
Sore itu berkumpul 'lah keluarga romanov serta para sahabat dari Mentari dan Rafandra. Mereka semua kini tengah memperhatikan anak anak mereka.
Dirga, si calon casanova cap teri selalu memcari kesempatan mencium pipi Lila. si kecil Divya yang melihat kelakuan Dirga hanya bisa menggembungkan pipinya. Dyvya merupakan anak pasangan Reina Davin, Calvin putera dari Alex dan Monica berusia satu tahun.
"Dasar playboy cap ikan teri. " ucap Calvin pada Dirga.
Dirga menatap Calvin sambil melotot kemudian berkata. "Ili bilang dong Apin. " Calvin menggerutu, dia sangat tidak suka di panggil Apin sama si cadel Dirga.
"Udah dong Dirga, jangan suka ngatain Calvin kayak gitu. " omel Lila.
Dirga mempoutkan bibirnya, menarik tangan Lila membawanya memjauh dari Calvin. Calvin hanya menghela nafas pelan, lagaknya kayak orang dewasa wkwk.
"ila, Iga gak suka kamu belain Apin. " protes Dirga dengan raut muka lucunya.
Rafa tergelak melihat raut cemburu di wajah puteranya itu. Sementara yang lain tercengang dengan aksi yang ditunjukkan Dirga.
"Kenapa Dirga kesal memangnya Lila salah menasehati Dirga? "
"Tentu aja calah, ila gak peka ya, padahal Iga 'kan cembulu liat ila dekat Apin. " Dirga melipat tangan kecilnya di dada, Lila nampak tak mengerti dengan ucapan Dirga.
"Memangnya Dirga tahu cemburu itu apa?
Dirga menggeleng, Lila menepuk jidatnya pelan. Sedangkan Calvin kini tertawa terbahak bahak melihat wajah bodoh Dirga. Mentari melirik sinis kearah suaminya, Rafa memasang wajah tak bersalahnya di hadapan sang istri dan keluarga mereka.
"Ajaran si Rafa memang benar benar sesat, masa si kecil Dirga udah diajari cemburu segala. " ujar Felix sambil tertawa.
"Heh daripada kamu Felix, ngejar satu orang cewek aja enggak dapet dapet 'kan. " sahut Rafa dengan muka songongnya.
Felix terdiam. Dia kalah telak, memang benar apa yang dikatakan Rafa. Dia belum berhasil meluluhkan hati Violetta ditambah Violetta saat ini dekat dengan pria lain. Rafa tertawa melihat sahabatnya itu mellow, sedangkan Alex seperti biasa memasang wajah datarnya merasa jengah dengan tingkah kedua sahabatnya itu yang sangat kekanakan.
Tari melirik jam di dinding menunjukkan waktu 04.00 sore. Dia segera bangkit, menghampiri puteranya Dirga. "Dirga sayang, ayo ikut mommy udah sore ini waktunya kamu mandi. "
"Ommy, Iga kali ini ingin dimandiin Bi Lenita. " pinta Dirga dengan puppy eyesnya.
"Baiklah ayo Mommy antar kamu dan Lila menemui bibi Renita. " Dirga mengangguk, mengenggam tangan sang Mommy sama halnya dengan Lila. Mentari segera mengajak kedua bocah cilik itu menemui Renita di dapur.
__ADS_1
Di Dapur
"Mbak, Nih Dirga pengen dimandiin sama mbak Renita. " ucap Mentari sambil tersenyum.
"Eh iya Nyonya ayo den Dirga, ayo Lila sayang. " ajaknya pada puterinya Lila dan Dirga.
Kedua bocah itu langsung ikut Renita ke kamar atas, Mentari segera membuatkan minuman untuk para tamunya. Setelah selesai, dia segera membawanya ke ruang tamu.
"Felix, gimana hubunganmu dengan Vio? "
Wajah Felix semakin ditekuk, mendapati pertanyaan dari Mentari. "Vio jadian sama pria lain Tar. " jawabnya pelan. Mentari terkejut begitu juga dengan Rafa dan lainnya. Diapun mendengarkan penjelasan dari Felix hingga selesai. "Mungkin memang Vio bukan jodoh kamu Felix. " cetus Mentari.
"Hn. "
Rafa merasa kasihan dengan sahabatnya itu, Diantara empat sekawan kisah cintanya yang paling rumit adalah Felix. Felix membuang nafas berat, mencoba merilekskan pikirannya saat ini yang masih memikirkan Violetta.
"Sudahlah jangan lihat aku seperti itu guys. " ucap Felix dengan senyuman palsunya.
