. Ammar mengepalkan tangannya, ucapan Chris tadi bagaikan penghinaan untuknya dan sang Ayah. Diapun semakin lama semakin membenci sepupu sombongnya itu. Kakek Douglas pun bangkit, dan berlalu pergi dari sana.


Paman Reymond melirik sinis kearah kakaknya Wilson, Ayahanda Wilson hanya memasang wajah datarnya kearah sang adik. "Ajari puteramu itu agar lebih sopan santun kakak. " desis Paman Reymond.


"Ck jangan tersinggung adik, nyatanya apa yang dikatakan Chris adalah kenyataan, bukan begitu Ammar. " Ayahanda langsung melirik kearah keponakannya itu. Ammar hanya diam tak menanggapi ucapan pamannya itu.


Paman Reymond dan Ammar bangkit, keduanya langsung pergi tanpa mengatakan apapun pada Wilson. Wilson hanya bisa menghela nafas panjang, melihat kelakuan adik dan keponakannya itu. Bunda Ratu langsung menenangkan Raja sekaligus suaminya itu agar tak emosi.


**


Di Perusahaan Dimitri


Christian kini berada di ruangan kerjanya, menunggu asistennya kembali.


Tok


tok


tok


Cklek Ares membuka pintu, lalu masuk ke dalam dan tak lupa menutupnya kembali. Dia membungkukkan badannya di hadapan sang tuan Muda.

__ADS_1


"Saya telah membuat janji temu dengan nona Zivana tuan, siang ini di restauran secara privat!


"Bagus Ares, jangan lupa suruh sopir menjemput calon permaisuriku itu. " perintah Christian memberi titah pada Ares.


"Baik tuan muda, saya permisi! Ares kembali membungkuk, setelah itu ke luar dari ruangan Christian. Christian bangkit dan memilih duduk di sofa, perdebatan dengan sang paman tadi sedikit membuatnya kesal, meski begitu dia masih bisa menjaga ketenangannya.


"Hanya karena tahta, seseorang bisa memilih jalan yang salah untuk menyingkirkan lawannya. " gumam Christian.


**


Tepat pukul 01.00 siang, Ares mengantar tuan mudanya ke Restauran. Kini sang tuan muda menunggu kedatangan calon permaisurinya.



Zivana nampak terkesima melihat tempat sekelilingnya, tempatnya memang benar benar privat. Christian terdiam, dia menyaksikan kedatangan gadis yang telah menolongnya.


"Silakan duduk nona Zivana. " ucap Ares mewakili tuan mudanya.


"Eh iya terimakasih tuan. " Zivana segera menarik kursi kemudian duduk, Ares k


memilih menjauh membiarkan keduanya berbicara.



"Ya Nona, ternyata ingatan kamu cukup tajam juga ya. " Christian menatap lekat gadis di hadapannya, menilai penampilan calon pengantinnya itu. Sedangkan Zivana merasa risih dengan tatapan Christian padanya, ingin sekali dia kabur dari sini pikirnya.


"Sebenarnya pria ini mau apa sih. " batin Zivana merasa penasaran.


"Sebagai ucapan terimakasih karena kamu telah menolongku, aku ingin kamu menjadi pengantinku!


jderr


Bagai tersambar petir di siang hari, Zivana sangat syok dengan apa yang diucapkan oleh Christian.


"Maksud anda apa ya Tuan, tiba tiba menginginkanku menjadi pengantin anda. Lagian aku menolong anda tanpa meminta imbalan, hanya rasa kemanusiaan!


Christian tersenyum sangat tipis, mendengar penuturan dari Zivana. Zivana mendadak kesal mendengar ucapan pria di hadapannya itu, ingin sekali dia mengumpat padanya namun dia urungkan.


"Aku beri waktu tiga hari, pikirkan tawaranku ini dengan baik baik! Kesempatan ini tidak datang dua kali, kupastikan hidupmu terjamin jika kamu menikah denganku!


" Maaf Tuan aku menolak! Zivana langsung bangkit, berbalik dan hendak melangkah pergi namun Ares segera menahannya, memberi tatapan peringatan pada gadis itu.


"Jaga sikapmu Nona di hadapan Tuan Muda, kamu tidak tahu siapa pria yang kamu tolak

__ADS_1


ini. " geram Ares. Zivana terpaksa kembali duduk, dia berusaha menekan amarahnya yang tersulut.


Christian tampaknya tak terganggu dengan sikap Zivana barusan. Dia merasa gadis di hadapannya sangat cocok menjadi permaisurinya kelak, istri yang melahirkan pewarisnya suatu saat nanti, "Mari makan siang dulu, sebelum sopir mengantarkan kamu pulang!


Zivana menurut, mereka berdua makan siang bersama dengan tenang. Ares memilih menjaga jarak dari tuan mudanya setelah di rasa keadaan kembali tenang. Selesai makan siang, Christian menatap kearah asisten kepercayaannya itu. "Antar Zivana ke depan, pastikan dia selamat sampai ke rumahnya. "


"Baik Tuan Muda!


" Mari nona saya antar. " Zivana bangkit dan melangkah pergi lebih dulu di susul Ares.


**


Sebelum pergi Ares mengatakan beberapa hal pada Zivana, setelah itu dia membiarkan sopir melajukan mobilnya. Dia segera masuk ke mobil dan melajukan kencang setelah sang tuan muda masuk.


Selama perjalanan ke rumahnya, Zivana berkali kali menghela nafas panjang mengingat pembicaraannya dengan sang tuan muda.


Dia merasa sangat dilema saat ini, jika menyetujuinya dipastikan hidupnya akan terkekang, tak bisa bebas seperti biasa. Tapi jika menolaknya, Zivana takut jika Christian akan meminta Ares untuk mengusik keluarganya.


"Kenapa hidupku jadi rumit sekarang, seandainya kemarin aku tak menolongnya, aku tak perlu repot repot berurusan dengan pria


itu. " gumam Zivana.


Beberapa saat kemudian, diapun turun dari mobil dan mobil yang mengantarnya melesat jauh. Tanpa buang waktu dia langsung masuk ke dalam rumah dengan perasaan campur aduk. "Apa yang harus aku lakukan sekarang, apa aku cerita saja sama kak Lila, atau ibu. " pikirnya.


"Eh tidak tidak, sebaiknya aku enggak cerita sama mereka, takut membuat mereka kepikiran. " Zivana menghempaskan dirinya di sofa, memijat pelipisnya yang terasa pening.


"Apa yang harus aku lakukan sekarang!


"Tiga hari waktuku, tapi aku sangat sulit menentukan keputusanku. Apa sebaiknya aku kabur saja, kembali kabur ke tokyo misalnya. " celetuk Zivana.


Drt drt drt


.Zivana beralih mengeluarkan ponselnya dan memeriksa pesan yang masuk.


from xxx


Saya Ares, asisten tuan muda! saya peringatkan, jangan sekali sekali berniat kabur nona atau nona akan tahu akibatnya!


Zivana melotot membaca pesan dari Ares tersebut, dia mengusap wajahnya kasar dan semakin di landa kegalauan.


"Aaaaa menyebalkan, sialan! makinnya kesal.


bersambung

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE, VOTE DAN KOMEN


__ADS_2