
Hari berikutnya
Pagi itu Bianca terbangun terlebih dulu, menatap suaminya yang kini tengah menatapnya.Mengingat kejadian kemarin hingga semalam membuat kedua pipinya langsung merona. "Selamat pagi sayang. " sapa Rezvan dengan senyuman manisnya.
"Pagi juga mas. " Bianca hendak menggerakkan tubuhnya, dia meringis kesakitan, seluruh tubuhnya terasa remuk karena di gempur habis habisan oleh sang suami. Rezvan menyibak selimutnya dan langsung menggendong Aang istri ke kamar mandi.
***
Skip selesai mandi dan beres beres, keduanya ke luar dari kamar, menuruni anak tangga. Bianca celingak celinguk namun tak menemukan seseorang, mansion ternyata sangat sepi pikirnya.
"Bi, Bunda dan yang lain ke mana? "
"Em mereka pergi liburan Nyonya muda!
Bianca terkejut mendengarnya, dia menarik kursi dan melayani sang suami. Mereka berdua sarapan bersama, Rezvan tertawa kecil melihat istrinya yang manyun.
Selesai sarapan, Rezvan menatap lekat istrinya sambil tersenyum. " Bagus dong sayang, jadi kita bisa bercocok tanam tanpa di ganggu Rio dan lainnya. "
"Haish tapi 'kan aku pengen main sama Rio mas, eh mereka malah pergi liburan! Mereka beranjak dari meja makan dan memilih bersantai di teras. Rezvan mengenggam erat tangan wanitanya sesekali mengecupnya lembut. Bianca menghela nafas panjang, bersandar di bahu sang suami.
Drt drt drt
Rezvan merogoh ponselnya, dia langsung membaca pesan yang masuk. Bianca menoleh ke samping, menaikkan sebelah alisnya melihat suaminya terlihat gelisah. "Ada apa mas, katakan sebenarnya apa yang terjadi? "
"Sabrina menyuruh ayahnya untuk menghasut para investor perusahaan sayang dan kini telah berhasil, ada beberapa investor yang menarik sahamnya dari perusahaan mas!
Bianca sangat terkejut mendengarnya, namun dia berusaha tenang dan meraih tangan sang suami. " Mas jangan menyerah, aku selalu mendukung mas kok dan yakinkan investor mas apa yang dikatakan ayahnya Sabrina tidaklah benar!
"Terimakasih sayang atas supportnya, ya sudah aku ke kantor sekarang juga, kamu baik baik di mansion saja. "
Bianca mengangguk, memejamkan matanya kala suaminya mencium kening dan bibirnya sekilas. Dia kembali membuka mata dan tersenyum manis di hadapan Rezvan. Rezvan bangkit dan berlalu pergi di susul Bianca, tak lama Rezvan telah siap dengan pakaian kantornya dan Bianca mengantarnya ke depan.
Wanita cantik itu melambaikan tangan kala mobil suaminya melesat jauh. Bianca memilih duduk di teras depan, dia berharap semuanya akan baik baik saja. "Ya Tuhan, lindungi suamiku dan lancarkanlah semua aktivitasnya hari ini. " gumam Bianca.
__ADS_1
Drt drt drt
Bianca mengeluarkan ponselnya, ternyata Zivanalah yang menghubungi dirinya saat ini. "Hai Zi ada apa? "
"Sibuk enggak kak, kita jalan yuk ke mana gitu, bosan nih, semua orang liburan ke villa cuma aku doang yang enggak ikut!
Bianca terlihat bimbang dengan tawaran yang diberikan adiknya, mengingat Rezvan menyuruhnya di rumah. " Bentar aku chat suamiku dulu ya Zi! Bianca menyudahi sambungannya, segera mengirim pesan pada Rezvan.
to Hubby
Mas, aku minta izin ya ke luar jalan jalan bareng Zivana.
Setelah 15 menit tak ada balasan, Bianca memilih pergi ke kamarnya. Setelah itu mengirim chat pada Zivana, adik kesayangannya itu.
Dia bergegas ke luar dari Penthouse, ternyata Zivana sudah datang menjemputnya dengan sopir. Bianca masuk ke dalam mobil, mobil melesat meninggalkan Penthouse.
