Istri Nakal Sang Billionaire

Istri Nakal Sang Billionaire
Epson 57 - Felix dan Renita


__ADS_3

Beberapa hari kemudian


Felix kini telah memutuskan menyerah atas perjuangannya terhadap Violetta. Dia menyaksikan sendiri gadis yang dia kira culun dan polos sebenarnya hanya gadis liar yang agresif, dimana Violetta mencium kekasihnya tanpa ada rasa malu.


Pagi ini dia berada di toko boneka, dia sengaja mengajak Lila jalan jalan bersama Renita. Dia mengulum senyumnya, melihat interaksi manis antara ibu dan anak itu. Diapun langsung memilih salah satu boneka teddy bear berwarna cokelat, diberikannya langsung pada Lila. "Ini buat Lila dari uncle. " seru Felix.


"Mas enggak usah!


"Enggak papa Renita, lagian aku ikit senang jika Lila bahagia. " Felix segera membayar boneka itu setelah itu mereka ke luar dari toko. Lila nampak sangat senang mendapatkan bonekanya, manik bulatnya menatap kearah Felix lalu tersenyum. "Terimakasih Uncle Felix. "


"Sama sama Lila. "


Seandainya Mas Ardanlah yang membelikan boneka itu pasti Lila dan aku sangat bahagia. Nyatanya Lila mendapatkan boneka bukan dari ayah kandungnya.


Mereka semua masuk ke dalam mobil, Felix melajukan mobilnya menuju ke tempat penjual es krim. Renita memalingkan wajahnya, menatap jalanan dari balik kaca mobil. Hati kecilnya menjerit, berharap pria yang memberinya perhatian adalah Mas Ardan, ayah kandung Lila bukannya Felix.


Tak lama kemudian mereka sampai di tempat penjual es krim. Felix turun dari mobil dan bergegas membelikan Lila es krim kesukaannya.


Brak Felix kembali dan menyerahkan es krim pada Lila. "Es krim rasa strawberry 'kan Lila. " tebak Felix.


"Iya Uncle, terimakasih. " Lilapun dengan semangat menjilati es krimnya. Sontak membuat Felix dan Renita tersenyum, Renita melirik kearah Felix dengan perasaan tak enak hati.


"Mas, lain kali mas enggak usah manjain Lila ya, aku takut kelak saat dewasa dia jadi gadis manja. " ujar Renita.


"Tapi aku tidak merasa keberatan Reni. " balas Felix sambil tersenyum singkat.


Setelah itu tak ada obrolan lagi antara Felix dan Renita hingga sampailah di rumah kontrakan milik Renita. Ya terkadang Renita pulang ke rumahnya itu, selama ini dirinya tinggal di kediaman keluarga Mentari.


Mereka bertiga turun dari mobil, terlihat seorang pria menatap tajam ke arah Renita. Renita menghela nafas, mencoba tenang dihadapan mantan suaminya itu. Ya laki laki itu adalah Ardan, mantan suami Reni dan ayah kandung Lila.

__ADS_1


Ardan langsung bergegas ke depan, menarik tangan Renita lalu mencengkeramnya kuat. "Oh jadi kamu sudah menemukan penggantiku setalah kita bercerai, dasar wanita murahan. " maki Ardan.


Renita menepis tangan Ardan keras. Plak dia melayangkan tamparan keras di wajah mantan suaminya itu. "Jaga mulut busukmu itu Mas, aku bukan seperti Mas yang selalu jajan diluar sana bersama wanita murahan di club. " balas Renita dipenuhi emosi.


Plak Ardan menampar pipi Renita berkali kali, sontak membuat Felix geram dan langsung menghampirinya. Dia mencengkeram tangan Ardan lalu melintirnya kuat. "Dasar pria pengecut, berani beraninya kamu main


tangan. " geram Felix.


Felix mendorongnya kuat lalu memberinya bogem berulang ulang bug bug. "Pergi dari sini setelah itu jangan kembali lagi. " teriak Felix. Ardanpun bangkit dan pergi meninggalkan mereka.


Hiks hiks


Renita mengabaikan tamparan di pipinya, luka di hatinya sudah cukup dalam akibat perlakuan mantan suaminya itu selama ini. Setelah mereka berceraipun, sepertinya Ardan tidak membiarkan hidupnya tenang dan bahagia sejenak.


