
Hans berjalan memasuki kamar dengan sangat hati-hati apalagi dia saat telinganya mendengar isak tangis istrinya, sungguh Hans tak ada niat melukai hati sang istri, tapi ternyata perkataannya berhasil membuat Kanaya menangis.
"Sayang ...." Hans memegang bahu istrinya, akan tetapi Kanaya langsung menepis kedua tangan Hans.
Jantung Hans seakan ingin lepas dari tempatnya, Kanaya benar-benar marah sehingga tak mau di sentuh atau di ajak bicara.
"Kalau aku ada salah, aku minta maaf. Tapi jangan seperti ini, Sayang. Sungguh rasa bersalahku sangat tinggi ketika melihatmu menangis," lirih Hans.
Dia memilih bersimpuh di hadapan istrinya, dia genggam erat punggung tangan Kanaya dan mantannya terus menata wajah sedih sang istri.
"Kamu nggak tahu rasanya, Kak. Beberapa hari ini mulutku rasanya pahit sekali, di saat aku menemukan benda yang bisa membuat nyaman, justru kamu rampas begitu saja," kesal Kanaya.
Sumpah demi langit dan bumi, hati Kanaya sangat dongkol saat ini, sangat benci pada Hans, sampai terbesit ingin menjorokan suaminya itu jurang hanya karena permen asam.
"Iya aku salah, aku mengaku salah. Sekarang apapun hukumannya, aku siap menerima asalkan kamu tersenyum lagi, oke?" Hans mulai menghapus air mata istrinya, tak bisa dia melihat Kanaya sedih, jadi sementara waktu ini Hans memilih mengalah.
"Apapun itu?" Kanaya segera berubah expresi menjadi bahagia, sampai Hans pun terheran-heran melihatnya.
"Iya, apapun itu. Asalkan kamu senang dan bahagia, aku rela kamu cincang-cincang."
Kanaya tersenyum penuh arti, dia segera memikirkan sesuatu yang sangat menyenangkan dan sebelum mengatakan hukuman apa yang harus dijalani Hans, Kanaya terlebih dahulu meminta permen asam nya tadi.
Dengan berat hati, Hans memberikannya. Meski terpaksa, asalkan Kanaya bahagia maka dia akan berikan.
Sedangkan di sisi lain, Morgan terlihat kesulitan membawa loyang berisi makanan dan minuman untuk Aileen. Dengan perlahan bocah gendut itu menaiki tangga satu persatu, setelah sampai di depan pintu kamar Aileen, barulah Morgan mengetuk pintu kamar.
"Siapa!" teriak Aileen dari dalam.
"Ini aku, Morgan. Tolong buka pintunya, aku membawakan makanan untukmu," balas Morgan terlihat sangat tulus.
"Nggak mau, bawa balik saja!" seru Aileen menolak kebaikan Morgan.
"Kamu belum makan, setidaknya makan sedikit saja. Aku tahu kamu marah padaku, sungguh aku tak ada niat sedikitpun mengganggumu atau lainnya," kata Morgan. Dia terus membujuk Aileen, tapi sayangnya tak ada sahutan lagi sehingga membuat Morgan semakin sedih.
__ADS_1
"Baiklah, jika kamu nggak mau makan. Akan ku bawa kembali makanannya," lirihnya amat menyesal.
Perlahan Morgan meninggalkan kamar Aileen, meski berat tapi Morgan tak bisa berbuat apa-apa, pada dasarnya sampai kapanpun Aileen akan membencinya.
"Masuklah, bawa makanan itu ke dalam!"
Seruan dari Aileen mampu membangkitkan semangat Morgan, dia segera membalikkan badan dan menganggukkan kepala. Tanpa pikir panjang, Morgan masuk ke kamar Aileen yang ternyata sangat luas, serta banyak sekali boneka-boneka lucu di sana.
"Kamu suka boneka?" tanya Morgan.
"Iya, apalagi boneka panda." Aileen mulai terlihat ramah tidak seperti tadi.
"Taruh saja makanan itu di meja, setelah itu segera keluar," ucapnya sangat santai. Bahkan Aileen kini duduk di atas ranjang sambil menatap layar laptopnya.
