Istri Nakal Sang Billionaire

Istri Nakal Sang Billionaire
Epson 78 - PERNIKAHAN REZVAN & BIANCA


__ADS_3

Tiga hari berlalu


Acara pernikahan Rezvan dan Bianca telah terlaksana di sebuah gereja yang di hadiri keluarga mereka. kini keduanya sudah selesai mengucap janji pernikahan di hadapan


Tuhan-Nya.


Selesai mengucapkan janji suci, keduanya memasangkan cincin masing masing ke jari pasangan. Rezvan memberi ciuman di bibir sang istri sekilas, setelah itu memeluk tubuh Bianca.


Bianca menangis haru dalam dekapan sang suami, meski sederhana namun pernikahannya sangatlah berarti dalam hidupnya. "Terimakasih sayang, kamu mau menjadi istriku dan ibu dari Rio. " bisik Rezvan.


"Sama sama Mas!


" Mommy, Daddy. " Keduanya menoleh dan melepaskan diri. Bianca mengambil alih Rio dari gendongan sang kakek, berkali kali dia mencium kening dan pipi putera tirinya itu. Ayah Ardhan terharu melihat keluarga kecil Bianca, dia telah selesai menikahkan kedua puterinya dan masing masing sudah memiliki keluarga sendiri.


"Nak semoga kalian berdua selalu bahagia. " ucap Ayah dengan tulus.


Bianca menyerahkan Rio pada sang suami, dia langsung berhambur kepelukan sang Ayah. Ayah membalas pelukan puterinya itu dan memberikan kecupan di puncak kepala Bianca dan bergantian dengan Ibu dan lainnya.


"Terimakasih ayah atas doanya. " Bibir Bianca melengkung membentuk senyuman bahagia kearah keluarganya secara bergantian. Zivana dan Kenzo ikut memeluknya, memberikan selamat pada kakak kedua mereka itu.


"Sayang Rio biar ikut sama ayah dan Ibu saja. " ucap Ibu dengan lembut.


"Iya Bu! Merekapun keluar dari gereja, masuk ke dalam mobil masing masing. Bianca bersandar di bahu sang suami sambil bergenggaman tangan.


Setelah 30 menit, mereka akhirnya sampai, kedua pasangan itu langsung turun dari mobil dan masuk ke dalam penthouse. Rezvan merangkul istrinya dengan erat dengan senyum di bibirnya. "Welcome sayang, sekarang penthouse ini rumah kita bertiga dengan Rio dan calon adik adiknya. "

__ADS_1


"Gerah Mas yuk mandi! Keduanya bergegas, menaiki tangga menuju ke kamar mereka. Cklek Bianca membuka pintunya, lalu masuk ke dalam di susul Rezvan. Dia terkejut melihat kamarnya yang di hiasi bunga di mana mana.


"Semua keperluan kamu ada di lemari sayang. " ucap Rezvan melingkarkan tangannya ke pinggang sang istri. Jantung Bianca berdebar kencang, berada dekat dengan sang suami. Rezvan mulai menurunkan gaun pengantin sang istri hingga Bianca hanya mengenakan pakaian dalamnya.


Bianca menoleh, terlihat pipinya merona karena malu, Rezvan melepaskan tuxedo dan kemejanya menampilkan dada bidang miliknya.


Dia berkali kali menelan ludah kasar melihat penampilan sang istri. Bianca segera berlari ke kamar mandi, Rezvan mengusap wajahnya kasar dan berusaha mengontrol dirinya.


Skip


Kini Bianca memakai piyama seksinya yang berwarna hitam, diapun langsung menghampiri suaminya yang duduk di dekat pintu balkon. Rezvan lagi lagi menelan salivanya, kala sang istri duduk di pangkuannya. "Kita pemanasan dulu sayang, puncaknya kita lakukan nanti malam. "


"Tapi Mas, jangan hamil dulu ya Rio masih kecil umurnya 3 tahun. "


"Mas pengennya kamu hamil sayang! Bianca menghela nafas dalam lalu mengangguk, mengiyakan keinginan sang suami. Rezvan tersenyum lebar, dia membuka piyama istrinya, menyentuh setiap lekuk yang bisa dia sentuh dengan tangannya. Tubuh Bianca bergetar, merasakan sentuhan asing yang baru di rasakannya namun begitu nikmat. Tatapan mereka saling mengunci satu sama lain, bibir Rezvan membentuk senyuman manis kearah sang istri.