Mentari terdiam sejenak, dia masih ragu mau mengatakan keadaan Melodi pada orang tuanya apa tidak. Tapi Dia tidak punya hak untuk bercerita, Harusnya Reyhan 'lah yang menjelaskan semuanya pada Mommy dan Daddy tentang Melodi.
45 menit kemudian Renita turun bersama puterinya Lila dan Dirga. Mereka bergabung bersama yang lain, lagipula Mentari sudah menganggap Renita seperti saudarinya sendiri meski dia hanya seorang pelayan.
"Ila kalo udah gede, kamu jangan lupain Iga
ya. " seru Dirga.
"Iya Dirga. " senyuman manis ditunjukkan Lila untuk Dirga. Diga mendekatkan wajahnya, mencium pipi Lila kembali.
Renita mengulas senyumnya, melihat betapa manisnya Dirga dan puterinya Lila. Entah kenapa dia merindukan mantan suaminya, meski berkali kali dirinya di sakiti nyatanya Renita masih tetap mencintai ayah Lila.
Pluk Renita menoleh, dia tersenyum melihat kehadiran majikannya. Mentari duduk di sebelah Renita kemudian menatapnya. "Kenapa Mbak Renita menangis, apa Dirga menjahili mbak? "tanya Mentari.
"Enggak Nyonya eh Tari, aku hanya teringat dengan mantan suamiku Tar. "ucapnya, terlihat kesedihan mendalam diwajah Renita.
Mentari ikut merasakan kesedihan Renita, meski tak mengalaminya, dia sungguh sungguh merasa kasihan sekaligus kagum dengan Renita.
__ADS_1
Kamu terlalu baik mbak, kalau aku pasti sudah pergi jauh dan melupakan cinta yang membuatku tersakiti.
"Mbak Renita masih cinta sama mantan suami Mbak? "
Renita terdiam, lalu kepalanya mengangguk. Mentari menghela nafas pelan, meraih tangan Renita kemudian mengenggamnya.
"Lupakan saja mbak, mulailah hidup baru bersama Lila dan mungkin saja mbak bisa mencari pendamping lagi. "
"Iya Tari akan kucoba saranmu. Terimakasih kamu mau mendengar keluhanku, jarang jarang lho orang kaya sangat ramah sama
pelayannya. " ledeknya.
"Lagian kita 'kan sama sama manusia mbak dan juga sama sama makan nasi, jadi buat apa membedakan orang satu sama lain hanya karena status. " ucap Tari dengan bijak.
Renita mengulas senyumnya, dia merasa kagum dengan pemikiran Mentari yang menurutnya sangat dewasa. Dari balik pintu Rafandra merasa kagum dan bangga dengan pemikiran istrinya.
"Mas bangga sama kamu sayang. "batinnya.
Mentari tiba tiba memiliki ide, dia melirik Renita dengan senyuman penuh arti.
Bagaimana kalau aku jodohin saja mbak Renita sama Felix pikirnya.
Mentari kembali memperhatikan anaknya begitu juga dengan Renita. Keduanya bangkit, bergegas mengajak anak anak ke dalam, melihat langit mulai gelap.
Para perempuan kini berada di dapur menyiapkan makanan untuk makan malam. Lila terlihat menjauh melihat interaksi Dirga xengan daddynya begitu juga dengan Divya, dan Calvin. Wajahnya nampak sangat murung, Felix yang melihatnya segera menghampiri gadis cilik itu.
"Lila kenapa bersedih sayang? " tanya Felix dengan lembut.
"Uncle, Lila ingin punya ayah sama seperti Dirga dan lainnya. " ungkap Lila dengan wajah murungnya.
Felix yang melihat raut wajah sedih Lila, membuatnya ikut bersedih. Entah kenapa dia ikut merasakan kesedihan yang dirasakan gadis cilik di depannya. "Jangan sedih Lila, 'kan masih ada Uncle Felix. " rayunya.
"Aku ingin ayah Uncle. " cairan bening menggenang dikedua manik mata Lila, Felix segera merangkul gadis cilik itu dan tangis Lila langsung pecah. Renita bergegas menghampiri puteri kesayangannya itu. "Lila sayang. "
Felix melepaskan pelukannya, dia memberi ruang untuk Renita dan Lila. Renita langsung memeluk puteri tercintanya itu. "Maafkan Ibu sayang, maaf. Ibu tidak bisa memberi keluarga utuh untukmu. " sesal Renita pada sang puteri.
__ADS_1
Felix ikut bersedih, melihat kesedihan di kedua mata perempuan beda usia itu. Entah kenapa hati kecilnya ingin sekali merengkuh keduanya, tanpa ragu Felix langsung memeluk Renita dan Lila. Mentari dan lainnya mengulas senyumnya melihat pemandangan di depan mereka yang seperti sebuah keluarga kecil.
Bersambung