
Nah kan kalau yang sedih sedih aja otak othor lancar kek jalan tol (ू˃̣̣̣̣̣̣︿˂̣̣̣̣̣̣ ू) 🤣
Luka dan Duka kini menerpa keluarga besar Hutama, Mentari menangis dalam pelukan suaminya. Tak menyangka saudari satu satunya pergi untuk selamanya.
Hiks Hiks hiks
"Mas aku belum katakan kalau aku sudah memaafkannya, tapi dia pergi duluan. " gumam Tari dengan lirih.
Rafandra memeluk erat tubuh sang istri yang bergetar. Sementara Reyhan tubuhnya langsung luruh di depan nisan Melodi, wanita wanita yang sangat dia cintai sekaligus ibu dari anaknya. "Maafkan aku Mel, maafkan aku yang merusak hidupmu!
"Tapi kenapa kamu harus pergi secepat ini, meninggalkan aku dan puteri kita Mikayla. " gumam Reyhan dengan nada penuh penyesalan.
Hancur, itulah yang saat ini Reyhan rasakan. Dunianya menjadi gelap kala wanita yang sangat dicintainya telah pergi untuk selamanya. Sedangkan Daddy Bram kini tengah menenangkan mommy Felisia yang kian histeris, sebagai seorang ibu dia tak akan rela melihat salah satu puterinya tiada meski anaknya itu sudah mengecewakan dirinya.
"Sudahlah Mom, meski ini berat bagi kita, kita harus merelakan kepergian Puteri kita Melodi. ingat kita masih punya cucu cucu yaitu Dirga dan Mikayla serta Mentari, Rafa dan Reyhan. " bujuk Daddy Bram dengan lirih.
"Kita pulang ya Mom! Mommy mengangguk, Daddypun membawa Mommy Felisia pergi dari sana. Mentari melepaskan pelukannya dari tubuh sang suami kemudian mendekat kearah makam sang kakak.
"Melodi, aku sudah memaafkanmu. Beristirahatlah dengan tenang di atas sana dan terimakasih kamu telah memberiku keponakan yang cantik. "
Mentari menoleh kearah kakak iparnya kemudian menepuk pelan bahunya sambil berkata. "Ayo pulang Rey, kasihan Mikayla pasti ingin dipeluk olehmu. "
"Kalian pulanglah dulu Tar!
Mentari menghela nafas pelan, mengajak Rafandra pergi meninggalkan Reyhan sendiri. keduannya langsung masuk ke dalam mobil, mobil melesat jauh.
Selama perjalanan pulang Mentari menghapus sisa sisa air matanya. Dia tidak bisa menentang takdir yang telah digariskan oleh Tuhan. Semuanya telah terjadi, yang bisa dilakukannya hanyalah menerima semuanya dan membuka lembaran hidup yang baru.
Di Pemakaman
Reyhan terus menitikkan air matanya di depan makam wanitanya. Dia belum bisa memberi kebahagiaan untuk Melodi namun Tuhan telah mengambilnya lebih dulu.
__ADS_1
"Mel, apa kamu tahu sebenarnya aku ingin memulai semuanya dari awal denganmu tapi nyatanya takdir berkata lain. Hanya ada akhir dari kisah kita berdua yang bermula tanpa sebuah awal bersama kamu. "
Tes tes cairan bening itu terus mengucur deras di kedua pipinya namun dia abaikan. Dia mengusap lembut papan nama Melodi di atas makamnya. "Aku sangat mencintaimu Melodi, sangat!
"Oh ya Mel, aku memberi nama Puteri kita Mikayla Anindira Farezta. " ungkap Reyhan dengan penuh senyuman.
"Terimakasih ya Mel, kamu memberiku Puteri yang sangat cantik seperti Mikayla, aku akan berusaha merawatnya sepenuh hati dan ku harap kamu tenang di atas sana. "
Reyhanpun langsung bangkit dan berbalik, melangkahkan kakinya menjauhi makam Melodi. Bayangan seorang wanita bergaun putih mengulas senyumnya menatap kepergian Reyhan kemudian menghilang tertiup angin.
