Istri Tak Dianggap

Istri Tak Dianggap
ITD - 30


__ADS_3

"Papa kapan sampai sini? Kenapa nggak hubungi aku? Kalau tau begini, kan Naya bisa mempersiapkan diri," ujar Kanaya terus menatap Asloka, dia bahkan sampai tak mau melepaskan genggaman erat tangannya takut jika Asloka akan pergi meninggalkannya.


"Kalau Papa bicara, sampai kapanpun nggak akan tau kejadian tadi. Untung Lusi sigap, kalau nggak bagaimana?" Asloka masih kesal mengingat kejadian tadi.


"Papa jangan sering marah, nanti tensinya naik. Cucu Papa sebentar lagi lahir, harusnya bisa kontrol emosi." Kanaya terus memindahkan tangan Asloka ke atas perutnya agar bisa merasakan bagaimana aktifnya calon cucu Asloka, saat mengetahui dia datang.


"Cucu Kakek sedang apa di dalam, Nak? Aktif sekali kamu, seperti om Bian dan Brian," ucapnya langsung hilang rasa marahnya tadi.


"Iya Kek, aku aktif banget di perut Mama. Sampai kadang Mama kesakitan," balas Kanaya sangat terharu, air mata tak ada hentinya menetes. Rasa rindunya selama berbulan-bulan, akhirnya bisa terobati.


"Maafin, Naya ya Pa." Kanaya tiba-tiba meminta maaf.


"Sudah, jangan minta maaf terus. Papa sudah maafin kamu jauh sebelumnya, sekarang fokus kesehatanmu dan cucu Papa," balas Asloka sambil mencium puncak kepala Kanaya.


Setelah itu, mereka kembali menikmati waktu mereka berdua di balkon hotel. Tak lama setelah itu, terdengar seseorang membuka pintu.


"Nay, kamu dimana Sayang?"


Asloka pun segera berdiri, dia ingin meminta penjelasan pada suami anaknya itu, tapi Kanaya sudah memperingatinya agar jangan ada kekerasan.


"Kamu tenang saja, Sayang. Papa hanya ingin bicara empat mata dengannya, kamu jangan khawatir."

__ADS_1


Kanaya hanya bisa menganggukkan kepala, dia sedikit ragu akan ucapan Asloka. Tidak mungkin jika mereka akan bicara baik-baik, pasti akan ada pertengkaran entah sedikit atau banyak.


"Nay ...." Kennan terdiam kaku ketika melihat mertua berdiri tegak di depannya kali ini. Rasa gugup langsung menerjang Kennan, bingung harus berekspresi seperti apa.


"Om Asloka," lirih Kennan sampai terbata-bata.


"Iya, kaget kamu melihatku disini?"


Kennan mengangguk, "Sedikit, Om."


"Ikut aku keluar, ada hal penting yang harus kita bicarakan," ucapnya langsung mendahului Kennan.


Kennan menatap ragu pada Kanaya, dia berharap istrinya bisa menjelaskan sesuatu, tapi sayangnya Kanaya hanya menggeleng pertanda tak tau apa yang akan dibicarakan papanya.


Kanaya mengangguk paham, setelah itu Kennan mengikuti langkah kaki mertuanya dan mencari tempat sesuai untuk membicarakan hal penting.


***


"Aku akan membawa Kanaya kembali ke Indonesia. Setuju atau nggak nya kamu, dia akan tetap ku bawa," ucap Asloka sambil menyalakan rokok.


Dia tak mau banyak berdebat, jadi langsung ke intinya dan jika Kennan menolak Asloka akan tetap membawa Kanaya.

__ADS_1


"Aku nggak setuju, Om." Tolak Kennan.


"Aku nggak membutuhkan izinmu! Disini aku hanya ingin memperjelas saja, dia putriku terserah mau ku bawa pulang atau tidak!" tegas Asloka.


"Dia istriku!" Kennan masih berusaha agar Asloka tak membawa Kanaya pergi.


"Hanya istri sementara, kamu harus ingat itu Kennan! Dari awal pernikahan tak ada sedikitpun kebahagiaan kamu berikan, jadi untuk apa dia tetap di sisimu? Dan satu lagi, jangan kira aku tak tahu rencana kalian tentang anak dalam kandungan Kanaya!"


Sindiran itu pun mampu membuat Kennan terkejut, dia lupa siapa lawannya. Sekuat mungkin dia merahasiakan semua, Asloka pasti tau karena mata-mata mertuanya lebih banyak dari pengawasannya.


"Tapi—"


"Kennan, jangan memaksakan kehendak yang jelas-jelas itu tak mungkin terjadi. Cukup penghinaan yang kalian berikan pada putriku, jika sudah melahirkan nanti, tolong segera urus perceraian kalian."


Asloka pun bergegas berdiri, dia meninggalkan Kennan sendiri setelah mengungkapkan semua isi hatinya. Meski dia merasa ada sedikit perubahan di diri Kennan, tapi Asloka tak mau batin anaknya selalu tertekan entah dari keluarga maupun istri pertama Kennan.


Sedangkan jauh disana, seorang lelaki tengah memandangi foto sang pujaan hati. Sudah terhitung tujuh tahun dia terpisah dari sang pujaan hati, namun kini dia akhirnya bisa kembali dan mencari keberadaannya.


Cukup sudah perpisahan mereka, kali ini dia tak akan melepaskannya kembali. "Aku kembali Kanaya, aku akan menepati janjiku dulu. Tunggu beberapa hari lagi, kita bisa bersama-sama seperti dulu."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Hayolohh siapa itu yang datang 🚶🚶🚶


jadi penasaran, siapa sebenarnya dia. Apakah dia yang di maksud Kanaya, di awal episode??? aahhhh tak tau leh


__ADS_2