Istri Tak Dianggap

Istri Tak Dianggap
ITD - 24


__ADS_3

"Ma, pa. Kennan mengkhianatiku."


Nabila menangis sambil mengadu pada orang tuanya, dia merasa ditinggalkan sekarang, bahkan di negeri orang suaminya tega menelantarkan nya sendiri di apartemen.


'Mengkhianati bagaimana maksudnya, Nabila? Bicara yang benar, jangan sambil menangis.'


"Kennan, selingkuh Ma dan dia juga menikah lagi. Sekarang aku ada di negara orang di tinggal begitu saja, Kennan lebih memilih wanita yang bisa memberikannya keturunan." Adu Nabila terus berakting nangis.


Sungguh, dia tak terima di tinggal begitu saja oleh Kennan. Pengorbanannya sangat besar, tapi suaminya langsung berpaling begitu saja, ketika tau kesalahan tak seberapa yang dia lakukan dulu.


'Kok bisa! Sekarang dimana Kennan, mama mau bicara dengan dia!'


Terdengar sekali suara seorang wanita marah besar. Siapa sih yang tidak akan marah jika anaknya mengadu dicampakkan, dan ditinggal begitu saja oleh suaminya demi wanita lain.


"Sudah aku bilang, Kennan pergi ma dengan pelacurr itu! Aku sendiri di apartemen, mama tau kan kesehatanku sedang memburuk," ucap Nabila terus menerus mencari kata-kata agar orang tuanya melakukan sesuatu.


'Kurang ajar! Sekarang di sana ada siapa? Mama akan menyusulmu ke sana, kalau memungkinkan malam ini juga berangkat.'

__ADS_1


Nabila tersenyum penuh arti, dia terlihat merencanakan sesuatu dan merasa yakin jika Kanaya akan hancur sehancur-hancurnya.


"Aku sendiri, Ma. Dadaku sangat sakit, tadi juga muntah darah, sepertinya hidupku nggak akan lama lagi," bohongnya. Padahal Kennan mengutus orang untuk menjaganya, juga merawat Nabila jika terjadi sesuatu.


'Awas kamu, Kennan! Mama akan menelepon jasa art di sana, untuk sementara bisa kan jaga dirimu sendiri.'


"Bisa, Ma."


Panggilan pun terputus. Nabila menaruh ponselnya di atas nakas, setelah itu dia hapus air mata buayanya. Sejenak Nabila tertawa seperti orang gila, lalu meminum jus yang di buatkan pembantu rumah.


Nabila bertekad akan menghancurkan Kanaya sampai ke akar-akarnya, baginya saat ini madunya sangat beracun sehingga harus singkirkan. Jika, dia ingin rumah tangganya baik-baik maka Kanaya harus disingkirkan.


***


Disisi lain Kennan baru saja masuk kedalam kamar hotel. Setelah pulang dari rumah sakit, Kennan menyuruh Kanaya istirahat saja dan melarangnya jalan-jalan.


Setelah memastikan istrinya tidur, Kennan memutuskan untuk menelepon Zev dan menanyakan keadaan istrinya. "Halo, bagaimana keadaan Nabila? Apa dia baik-baik saja, atau —"

__ADS_1


'Sumpah, istrimu kenapa jadi berubah seperti ini sih, Nan? Aku sama sekali nggak ngenalin dia lagi, bawaannya marah-marah terus dan lagi ....'


"Dan lagi apa?" Kennan menjadi penasaran ketika Zevan tak melanjutkan ucapannya.


'Istrimu berbohong pada orang tuanya, mungkin sebentar lagi mereka menghubungimu. Siap-siap saja kena omelan maut dari mertuamu.'


Mendengar itu Kennan menjadi penasaran, sebenarnya apa yang direncanakan Nabila sampai Zevan berkata demikian. Padahal, sahabatnya tipe orang bodoamat, tapi gara-gara Nabila Zevan langsung berkomentar.


"Tapi dia baik-baik saja, kan?" tanya Kennan.


'Sangat sehat, semalam suntuk aku di sini sampai sekarang dia baik-baik saja. Malah terlihat biasa saja, tapi memang istrimu selalu dikamar,' jelas Zevan dan mendapat anggukan kecil dari Kennan.


"Tolong jaga dia untuk sementara waktu, kondisi Kanaya masih kurang Vit. Jadi beberapa hari ini mungkin aku merepotkanmu," ucap Kennan.


'Tenang saja, Nan. Aku selalu ada untukmu, lebih baik fokus dulu dengan Kanaya, keliatannya kesehatannya yang lebih membutuhkan pendampingan extra."


Kennan membenarkan ucap Zevan, setelah selesai berbincang-bincang, Kennan segera mengakhiri panggilannya. Sejenak dia melihat ke arah Kanaya, sungguh terlihat sangat menyedihkan. Tubuh kurusnya membuat istrinya tak terlihat di atas ranjang.

__ADS_1


"Maafkan aku, Nay."


happy Reading...


__ADS_2