Istri Tak Dianggap

Istri Tak Dianggap
meminta restu


__ADS_3

"maaf tuan muda mungkin anda hanya perlu berkata seperlunya saja".membungkukkan kepala dengan hormat."ck kau sungguh tidak memberiku motifasi sedikit pun".


terus yang aku jawab tadi apa tuan muda.hanya menggelengkan kepala


"sudah lah ayo pulang aku sudang mengantuk besok adalah hari yang melelahkan".melelahkan fersi tuan muda karena besok dia harus berusaha keras meyakin kan kedua orang tuanya.


zain keluar dari perusahaan dan kevin membukakan pintu untuk tuan mudanya dan dia segera duduk belakang kemudi dan melajukan mobil dengan kecepatan sedang.


zain tiba di rumanya dan di sambut oleh kepala pelayan ya itu pak udin."pulanglah,apa kau sudah mengatur jadwal ku untuk besok".


"iya tuan muda semuanya suda beres".menundukkan kepala dengan hormat dan pamit."kalau begitu saya permisi tuan muda semoga istirihat anda menyenangkan".sekali lagi menundukkan kepala dan pulang kerumanya tepatnya hotel terbesar di kota B tersebut.


zain masuk ke dalam rumah dan di ikuti pak udin di belakang"apakah anda ingin lansungsung istirahat tuan muda".melepaskan sepatu dan memakaikan sendal rumah di kaki tuan mudanya."heemmm".

__ADS_1


beranjak ingin naik ke kamarnya yang ada di lantai dua"kau tidak usah mengangantarku beristirahatlah".


"baik tuan muda,beristirahatlah semoga anda mimpi indah".zain hanya menjawab 'hemm'dan pergi ke kamarnya dan pak udin masuk ke kamarnya dan istirahat.


***


Pagi pun tiba


Dimana zain bersiap siap untuk menjemput vina karena kedua orang tuanya satu jam lagi mungkin akan sampai di rumanya.zain masuk ke dalam mobil seperti biasa kevin selalu membukakan pintu untunknya.


"hay sayang gimana apa kamu sudah siap".berkata dengan lembut dan penuh perhatian.nggak kayak di luar yak kalo di luar cuek amat dah.


"tentu saja hari ini akan menjadi hari yang menegangkan".tersenyum dan melihat ke arah kevin dan kevin melihatnya dengan tatapan tidak suka.ada apa dengan sekertaris muka datar itu.

__ADS_1


kevin sudah tidak menyukai vina kerna dia tau dia punya pria lain di belakang zain dan tentu saja zain tidak mengetahui hal itu.


"baiklah kalau begitu ayo kita berangkat"menarik tangan vina dan menggenggamnya dan kevin berjalan di belakang mereka dengan tatapan sinis ke arah vina.


di perjalan hanya keheningan yang terjadi tidak ada yang ingin bicara suara satu pun dan itu terjadi satu jam hingga sampai di rumah zain.


mereka ber iringan berjalan masuk dan sekertaris kevin masih setia mengikuti sang tuan muda meskipun dia menjadi obat nyamuk.hhha yah kasian sekertaris kevin.


zain duduk di ikuti dengan vina"kalian membuat kami menunggu berapa lama".mama zain memandang sinis ke arah vina."sudahlah mah mereka juga sudah datang".imbuh papa zain.


"baiklah to the point aja.apa kalian akan merestui hubungan kami".merangkul bahu vina."baiklah kami akan merestui kalian tapi dengan satu syarat".mencoba menenangkan sang istri.


"pernikahan ini tidak boleh di hadiri media dan hanya keluarga terdekat saja yang tau".menaikkan satu alis dan menanti jawaban zain."baiklah,terimakasih mah pah aku akan mengantar vina pulang".

__ADS_1


zain pergi dan kevin


__ADS_2