"Mas apa kita tunda dulu beri adik buat Rio, kasihan Rio nanti mas dan aku takut Sabrina memanfaatkan keadaan kita Mas, jika aku dalam keadaan hamil. "


"Tapi Yank, aku pengennya kamu tetap hamil calon adik untuk Rio, soal Sabrina aku sudah meminta bantuan papah Felix dan pengacara keluargaku! Bianca hanya bisa menghela nafas dalam, keinginan suaminya tak bisa di bantah.


" Ya sudah terserah Mas saja! jawab Bianca dengan pasrah.


Drt drt drt


Bianca bangkit dan mengambil ponselnya yang berbunyi. "Halo. "

__ADS_1


"Katakan sama Rezvan, dua hari lagi perebutan hak asuh Rio. Jika dia ingin merawat Rio, dia harus mau kembali rujuk dengan aku. " Tut Sabrina menutup sambungannya, Bianca masih syok atas apa yang di minta Sabrina barusan.


Bianca menaruh ponselnya di atas meja, apa yang dia takutkan benar benar terjadi. Dia menghampiri sang suami dengan raut tak terbaca, Rezvan merasa penasaran apa yang dikatakan dalam telepon.


"Sabrina, mantan istrimu menghubungi aku Mas. " ucap Bianca dengan lirih, menahan rasa sesak di dalam dadanya.


"Sayang katakan apa yang dia katakan sama kamu. " desak Rezvan.


Bianca memandang suaminya itu dengan sendu lalu mengatakan semuanya pada sang suami. Rezvan mengepalkan kdua tangannya, sepertinya Sabrina memang berniat ingin sekali menghancurkan dirinya dan Bianca. "Dia akan mencabut tuntutannya di pengadilan dan membiarkan kamu merawat Rio asalkan kamu kembali padanya Mas!


Tes tes tes Bianca menangis dalam diam, hatinya sakit dengan kenyataan yang harus di pilih dari dua pilihan yang sulit. Rezvan membawa istrinya dalam rengkuhannya, tanpa dia sadari dirinya melukai hati Bianca istrinya.


"Besok kita akan datang ke pengadilan sayang, dipastikan kita yang akan menang atas hal asuh Rio. Selain itu aku tak berniat kembali pada wanita gila itu. "


Tangis Bianca semakin pecah, dia merapatkan pelukannya di tubuh sang suami. Rezvan merasa sakit melihat istrinya menangis seperti ini, dia mengusap punggung istri tercintanya.


Bianca PoV


Aku dan Mas Rezvan baru menikah, tapi sudah ada ujian pertama dalam rumah tangga kami. Aku tahu aku bukan wanita yang melahirkan Rio, tapi aku sangat sayang pada putera tiriku itu. Ya Tuhan aku harus apa sekarang, haruskah ku korbankan pernikahanku dan memilih si kecil Rio, agar mas Rezvan bisa merawatnya tanpa ada tuntutan dari Sabrina.


Bianca melepaskan pelukannya, mengusap air matanya dengan kasar. Dia memandang sang suami dengan tatapan sendunya. "Mas Bagaimana kalau kita..."


"Cukup! Aku tahu apa yang kamu pikirkan sayang, apa kamu enggak mikirin aku sayang kenapa kamu ambil keputusan gegabah! ujar Rezvan menaikkan nada bicaranya.


" Tapi supaya kamu bisa merawat Rio Mas, aku sayang banget sama Rio hiks. " ujarnya sambil sesegukan. Rezvan mengusap wajahnya kasar, dan kembali duduk dan memeluk istrinya. Dia mengusap punggung Bianca yang bergetar karena menangis.

__ADS_1


"Kamu memang pantas menjadi mommynya Rio Bianca, kamu sangat menyayangi putera kecil kita itu. Aku janji akan berusaha memenangkan hak asuh Rio demi kamu. " batin Rezvan dengan tegas.


bersambung


__ADS_2