Istri Tak Dianggap

Istri Tak Dianggap
kabar buruk


__ADS_3

'apakah itu tidak terlalu cepat'


'tidak,mungkin lebih cepat lebih baik'.


'hemm baiklah,aku cuma mengikuti mu saja'.


'baiklah kalau begitu istirahatlah kau baru saja sembuh'.


'ya baiklah.bay sayang'.


Read


"vin apa kau sudah mempersiapkan semuanya".berdiri dan duduk di sofa."sudah tuan,mungkin kita hanya menunggu gaunnya selesai".duduk dan memberi buah.


"baiklah,pastikan semuanya sempurna karena ini adalah hal yang penting bagiku".mengambil buah dan memberikannya pada kevin."baik tuan muda".


***


Di kampus zahra dan teman temannya nurul dan ismi mengerjakan skripsinya karena beberapa bulan lagi dian akan sidang skripsi dan wisuda."makan yuk aku laper ni".ismi menutup leptot dan berdiri.

__ADS_1


"yuk,aku juga udah laper ni".zahra dan nurul membereskan barang barangnya dan ke kantin."ra ibu kamu gimana".nurul memandang penuh tanga kearah zahra.


"hemm,ya gitu gitu aja".menghembuskan nafas dengan kasar dan memandang jauh kedelan,enth apa yang di pikirkannya sekarang."kamu yang sabar ya ra".ismi menepuk pundak zahra dan memberi semangat.


"yaa terimakasih".tersenyum semanis mungkin agar bisa menutupi kesedihannya.


tidak lama hp zahra berbunyi dan menampilkan nama azka.


"ya halo".


"halo kak.kakak di mana".


"ibu drop kak.kakak kesini cepat".bagai dihantam petir di siang bolong zahra memdapat kabar bahwa ibunya drop dan itu sudah membuatnya tidak bisa menahan dirinya sendiri bagai mana jika sang ibu sudah meninggalkannya akankah dia bisa memulai hidupnya tanpa ibu tercinta.


"baiklah.kakak segera kesana".zahra pamit ke teman temannya dan segera pergi ke rumah sakit.


***


Di ruma sakit

__ADS_1


"di mana ibu".zahra bertanya pada azka dan azzam ketika melihat mereka duduk di kursi tunggu rumah sakit."masih di tanganani".azka menjawab dengan lesu dan azzam hanya diam mematung.


"ayah dimana".zahra bertanya karena tidak melihat ayahnya di depan ruang rawat ibunya."ayah tadik ke toilet".


zahra menghembuskan nafasnya dengan kasar dan duduk di samping azka."zahra,kamu sudah datang".zahra melihat ayahnya sejenak dan memeluknya dengan erat.


"ayah...ibu".zahra tidak kuasa menahan tangisnya,dia menangis dalam diam dia tidak ingin adik adiknya itu melihatnya sedang menangis.


"sudah tenang saja ibu akan baik baik saja".ayah zahra berusaha menenang kan zahra meskipun di sendiri tidak kuat melihat keadaan sang istri.


bagi mereka azizah adalah sosok wanita dan ibu yang tidak ada gantinya di dunia ini.azizah tidak pernah membanding bandingkan anak anaknya karena dia tau itu akan membuat semangat anak anaknya down dan tidak semangat sedikit pun.


pak arifin,zahra,azka dan azzam yang melihat dokter sudah keluar dari ruangan ibu azizah segera berdiri.


"gimana ke adaan istri saya dok".memandang penuh harap agar tidak ada yang terjadi dengan istrinya.


"ibu azizah sudah lebih baik,dan dia sekarang tidur,mungkin sebentar lagi beliauw sadar,dan saya sarankan bapak tidak boleh membuat ibu azizah berfikir keras karena itu akan mempengaruhi kesehatannya,kalau begitu saya permisi pak arifin,mari".


"iya,dok terima kasih".pak arifin segera masuk melihat keadaan istrinya dan di susul oleh zahra,azka dan azzam.

__ADS_1


mereka hanya bisa bersabar melihat sang ibu terbaring lemas dan tidak berdaya.


__ADS_2