Istri Tak Dianggap

Istri Tak Dianggap
pahitnya hidup 02


__ADS_3

bagaikan ditimpa batu yang sangat besar hingga dia tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya.zain jika dia tidak menyandarkan bahunya di tembok rumah sakit mungkin dia akan jatuh terkulai lemas.dia tidak dapat membayangkan jika sang kekasih yang sebentar lagi menjadi teman seumur hidupnya kini telah tiada.


"apa kau ingin aku bunuh haah?Vina tidak mungkin meninggal?dia tidak mungkin pergi meninggalkan ku!".Zain berkata dengan suara keras dan dokter yang memeriksa Vina hanya bisa menunduk dalam enggan menegakkan kepala,ia tau jika sang singa sedang dalam keadaan tidak senang.


"Tuan Sebaiknya Kita Kedalam Memeriksanya Sendiri".yaa setidaknya Kevin sangat bisa di andalkan dari pada Zain yang sedang kehilangan cintanya itu.


Zain langsung masuk tidak memperdulikan dokter tadi yang berdiri ketakutan."Huh Ya Allah.Untung Saja Aku Bisa Selamat".


Zain berdiri mematung melihat jenazah vina yang tertutup kain putih.dan tidak lama dari itu dia melangkah dengan lemas dan membuka kain yang menutupi jenazah vina.


"Apa Kau Sekarang Benar-bernar Meninggalkan ku?Bukankah Kau Sudah Janji Tidak Akan Meninggalkan Ku?Sekarang Mana Janji Mu Itu".


"Tuan Muda".


Huh Apa Dia Sekarang Tidak Memperdulikan Sekelilingnya Sekarang.Harus Kah Sampai Seperti Ini.Dan Sekarang Apa Yang Akan Kau Lakukan Tuan Muda.Huh Memikirkannya Saja Sudah Membuatku Pusing.

__ADS_1


Kevin melihat perawat jenazah datang,dan ingin membawa jenazah vina untuk di mandikan tapi Zain malah membentak mereka dan mengeluarkan kalimat terkutuk.


"Kevin Bunuh Mereka".yang membuat ketiga perawat itu berkeringat dingin dan berwajah pias mereka tau siapa yang berada di depannya sekarang.


Huh apalagi sekarang Tuan Muda bahkan tidak membiarkan perawat membawanya.kau sungguh hebat nona vina hebat dalam mencari simpati Tuan Muda."Tuan Muda anda sebaiknya membiarkan mereka membawanya karena jenazah yang tidak segera di makamkan itu tidak baik dan itu juga berlaku dengan jenazah nona vina".


Apa sekarang nama nona Vina bisa menjadi mantra untuk Tuan Muda.Huh sungguh menyebalkan.Andai Tuan Muda Tau sikap aslimu nona Vina mungkin sekarang dia tidak memperdulikan mu meskipun kau sudah meninggal.Cinta sungguh membuat semuanya jadi buta.


yaaa eelah sekertaris kevin makanya jangan jomlo mala merenung sendiri kan.


"Vin Apa Aku Tidak Perma Membuatnya Bahagia?".Kevin Hanya diam dia menganggap pertanyaan Tuan Mudanya itu hanya diluar kesadarannya mengingat sekarang Tuan Mudanya Itu sedang berduka.


"Kevinn!!"Kevin terlonjak kaget mengingat Tuan Mudanya berteriak di sampingnya membuatnya menundukkan kepala dan meminta maaf.


"maaf Tuan Muda,Saya rasa Nona Vina Sangat bahagia bersama anda mengingat anda selalu perhatian kepadanya".

__ADS_1


Huh bahkan itu bisa di anggap agak berlebihan.


"Tapi kenapa dia meninggalkanku".Zain kembali duduk dan menatap lantai berwarna putih itu dengan sendu.


"Ini Sudah Takdir Tuan Muda".Bahkan setelah ini mungkin nyonya dan tuan besar akan sangat bahagia.


Tidak berapa lama salah satu perawat yang membawa jenazah vina datang dan mengatakan kalau jenazah sudah siap.


"Tuan Muda ayo kita ke pemakaman".


Zain berdiri dan melakah ke parkiran dengan muka dingin dan datar.mungkin ini awal dari sikap dinginnya.


***


Di Pemakaman

__ADS_1


__ADS_2