
Waktu menunjukkan 07.00 malam, Melodi mengenakan pakaian seksi, keluar dari kamar. Dia menuruni tangga melewati para pelayan yang tengah memberikan hormat padanya. "Eh Nona Melodi, Nona enggak pergi ke rumah sakit, Nyonya Felisia tadi pingsan. " ujar salah seorang pelayan. Melodi tak menggubrisnya hingga dia benar benar menghilang di balik pintu.
Brum suara mobil meninggalkan halaman mansion. Beberapa menit berlalu, setelah memarkirkan mobilnya, Melodi bergegas masuk ke dalam club. Dia langsung duduk kemudian memesan minuman pada bartender.
Melodi mulai meneguk winenya, mencoba menghilangkan setres akibat kemarahan orang tuanya padanya. "Cih semua orang munafik. " racaunya. Dia kembali meneguk wine hingga berulang kali, dari kejauhan dua orang pria mendatanginya dan memberikan obat perangsang di wine milik Melodi. Namun terlambat winenya sudah diminum oleh Melodi, saat Melodi hendak dibawa dua pria asing untungnya Rehan datang ke sana dan menolongnya.
"Astaga Mel. " ujar Reyhan, teman dari Melodi, . Dia langsung membopong Melodi membawanya keluar dari sana, mengingat obatnya telah bereaksi. Rehan langsung menaruhnya ke dalam mobil. Dia menghubungi anak buahnya untuk mengambil mobil Melodi.
Rehan melajukan mobilnya meninggalkan club malam. Dia mengerutkan kening mendengar racauan Melodi yang mengumpati Mentari. "Sekarang Kamu sudah berubah ya Mel, bukan Melodi yang dulu aku kenal. " gumam Reyhan.
Rehan memutuskan membawa Melodi ke apartemennya. Sampai di apartemen, Rehan kembali membopongnya, lalu menekan pasword kemudian pintu terbuka ototmatis. Rehan merasa ikut terbakar kala Melodi menciumi bibirnya dengan liar.
Ting Keluar dari lift, Reyhan berlari menuju ke apartemen miliknya. Brak membuka pintunya dengan kasar kemudian membaringkannya di atas kasur.
"Cih sial sepertinya obat itu sudah bereaksi. " umpatnya melihat keadaan Melodi sekarang.
Melodi melepaskan pakaiannya satu persatu hingga polos. Reyhan yang melihatnyapun menelan salivanya kasar, kini gairahnya ikut terpancing melihat pemandangan di depannya. Dia hendak menarik selimut namun Melodi menahan tangannya. "Bantu aku Reyhan,aku sudah enggak kuat. "gumamnya setengah sadar.
Reyhan melepaskan pakaiannya dengan ceoat hingga polos kemudian naik keatas ranjang. Dia memagut bibir Melodi dengan lembut dan
keduanya berciuman dengan panas dan liar. Reyhan menjamah lekuk tubuh Melodi tanpa terlewat, suara desahan Melodi menambah semangatnya kian berkobar.
Kini pada menu utama, Rehan pelan pelan menyatukan tubuh mereka. Suara ringisan dan tangisan Melodi menggema dalam kamar hingga dia berhasil menyatukannya. Setelah itu Reyhan melajukan pinggulnya kencang, merasakan kenikmatan yang baru dirasakannya.
Reyhan melakukannya sebanyak lima ronde dan berakhir saat pagi menjelang. Mereka langsung tidur seketika karena tenaga mereka telah habis terkuras.
💔💔
__ADS_1
Pagi menjelang, cahaya matahari mengintip dari celah celah gorden. Melodi merasa terusik kemudian membuka kedua matanya, terasa asing dengan kamarnya saat ini. Dia menunduk kebawah menatap dalam selimut kemudian menoleh ke samping. "Jangan bilang aku dan Reyhan. " batinnya.
"Aaaah. " jeritnya.
Reyhan ikut terbangun dan duduk menyender di dapin ranjang. Melodi menatap kearahnya dengan sorot tajamnya. "Kenapa kamu melakukan hal itu padaku Rey, kamu ini sahabatku. "bentak Melodi tak terima.
"Aku semalam menolongmu di Club, ada dua orang pria yang memberimu obat per*****ng Mel dan maaf atas sikap kurang ajarku. " jelas Reyhan penuh rasa sesal.
