Istri Nakal Sang Billionaire

Istri Nakal Sang Billionaire
Epson 30 - Cemburu buta


__ADS_3

Di jamin bawang bertebaran 10 ribu kilo wkwkw😷😭😭😫


cuci muka dulu habis nangis nulis bab ini 🤧🤧🤧


Di Singapura


Rafa kini tengah berada si balkon, kamar hotelnya. Suara ponsel bergetar, Rafa merogohnya dari dalam saku celana.


Dia segera membuka pesan masuk dari nomor tak di kenal.Rafa terkejut melihat foto istrinya bertemu seorang pria di mall.Dirinya diselimuti penuh amarah dan api cemburu berkobar dalam dirinya setelah membaca pesan misterius tersebut.


Unknown Number


Lihatlah istri dari sang billionaire kaya, bertemu mantan kekasihnya di pusat perbelanjaan.Sepertinya Nona Mentari tengah bernostalgia dengan cinta pertamanya tersebut mengingat suaminya pergi ke singapura. 😏😏.


Rafandra mengeraskan rahangnya sambil meremas ponselnya, "Kenapa Mentari tak mengatakan hal ini padaku, Apa dia masih punya rasa dengan mantannya itu. " geram Rafandra.


Rafandra ke luar dari kamar hotelnya sambil menyeret kopernya. Dia menghubungi Liam asistennya sambil berkata, "Kembali ke Indonesia sekarang juga Liam. " perintahnya.


Liam ke luar dari kamar hotel sambil membawa kopernya. Dia terlihat bingung melihat sang boss dengan wajah menggelap, " Lalu bagaimana dengan klien kita Tuan. " tutur Liam.


"Cancel katakan bahwa aku sedang sibuk. " Rafandra berjalan melewati Liam dengan aura dinginnya. Liam hanya pasrah menuruti perintah atasannya, dia menghubungi Klien setelah itu menyusul sang boss ke luar dari hotel.


Mobil melesat meninggalkan hotel menuju ke Bandara. Selama perjalanan, Rafandra menahan emosinya setelah melihat foto istrinya bersama Arfan. Dia harus meminta kejelasan dari Mentari secepatnya, " Aku kecewa sama kamu Tari. " gumamnya lirih.


30 menit kemudian


Keduanya masuk ke dalam pesawat. Rafandra memikirkan kemungkinan yang belum tentu terjadi. Hatinya terlihat resah dan gelisah, mendapati wanitanya bertemu cinta pertamanya.


Setelah menempuh jarak 1 jam 45 menit, Rafandra tiba di indonesia.Mereka masuk ke dalam mobil yang menjemput keduanya.


Skip tiba di Mansion, Rafa langsung turun dan masuk ke dalam. Dia mencari istrinya kesetiap sudut ruangan, "Mentari. " teriakannya menggema dalam ruangan.

__ADS_1


Di dapur, Mentari segera bergegas ke ruang tamu. Dia terkejut melihat kepulangan suaminya namun ada yang aneh. Tari segera menghampiri suaminya tersebut, "Hubby kenapa kamu pulang sekarang. "


Rafandra menoleh dan menatap tajam istrinya, dia percepat langkah kakinya hingga berdiri dihadapan Mentari. Tanpa menyapa Rafa langsung menunjukkan fotonya pada Mentari.


Mentari membeku. Dia menatap sorot mata suaminya yang dipenuhi kemarahan. Melihat reaksi istrinya, Rafa semakin murka. Tanpa sadar dia memcekal erat tangan Mentari hingga dia meringis kesakitan.


"Sakit Mas! Rafandra mengabaikannya dan terus menatapnya tajam, "Katakan apa kamu menemui mantanmu itu dan berniat menjalin hubungan diam diam dengannya. " geram Rafandra.


Mentari menggeleng. Tak percaya suaminya menuduhnya selingkuh membuatnya sakit hati. Diapun mencoba melepaskan cekalan tangan suaminya namun Rafa semakin mencengkeramnya erat, "Ayo cepat jawab. " bentak Rafandra dengan nada tinggi.


"Kemarin aku tidak sengaja bertemu dengannya Mas. Mana aku tahu kalau aku akan bertemu dengannya. " Rafandra melepaskan cengkeraman tangannya. Mentari dengan mata berkaca kaca menyentuh tangannya yang memerah.


"Aku tidak percaya. Mengingat selama ini kamu merayuku mungkin saja kamu juga menggoda mantanmu dibelakangku. " Rafa tanpa sadar kembali menorehkan luka di hati Mentari.


Mentari tersenyum nanar mendengar ucapan suaminya. Hatinya berdenyut sakit namun dia tahan. Dia berbalik dan berlalu pergi dari sana.


Tari memilih masuk ke kamar sebelah. Menghempaskan dirinya ke atas tempat tidur. Aaaarghhhhh ingin sekali dia berteriak sekeras mungkin saat ini.