💔💔
Mentari menatap lekat foto dirinya bersama Melodi saat mereka masih kecil. Lagi dan lagi cairan bening menetes di ke dua pipinya tanpa disadari olehnya. "Mel, aku kangen sama kamu, aku sangat menyesal kenapa kemarin kemarin aku tidak menjenguk kamu di rumahmu. "
Grep Rafa melingkarkan tangannya di pinggang ramping sang istri sesekali dia kecup kepala istrinya dengan lembut. "Sst, sayang jangan salahkan dirimu semuanya sudah terjadi sekarang!
" Jangan biarkan Melodi merasa tidak tenang di atas sana. " bujuk Rafa dengan nada lembut.
"Oh ya di mana Dirga sekarang? Mentari celingak celinguk mencari keberadaan puteranya.
"Kamu lupa yank, hari ini Dirga akan menginap di rumah Alex dan Monica. " ungkap Rafa sambil tersenyum miring.
Tari menepuk jidatnya lupa, dia merasa bergidik melihat seringai suaminya itu. Huft Dia menghela nafas kemudian mendusel manja di dada suami seksinya itu. Rafa mengulum senyumnya sekilas, melirik jam tangannya menunjukkan angka 05.00 sore.
"Hanya waktu yang akan menghapus semua duka ini sayang, inilah salah satu bagian dari hidup setelah suka. Jika kamu bisa melewati suka cita tentunya kamu juga akan semakin kuat karena berhasil melewati duka. "
Aku harap kamu tenang di sana Melodi, biarlah aku disini yang akan mengganti kamu dalam menjaga orang tua kita sekarang sama seperti saat kamu dulu ketika aku pergi dari rumah.
"Kita ke rumah Mommy dan Daddy yuk Mas. " ajak Tari pada suaminya.
"Sayang ingat kamu sudah seharian ini sangat lelah, aku takut kamu jatuh sakit nanti. " tegur Rafa dengan tegas.
__ADS_1
"Tapi..!
" Please sayang, turuti kata kataku kali ini, aku benar benar tidak ingin di bantah untuk kali ini saja sayang. " ucap Rafa memberi peringatan.
Mentari menghembuskan nafas kasar, diapun bangkit dan berlalu pergi dari sana. Rafa pun segera menyusul sang istri yang terlihat kecewa padanya.
💕💕
Mentari telah selesai dengan aktivitas sorenya, dia selesai berganti pakaian setelah itu menuju ke balkon dan bersantai di sana. Dia menghirup udara pada sore hari, meluapkan segala beban yang menyesakkan dadanya.
Rafa menghampiri istrinya sambil membawakan makanan dan minuman untuk sang istri tercinta. Setelah itu di letakkan di atas meja kemudian duduk di sebelah Mentari.
"Aku enggak lapar Mas!
"Dih siapa yang mau bawain makan untuk kamu Yank. " ledek Rafa dengan nada jahilnya.
Mentari menoleh dan menatap tajam kearah sang suami setelah itu memalingkan wajahnya kearah lain. Rafa terkekeh berhasil membuat wanitanya itu kesal. "Ayo makan Yank, kamu harus punya tenaga untuk menghadapi serigala lapar nanti malam. " ujar Rafa.
Mentari kembali menatap suaminya setelah itu menatap makanan di hadapannya kemudian melirik Rafa melalui ekor matanya. "Tapi enggak kamu kasih racun 'kan sama seperti di televisi itu. Demi istri kedua, suami tega meracuni istri pertamanya. " cecar Mentari dengan nada curiganya.
Rafandra langsung tertawa terpingkal pingkal mendengar pernyataan konyol dari istri seksinya itu. "Kebanyakan nonton sinetron kamu Yank. dasar!
"Ya sudah cepat suapi aku! perintah Mentari dengan nada bossynya.
Rafandra merengut sebal, dia menurut dan langsung menyuapi istrinya. Mentari mengunyahnya dengan lahap dan terkekeh melihat raut masam di wajah suaminya. " Jangan marah Mas, entar cepat tua lho dan yang ada Dirga punya papa baru. " goda Tari sambil tersenyum.
"Mentari Shaqueena Romanov. " ujar Rafandra penuh penekanan.
"Hehe canda Mas. " balas Mentari sambil nyengir.
tbc
__ADS_1