Selama perjalanan Bianca dan Zivana banyak mengobrol mengenai pembukaan Cafe yang akan di lakukan Zivana. Sebagai kakaknya, Bianca sangat setuju dengan keinginan dari adiknya itu. "Memangnya kamu mau menamakan apa Cafe kamu Zi? "
"Namanya bagus dan aku harap Cafe kamu akan terkenal dan sukses. " ucap Bianca dengan tulus. Zivana tersenyum lebar mendengar ucapan sang kakak, keduanya turun dari mobil setelah sang sopir memarkirkan mobilnya.
***
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang tengah mengawasi mereka berdua. Keduanya bergegas masuk ke dalam mall, Bianca ingin membelikan mainan untuk putera kesayangannya itu. Selesai memilih mainan, keduanya berbelanja, berupaya menghilangkan rasa stress yang kini di rasakan Bianca.
Setelah itu Bianca dan Zivana hendak pergi ke kasir.
Bruk Tanpa sengaja Bianca menubruk tubuh seseorang, dia segera memunguti barang belanjaannya kemudian beralih menatap orang yang dia tubruk. "Maafkan aku, aku tak sengaja menabrakmu. " sesal Bianca.
"Enggak papa, tapi bukankah kamu Bianca? "
"Iya aku Bianca, memangnya siapa kamu? " pria yang di tabrak Bianca, mengulas senyumnya di hadapan wanita itu.
"Evan, teman SMa kamu dulu. " Bianca berusaha mengingatnya, lalu mengangguk kecil. Sedangkan Zivana melirik Evan dengan tatapan penuh curiganya.
__ADS_1
Bianca menarik tangan Zivana, lalu membayar barang belanjaannya setelah itu pergi. Evan segera mengejarnya dengan buru buru, srek dia mencekal tangan Bianca. Bianca menoleh dan menepis pelan tangan Evan. "Bisakah aku meminta nomor kamu Bianca!
" Enggak, kakakku sudah menikah. " bukan Bianca yang menjawabnya namun Zivana. Evan langsung kecewa mendengar kenyataan yang ada. Kedua wanita itu masuk ke mobil dan sopir melajukan mobilnya kencang.
"Aku terlambat. " batin Evan dengan nada kecewanya.
***
Selesai meeting, Rencana menggebrak mejanya kencang setelah melihat video seseorang. Dia bergegas ke luar dari ruangannya, berjalan melewati para karyawan Rezvan yang menatapnya heran.
Rezvan melajukan mobilnya bak kesetanan menuju ke penthouse miliknya. 20 menit kemudian akhirnya sampai, bebarengan dengan mobil yang di naiki Bianca dan Zivana. brak Rezvan turun dari mobil sambil menutup pintunya keras, Bianca dan Zivana terkejut melihat kepulangan Rezvan dalam keadaan marah.
"Kak aku pulang dulu ya. " Zivana masuk ke dalam membiarkan kakak dan iparnya menyelesaikan masalah.
"Jelaskan ini apa Bi? " Rezvan menunjukkan video dalam ponselnya, Bianca menghela nafas dalam dan mengatakan semuanya pada sang suami.
"Yang jelas dia bukan mantanku, terserah mas mau percaya apa tidak! Bianca berlalu masuk ke dalam sambil menenteng barang belanjaannya. Rezvan mengusap wajahnya kasar, dan bergegas ke dalam menyusul sang istri.
Rezvan bergegas menghampiri istrinya yang berdiri menghadap kearah kolam renang. Grep kedua tangan kekarnya, merengkuh pinggang ramping Bianca. " Maafin mas yang meragukan kamu sayang. "
"Aku kecewa mas, ternyata cintamu padaku tak cukup besar hingga kamu meragukanku, atau mungkin saja sebenarnya kamu enggak benar benar cinta sama aku!
Deg
" Enggak sayang maafin mas, mas sangat cinta sama kamu. " bisik Rezvan dengan nada lembut.
Bianca berbalik, memeluk tubuh sang suami dan menyandarkan kepalanya di dada bidang Rezvan. Rezvan mengecupi puncak kepala istrinya dengan lembut. "Jangan lagi ragukan aku mas, hanya kamu pria yang sangat aku cintai, " gumamnya.
"Iya sayang sekali lagi maafin suamimu yang bodoh ini!
" Hn! Rezvan bernafas lega, isterinya mau memaafkan dirinya tapi dia penasaran siapa yang mengirim video itu padanya. Bianca melepaskan pelukannya, memagut mesra bibir sang suami dan Rezvan membalasnya. Setelah hampir kehabisan nafas, Rezvan mengakhiri ciumannya. Rezvan tersenyum tipis melihat istrinya yang tengah mengatur nafas.
bersambung
__ADS_1