Grep Felix langsung memeluk tubuh Renita yang bergetar. Lilapun ikut menangis dan menghampiri ibunya, dia menarik tangan sang ibu tercinta. Renita melepaskan pelukannya dari tubuh Felix kemudian jongkok dan memeluk Lila dengan erat. "Ibu, Ayah jahat kenapa ayah pukul Ibu lagi hiks hiks. " gumam Lila dengan lirih.


"Maafin Ibu sayang, maaf karena membuat Lila ketakutan seperti ini. " balas Renita sambil sesegukan.


30 menit kemudian


Di penthouse Felix


Mereka semua masuk ke dalam penthouse, Mami Riana tengah membuka majalahnya di ruang tamu, dia terkejut melihat kedatangan puteranya. Dia segera meletakkan majalahnya, setelah itu duduk di sebelah Renita. "Felix, siapa wanita ini.


"Dia Renita dan ini Lila puterinya Mam. " jawab Felix.


"Ambilkan kotak p3k cepat! Felix menurunkan Lila setelah itu bergegas mengambil kotak obat. Lima menit kemudian dia kembali dan menyerahkan kotak obatnya pada sang Mami.


Mami Rianapun mulai mengobati pipi Renita yang membengkak setelah itu menatapnya dengan lekat. "Apa yang terjadi nak kenapa pipimu bengkak? "

__ADS_1


"Renita di tampar mantan suaminya Mi, Mantan suaminya itu sering kali main tangan dan berlaku kasar padanya. " sahut Felix mewakili Renita yang sedari tadi hanya diam.


"Lila sini sayang. " Lilapun mengangguk, Renita langsung membawanya ke pelukannya dan lagi lagi dia menangis. Mami Riana langsung melirik kearah puteranya, meminta penjelasan.


Felixpun mau tidak mau menjelaskan semuanya pada Maminya itu agar tidak ada salah paham. Setelah mendengar penjelasan Felix, Mami Rianapun merasa kasihan dengan Renita dan juga Lila.


"Oh ya Felix bagaimana dengan Vio?


Felix berdecak malas mendengar nama Vio disebut lagi dan terpaksa dia juga mengatakan semuanya mengenai gadis itu pada sang Mami. Mami Riana hanya bisa menghela nafas kasar kemudian berkata. "Kasihan kamu nak padahal teman temanmu udah punya istri dan anak tapi kamu masih saja mencari pasangan mungkin ini karmamu menjadi playboy dulu. " omel Mami Riana.


"Oh come on Mami, aku udah berubah okey! Felix merasa jengah mendengar mommynya selalu mengungkit masa lalunya.


Renita merasa lega setelah menangis. Dia merapikan rambut dirinya kemudian mengusap kepala Lila dengan lembut. Dia menoleh kearah wanita paruh baya tersebut sambil berkata. "Terimakasih Nyonya telah mengobati lukaku. " ucap Renita dengan tulus.


"Sama sama nak, panggil saja Mami sama seperti Felix ya. "


"Nak harusnya kamu lapor polisi, supaya mantan suami kamu itu membusuk dalam penjara. "


"Apa yang dikatakan Oma benar Bunda, Ayah sangat jahat sama Bunda hingga Bunda dipukulinya setiap hari. " ungkap Lila dengan mata berkaca kaca.


Mami Riana dan Felix terkejut dengan pengakuan Lila. Sementara Renita hanya diam tak mengatakan apapun, apa yang dikatakan puterinya itu memang benar adanya. Lila menoleh kearah Mami Riana sambil memohon. "Lila Mohon Oma, tolong Bundanya Lila agar tidak disakiti Ayah Ardan lagi. "pinta Lila dengan wajah sedihnya.


Ya Tuhan kasihan kamu Lila, anak sekecil kamu harus melihat ibunya sendiri disakiti ayahmu. Oma janji akan menganti penderitaanmu dengan kebahagiaan.


"Iya Lila sayang, Oma dan Uncle Felix akan melindungi Bunda kamu dan Lila dari Ayah Ardan. " ucap Mami Riana tersenyum tipis.


"Terimakasih Oma. " Mami Riana mengangguk, dia menarik tubuh kecil Lila ke dalam pelukannya dengan erat.


Lila sayang, maafin Bunda. Bunda janji akan berusaha membahagiakanmu tanpa ada sosok ayah dihidup kita.

__ADS_1


TBC


__ADS_2