Istri Nakal Sang Billionaire

Istri Nakal Sang Billionaire
Epson 32 - Flashback Sandra & Juna


__ADS_3

Di apartemen Sandra, 03.00 sore.


Sandra tampak tersenyum puas mendengar laporan dari orang suruhannya. Dia sangat senang melihat Rafa dan Mentari bertengkar hebat. "Akan kupastikan kalian akan segera pisah namun nikmatilah awal awal kehancuran rumah tangga kalian. " gumamnya dengan seringai licik dibibirnya.


Kini dia mengenggam foto Mentari dan Arfan saat mereka bertemu di mall. Dia letakkan poto itu di meja, tiba tiba teringat Arjuna tunangannya. Cih mengingat selama ini bersandiwara, berpura pura baik dan mencintai pria itu membuatnya jenuh. "


Flashback On


Pertemuan Sandra dan Arjuna hingga mereka bertunangan.


Di paris kala itu Sandra tampak sangat kacau, saat tahu pria yang dicintainya yaitu Rafandra jadian dengan Monica. Dia menenangkan di sebuah taman yang letaknya tak jauh dari menara eiffel.


"Hiks hiks kenapa dia harus berpacaran dengan gadis itu. " gumamnya lirih.


Tiba tiba seseorang menyodorkan sapu tangan dan sebotol air mineral. Sandra mengangkat kepalanya, memandang pria asing yang memberikan sebotol air minum padanya.


Sandra mengambil sapu tangan dan air minumnya lalu berkata. "Terimakasih. " ucapnya.


Pria tersebut duduk disebelah Sandra dan memperhatikannya dengan raut bingung, " Kamu menangis karena diputusin atau cintamu bertepuk sebelah tangan ya Nona. " ucapnya asal.


"Kok kamu tahu, Memangnya kamu siapa sih. Sandra membalasnya dengan ucapan ketus.


"Aku Arjuna Felix Romanov. " Sandra terkejut mendengar nama belakang pria disebelahnya, namun tak lama kemudian seringai menghiasi disudut bibirnya. Dia menyodorkan tangannya dan menyebutkan namanya.


"Sandra Aurelia Gie. "


Sandra segera menghapus air matanya, membuka botol dan meneguk air putih dalam genggamannya. Setelah selesai minum, dia kembali menatap Arjuna, " Oh ya kenapa kamu berada di Paris? " tanya Sandra basa basi.


"Aku kabur dari rumah.Orang tuaku menginginkanku meneruskan perusahaan namun aku tidak mau. Mungkin saja saat ini kakakku 'lah yang mengantikan posisi direkturnya. " Arjuna mengatakan hal itu dengan melirik kearah Sandra.


Sandra menepuk bahu Arjuna dengan pelan. Dia berusaha mengambil hati adik dari Rafandra tersebut. "Kamu beruntung memiliki seorang saudara, sedangkan aku hanya anak tunggal. "


"Oh ya kenapa kamu menangis. Arjuna mencoba mengalihkan pembicaraan diantara mereka. Sandrapun mengatakan masalahnya pada Arjuna namun tidak menyebut pria yang disukainya.

__ADS_1


Arjuna menghapus sisa air mata Sandra dengan lembut, "Jangan menangis wajahmu akan jelek nanti. " guraunya. Sandra mengulas senyumnya, mendapatkan perhatian kecil dari Arjuna.


"Mumpung di Paris ayo jalan jalan. Arjuna bangkit, mengulurkan tangannya. Sandra menerima uluran itu dan beranjak dari duduknya. Mereka berdua meninggalkan taman dan mengitari sekitar menara Eiffel sambil mengobrol banyak hal.


Semenjak itu keduanya kian akrab satu sama lain. Arjuna sering mengenalkan Sandra pada orang tuanya melalui video call. Butuh waktu dua bulan, Arjuna menyatakan cintanya pada Sandra dan mereka resmi jadian. Tak lama kemudian mereka resmi bertunangan di Paris, demgan kejutan romantis dari Arjuna terhadap Sandra.


Selama tiga tahun mereka selalu mesra dan terlihat baik baik saja. Sandra sangat pintar dalam hal berpura pura baik dan bersikap manis dihadapan Arjuna beserta orang tuanya.


Hingga satu tahun terakhir, Arjuna mengetahui rencana Sandra yang sebenarnya dari orang suruhannya,mengetahui hal itu cintanya langsung pudar seketika. Dia sangat kecewa dan marah terhadap Sandra namun Sandra tak peduli. Untuk itu dia memutuskan untuk tetap mempertahankan hubungan palsu dirinya dengan Sandra.


Flashback OFF


Sandra menghembuskan nafas berat, Dia masih terlihat bingung dengan Arjuna yang masih mempertahankan hubungan mereka, "Bagaimanapun caranya aku harus bisa memutuskan hubunganku dengan Juna. " ucapnya penuh tekad.