"Itu ... untuk masalah tadi, aku —"
"Sudahlah, lupakan saja. Intinya kalau mau tinggal disini jangan mengusik hidupku, aku sama sekali nggak suka di kekang atau bahkan di atur. Aku ingin bebas, tanpa ada batasan dan tadi kamu keterlaluan karena menghancurkan kegiatanku," ucap Aileen.
Morgan menunduk menyesal, dia mengaku salah, di saat Aileen akan melakukan lelang pakaian bekas di pinggir jalan, dia malah melarang Aileen dengan alasan takut wanita di depannya itu kepanasan.
"Ya, ya, sekarang keluarlah dari kamarku. Aku masih mengerjakan tugas sekolah, acara sosial juga belum selesai karenamu tadi!" seru Aileen mulai tersulut emosi.
Morgan tak mau membuat Aileen marah, dengan cepat dia pergi dari kamar Aileen dan kembali ke kamarnya sendiri.
***
"Sayang, ini kenapa harus tutup mata sih? Memang hukumannya seperti apa, aku jadi penasaran," ucap Hans mulai merasakan tanda-tanda bahaya.
Sedari tadi, Kanaya terus menutup kedua matanya sambil memakaikan sesuatu pada tubuhnya, terasa sangat sempit sekali tapi Hans tak bisa berontak, apalagi kedua tangannya juga diikat bagaikan tawanan.
"Bisa diam nggak! Katanya mau menerima hukuman dariku, jadi Kakak harus menurut."
Helaan nafas pasrah akhirnya terdengar dari hidung Hans, lelaki itu hanya diam mengikuti kemauan istrinya, untuk saat ini mengembalikan mood Kanaya lebih penting dari segalanya.
__ADS_1
"Beres!" seru Kanaya sangat bahagia.
Dia terus memfoto suaminya itu dan menjadikan foto tersebut sebagai wallpaper.
"Sudah boleh buka kan?" tanya Hans sangat hati-hati.
"Boleh dong, sini aku bantu."
Hans masih menurut ketika Kanaya membuka penutup matanya, setelah itu Hans sedikit mengucek kedua matanya karena terlalu buram. Akan tetapi, betapa terkejut dia saat melihat dirinya di dalamnya cermin.
TARAAAAAA.....
ANGGAP SEPERTI INI YA, KOSTUM NYA SIH 🤣
"Sayang, kenapa aku jadi seperti ini!" Hans tak percaya akan dandanan istrinya ini, sungguh dia amat malu tapi semua permintaan Kanaya.
"Tapi lucu tahu, Kak. Kemarin aku lihat di bernada sosmed, ada seorang lelaki memakai ini dan aku ingin kamu memakainya." Kanaya terlihat amat bahagia.
Senyum pasrah pun Hans tampilkan, dia tak bisa berkata lagi jika Kanaya sudah berkata seperti itu. Dia hanya menatap sedih ke arah cermin, sambil memegang bando berbentuk telinga. Setelah itu, Hans memiringkan tubuhnya demi melihat ekor yang menempelkan sempurna di pantatt.
"Kak, ayo pose seperti ini." Kanaya menunjukkan gaya yang harus Hans perankan.
Dengan terpaksa Hans mengikuti semua perintah istrinya, sedangkan Kanaya sangat bahagia mengabadikan potret sang suami. Namun, kebahagiaan itu tak berlangsung lama ketika seseorang masuk begitu saja ke dalam kamar mereka.
"Astaga, Hans!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Hai emak mau menginfokan, jika mulai bulan depan akan mencoba konsisten. cuman terkadang asma emak gampang kambuh, jadi kalau lama menghilang pasti ada salah satu penyakit emak kambuh. 😅😅 intinya Terima kasih sudah mau mengikuti emak sampai sejauh ini, kalian terlove pokoknya.
__ADS_1
selamat menunaikan ibadah puasa juga bagi yang menjalankan, bentar lagi lebaran, semoga kalian semua selalu sehat dan jaga kondisi tubuh. 😇😇