"Aku akan bertanggung jawab padamu. "
Seketika Melodi menangis hidupnya telah hancur, kesuciannya direnggut serta kedua orang tuanya telah membenci dirinya sekarang. Reyhan mendekatinya, kemudian membawanya ke dalam pelukannya.
Melodi mendorong tubuh Reyhan, kemudian tertatih tatih turun dari ranjang dengan mengeratkan selimutnya. Sementara Reyhan sudah mengenakan boxernya kembali.
"Auh. " ringisnya. Reyhan langsung berjalan cepat, membopong tubuh Melodi lalu membawanya ke kamar mandi. Setelah itu Reyhan menungguknya di luar, memesan pakaian pada asistennya.
Tak lama kemudian Reyhan mengambil dua paperbagnya. Dia segera mengetuk pintu kamar mandi dan memberikan satu paperbag pada Melodi.
Melodi pergi ke atm, di sana dia ingin mengambil uang namun ternyata telah diblokir oleh Daddy Bram. Dia meremas rambutnya frustrasi, kembali melajukan mobilnya kencang menuju ke mansion orang tuanya.
Hiks hiks hiks
"Aku harus apa sekarang! gumamnya dengan lirih.
20 menit Setelah memarkirkan mobilnya, Melodi langsung turun. Dia terhenyak, melihat Daddy Bram telah menunggunya beserta koper miliknya. Melodi bergegas menghampiri Daddnya itu, Daddy Bram masih menatap puteri sulungnya dengan tatapan tajam.
"Mulai sekarang kamu daddy pecat dari perusahaan, dan pergilah dari sini dan dilarang kembali sebelum sifatmu itu berubah. Selain itu Daddy sudah memblokir rekening kamu dan berikan kunci mobil itu. " tegas Daddy Bram.
__ADS_1
"Ini sedikit uang untuk hidupmu diluaran sana. " Daddy memberikan beberapa lembar uang.
Melodipun menyerahkan kunci mobilnya dan menerima uang itu, berbalik pergi sambil menyerahkan kuncinya sambil menahan tangis. Sementara Daddy Bram sebenarnya tak tega tapi ini sebagai pelajaran untuk Melodi.
Di tempat jauh dari mansion keluarga Hutama, Melodi menangis tersedu sedu melihat betapa kecewanya Daddy pada dirinya. Tidak ada yang bisa dibanggakan dari dirinya, semuanya telah hancur dalam satu malam.
Rasa bersalah dan penyesalan kini tengah dirasakannya. Selama ini dia hanya bisa menikmati fasilitas dan kemewahan milik orang tuanya.
Dari belakang Reyhan mengikuti Melodi hingga Melodi naik taksi. Dia hanya ingin memastikan jika Melodi baik baik saja. Tak lama kemudian, setelah turun dari taksi dia sampai di sebuah rumah yang telah disewanya.
Sementara Reyhan tengah menghubungi seseorang setelah itu kembali memperhatikan Melodi. Melodi segera masuk ke dalam rumah tersebut dan mengistirahatkan dirinya di sofa.
"Mulai sekarang aku adalah Melodi Aulia Yasmina, maafkan aku Mom, Dad maaf atas sikapku selama ini yang menyakiti kalian dan Mentari. "
Sementara di Mansion Hutama
Mentari menatap tak percaya kearah Daddynya. Dia tidak menyangka Kalau Daddynya itu akan mengusir Melodi dari mansion mereka. Dia menghela nafas pelan, menimang putera kecilnya dalam gendongannya.
"Daddy mohon jangan bujuk Daddy lagi, biarkan kakakmu itu merubah sikapnya selama di tempat lain. Daddy pergi dulu mau ke rumah sakit, menemui mommymu. " pamitnya.
Mentari hanya diam menatap kepergian Daddynya. Jelas sekali dikedua manik Daddy Bram terlihat kesedihan yang begitu dalam. Rafa yang sedari tadi diampun segera bangkit dan merangkul istrinya.
"Sudahlah sayang, percayalah semua akan baik baik saja begitu juga Melodi. Kita berdoa saja semoga dia segera merubah sikapnya dan berkumpul lagi sama keluarga kita. "
"Iya kamu benar Mas!
__ADS_1
Melodi, meski berulang kali kamu menyakiti aku tapi kamu tetaplah kakakku Mel. Semoga kamu berubah menjadi baik dan bisa kembali berkumpul bersama Mommy dan Daddy.
Bersambung