💕💕💕


Sementara itu Arjuna tengah bertemu dengan Bianca, teman sma Mentari. Diandra nampak acuh terhadap pria didepannya tersebut, Arjuna menyunggingkan senyumnya melihat gadis yang unik seperti Bianca, "Darimana kau dapat nomorku tuan pemaksa. " cetus Bianca dengan tatapan penuh selidik.


Bianca hanya beroh ria memampilkan wajah datarnya. Sesekali dia lirik jam tangannya, pukul 04.00 sore. "Sebaiknya aku pergi ada urusan.Oh ya sampaikan salamku pada Mentari. Bianca berlalu pergi tanpa menunggu jawaban Arjuna.


Arjuna menepiskan senyumnya, menatap kepergian Bianca dengan senyuman penuh arti. Entah kenapa dia semakin tertarik, ingin meluluhkan sikap dingin gadis tomboy itu.


Drt drt drt suara dering ponsel menyita perhatiannya. Arjuna meraih ponselnya dan berdecih setelah tahu siapa yang menghubungi dirinya.


Sandra is calling..


(Sambungan terhubung)


"Halo ada apa Sandra? " tanyanya dengan nada datar.


"Bisakah kita bertemu. Ada yang ingin aku bicarakan sama kamu.Datanglah ke apartemen sekarang juga. " Arjuna menghembuskan nafas berat setelah sambungan diputus Sandra.


Arjuna menaruh uang di atas meja lalu pergi. Dia masuk ke mobil, mobil melesat dengan cepat meninggalkan Cafe. Sebenarnya dia sangat malas berurusan dengan Sandra, gadis yang dibencinya saat ini.

__ADS_1


40 menit kemudian


Arjuna turun dari mobilnya, menghampiri Sandra yang sudah menunggunya di depan apartemen. Keduanya masuk ke dalam lalu masuk lift, menuju ke lantai 5.


Tring sampai di lantai 5


Sandra mengajak Arjuna ke dalam apartemennya. Keduanya duduk di sofa saling berhadapan satu sama lain, Sandra menatap datar pria yang menjadi tunangannya sampai saat ini, "Aku ingin mengakhiri hubungan kita Arjuna. " serunya.


Arjuna tersenyum sinis mendengar pernyataan Sandara barusan, "Aku tahu alasanmu memutuskan pertunangan kita. Tak akan kubiarkan kamu merusak rumah tangga kakakku dengan Mentari. " desis Arjuna.


"Aku yakin kakakku tidak akan tergoda dengan wanita murahan sepertimu. "


Arjuna bangkit dan pergi dari sana. Sandra mengepalkan tangannya, tersinggung dengan ucapan Arjuna barusan. Setelah kepergian Arjuna, Sandra menggebrak meja dengan keras. Dia tak akan membiarkan Mentari bahagia bersama dengan Rafandra.


"Sialan, aku harus berhati hati dari Arjuna. Dia sepertinya tahu apa yang aku rencanakan. " Sandra masih emosi setelah berbicara dengan Arjuna tadi.


Sandra menyambar ponselnya. Segera menghubungi Melodi mengenai kesepakatan mereka berdua. Setelah selesai, Sandra melempar ponselnya ke sofa. Dia tidak akan rela jika pria yang dicintainya bersama wanita lain.


"Rafandra hanya milikku. " Sandra semakin terobsesi memiliki Rafandra dan antusias melenyapkan Mentari dari sisi Rafandra apapun caranya.


Sementara Arjuna datang ke Mansion Rafa. Dia menemui saudari iparnya dan kini mefeka dalam pembicaraan serius. Rafandra hanya bisa menatap keduanya dari kejauhan, mengingat hubungannya dengan sang istri masih perang dingin.


"Lalu apa rencanamu Tari soal Sandra. " Arjuna menatap lekat kakak iparnya tersebut.


Mentari melirik Arjuna dan tersenyum miring sambil berkata, "Kita lihat saja dulu apa yang ingin dilakukan Sandra dan aku sudah punya rencana sadis untuk gadis itu. Mungkin saja kejutan dariku akan membuatnya selalu terbayang seumur hidupnya. " ujarnya.


Arjuna menelan ludahnya kasar mendengar ucapan Mentari. Entah kenapa kakak iparnya itu terlihat mengerikan semenjak hamil, "The power if bumil. " pikirnya.


Rafa yang melihat keduanya berdecak kesal. Dia merasa penasaran dengan apa yang dibicarakan istri dan adiknya itu. Seandainya tidak melakukan kebodohan itu, mungkin mereka masih bermesraan saat ini. Hah penyesalan memang selalu datangnya di akhir.


poor Rafandra.


TBC

__ADS_1


__ADS_2