Hiks hiks hiks


"Mommy kecewa sama Daddy kamu sayang. Mentari menatap langit langit kamarnya dengan pandangan kosong.Lagi lagi ucapan Rafa terngiang dikepalanya, membuatnya kembali menangis terisak.


Tok tok tok


"Tari buka pintunya, aku belum selesai bicara. teriak Rafandra di balik pintu.


Mentari mengabaikan suaminya memanggilnya dengan berteriak sambil menggedor pintu. Hatinya terlanjur sakit atas ucapan Rafa barusan. Kepulangan Rafa yang mendadak berubah menjadi kerikil dan luka bagi dirinya serta rumah tangga mereka.


"Aku benci kamu Mas Rafa! Mentari memiringkan tubuhnya dan menangis dalam diam. Dia butuh waktu sendiri supaya bisa menghadapi masalahnya dengan Rafa.


Lelah menangis membuat Mentari tertidur lelap hingga sore menjelang. Sementara itu Rafandra menetralkan emosinya dan pergi ke kamar mereka.

__ADS_1


pukul 05.00 sore


Mentari terbangun dari tidurnya, dia ke luar dari kamar menuruni tangga hati hati. Dia memilih cuek melihat keberadaan suaminya di ruang tamu. Setelah menghilangkan dahaganya, Tari hendak kembali ke kamar namun Rafa menahan tangannya. "Aku ingin bicara sama kamu Tari. " ujarnya dengan nada datar.


"Tidak ada yang perlu dibicarakan lagi. Bukankah kamu tidak percaya padaku untuk apa kita bicara. " Rafa terdiam membeku memperhatikan kedua mata istrinya yang sembab.


Mentari menepis tangan suaminya meski berat dia harus mengatakannya kali ini, " Lebih baik sementara waktu kita berpisah Mas. Aku akan tinggal di apartemen Daddyku sampai kita sama sama bisa berpikir jernih. " ujar Mentari dengan raut datarnya.


Rafandra terkejut mendengarnya.Dia mencoba meraih tangan istrinya, namun Mentari menepisnya kasar. "Jangan sentuh aku lagi, bukankah dimatamu aku wanita kotor. " sindirnya.


Sekuat tenaga Tari menahan air matanya, Dia tidak mau dianggap lemah oleh Rafandra. Tari menghembuskan nafas kasar merasa berat dengan keputusannya, tapi dia tak mau tersakiti lebih dalam lagi dari suaminya.


"Terserah kamu berpikir apa tentangku. Aku tidak peduli, soal janin ini aku bisa merawatnya sendiri tanpa kamu. " Mentari berbalik dan menaiki tangga menuju ke kamarnya.


Deg bagai tersambar petir disore hari, mendengar kalimat terakhir yang diucapkan istrinya. Sontak menyadarkan dirinya dari kemarahan dan cemburu butanya hingga melukai hari sang istri. Tanpa ragu dia langsng berlari menyusul istrinya ke kamar mereka.


Brak Dia membuka pintunya kasar, terkejut melihat istrinya yang mengemasi pakaiannya ke dalam koper. Rafa mendekati istrinya dan segera mendekapnya dari belakang. Tubuh Mentari menegang merasakan dekapan dari suaminya dari belakang.


"Jangan pergi sayang. Maafin Mas yang mencaci maki dan menuduh kamu. Cemburu buta dan amarah menguasai diri Mas hingga melukai hati kamu. " bisiknya dengan penuh penyesalan.


Mentari mengabaikan bisikan Rafa. Dia tetap memasukkan bajunya ke dalam koper. Rafandra berusaha membujuknya agar istrinya tidak pergi.


Setelah selesai Mentari melepaskan dekapan suaminya dan menatap datar Rafandra. Mentari tersenyum nanar kearah suaminya sambil berkata, "Ucapanmu tadi masih membekas di hatiku Mas tapi dengan gampangnya kamu minta maaf. "


"Tapi Maaf keputusanku sudah bulat. " Rafandra menatap sendu kearah sang istri. Nampak keduanya sama sama tersiksa dengan perpisahan mereka sementara ini. Rafandra menyesali kebodohannya yang fatal dan tak sadar ikut menangis. Dia membawa tubuh wanitanya kedalam pelukannya.


Tangis Mentari pecah dalam pelukan Rafa. Keduanya menangis dalam diam tanpa mengatakan apapun. Mentari tidak berontak dan memaki suaminya, membiarkan mereka berpelukan untuk terakhir kalinya.


"Aku harap Mas bahagia tanpa aku. " Mentari mengigit bibirnya kala kalimat itu meluncur dengan bebasnya dari bibir mungilnya.


Rafa menggeleng. Tak kuat harus berpisah sementara dari sang istri. Mentari, nyawanya, belahan jiwanya sekaligus hidupnya namun karena kebodohannya, istrinya itu tersakiti dengan kata kata kasarnya.

__ADS_1


"Maafkan Mas sayang. Beri Mas kesempatan menebus kebodohan Mas. " Mentari hanya diam tak menimpali permintaan suaminya.


TBC


__ADS_2