
"Dimana Aileen, dimana dia. Dimana anakku!" teriakan Kanaya pun mampu menggetarkan seluruh kamar.
Semua menatap sedih ke arah Kanaya, bahkan mereka juga ikut menangis melihat itu.
"Kamu yang tenang, Nak. Hans masih mencarinya, kamu kontrol emosimu ya, ingat kesehatanmu belum sepenuhnya pulih." Anne berusaha menenangkan anaknya. Meski ingin menangis, Anne mencoba menahan.
Dia sangat sedih melihat Kanaya selalu mengalami penderitaan tanpa henti, jika bisa dipindahkan maka lebih baik dia lah yang merasakan kesengsaraan jangan anak-anaknya.
"Bagaimana bisa tenang, Ma? Anakku hilang, dia satu-satunya jiwaku, jika sampai terjadi apa-apa lebih baik aku mati saja," ucap Kanaya semakin histeris.
Tak lama kemudian, Hans masuk ke dalam. Dia menatap Kanaya dengan wajah bersalah, "Nay ...."
"Kak, mana Aileen? Mana? Kamu sudah menemukannya kan, mana anakku Kak."
Hans menghembuskan nafas kasar, dia mendekati Kanaya dan membelai lembut kedua pipinya. "Babysitter kak Abrian yang mengulik Aileen, dia juga bersekongkol dengan Nabila. Aileen di bawa ke Indonesia, aku telat mencegahnya karena sesampainya di bandara mereka sudah berangkat sekitar satu jam lalu."
"Tidak! Ambil kembali Aileen Kak, aku nggak mau anakku berada di tangan mereka, tolong ambil anakku kembali!" seru Kanaya sangat memohon pada Hans.
Hans menganggukkan kepala sebagai jawaban. "Kita akan jemput Aileen hari ini juga, jangan khawatir Sayang. Aileen pasti akan kembali ke tangan kita, sekarang yang penting kamu jangan terlalu stres. Ingat kesehatan tubuhmu lebih penting dari apapun," ucap Hans bisa membuat Kanaya lega.
Kanaya memeluk erat Hans, rasa nyaman pun mulai dia rasakan, perlahan-lahan matanya mulai tertutup dan terbuai ke alam mimpi dengan kening berkerut seakan-akan hatinya masih belum bisa tenang.
"Tidurlah, Nay. Aku akan selalu ada di sampingmu, selalu."
***
Nabila dan Santi kini sangat-sangat kebingungan, pasalnya orang tidur yang mereka berikan tak berlangsung lama, baru beberapa jam berlalu tapi Aileen sudah bangun dari tidurnya.
"Suster Santi, kenapa Aileen ada disini! Kemana Papa dan Mama dan siapa Tante ini?" Aileen terus bertanya sedari tadi sampai membuat mereka kebingungan harus menjawab apa.
Padahal perjalanan mereka masih sangat jauh dan masih transit di beberapa negara, tapi Aileen sudah memberondong pertanyaan demi pertanyaan.
"Sayang, ceritanya panjang tapi yang jelas kita harus pergi sebentar. Ada seseorang yang sangat ingin bertemu kamu, jadi kita harus melihatnya sebentar saja," ungkap Nabila.
"Aileen tidak bicara sama Tante, kata Papa menyela pembicaraan orang itu tidak baik!" cetus Aileen.
__ADS_1
Seketika Nabila terdiam, dia kalah telak dengan Aileen. Meski masih kecil, tapi anak ini pandai bicara. Sejenak Nabila memberi isyarat agar Santi mulai menjelaskan sesuatu pada Aileen.
"Jadi seperti ini, Nona."
Santi mendadak bingung mau menjawab apa, dia sendiri juga bingung mau berbohong gimana, apalagi Aileen tak mengizinkan Nabila bicara.
"Kalian menculik Aileen ya? Hayo ngaku, kalian menculik Aileen ya!"
Panik? Siapa sih yang tak panik jika niatnya ketahuan, siapapun pasti panik dan rasanya Nabila ingin membius Aileen lagi saja.
"Bukan seperti itu, Nona. Sumpah, kita hanya jalan-jalan ke Indonesia." Terpaksa Santi berkata seperti itu agar Aileen berhenti mempertanyakan semua.
"Jalan-jalan?" tanya Aileen penuh selidik.
"I-iya, Nona." Santi terlihat sangat ketakutan, meski Aileen anak kecil tapi otaknya terlalu pintar untuk menjawab semua ucapannya.
"Bohong ih, kalau memang jalan-jalan harusnya papa dan mama ikut, tapi ini tidak!"
Benar saja dugaan Nabila, anaknya ini tak akan mudah percaya dengan siapa-siapa, tapi dia bangga setidaknya Kanaya mendidik Aileen dengan baik.
"Sayang, Tante yang akan menjelaskan semua, jangan tekan Suster Santi ya. Karena Suster Santi hanya menjalankan perintah Tante," ucap Nabila.
"Sebenarnya Tante terpaksa menculik mu, karena di Indonesia ada seseorang yang sangat ingin bertemu denganmu, hanya saja mamamu tak mengizinkan itu." Lanjutnya.
"Seseorang?" Aileen terlihat sangat penasaran.
"Iya seseorang, Sayang." Nabila mengulurkan tangannya ingin membelai Aileen, tapi dengan cepat bocah itu menghindari itu.
"Apakah berarti Aileen punya Fans berat, seperti K-pop?"
Nabila pun jadi kikuk dengan jawaban Aileen, begitu juga dengan Santi. Sungguh luar biasa sekali Aileen, menganggap dirinya memiliki fans.
"Ehem!" Nabila berdehem sejenak. "Nak, bukan Fans tapi dia papa kandungmu Sayang." Nabila mencoba jujur pada Aileen.
"Papa?"
__ADS_1
"Iya, papa Kennan. Sekarang papa sedang sakit dan ingin sekali bertemu dengan kamu, tapi mama Naya tak akan mungkin mengizinkan jika Tante berkata jujur," jelas Nabila sangat hati-hati takut bocah kecil ini berontak atau lainnya.
"Aileen hanya punya papa Hans, nggak ada papa lainnya!" serunya mulai menampilkan raut wajah tak suka.
"Sayang, dia bukan papamu. Papamu ada di Indonesia dan sekarang sedang sakit, kalau tak percaya ini ada foto mama dan papamu dulu."
Nabila segera mengeluarkan beberapa foto agar Aileen percaya dengannya. Tanpa menunggu lama, Nabila berusaha menjelaskan semuanya dan Aileen hanya menatap tak suka pada Nabila.
"Aileen lapar!" cetus bocah itu tanpa mau membahas masalah ini lagi.
"Ya ampun, Tante lupa kalau Kamu belum makan. Bilang, kamu mau makan apa biar Santi membelikannya," ucap Nabila selalu tersenyum lembut pada Aileen meski anaknya itu tak pernah membalas senyumannya.
"Mau burger, pizza, spaghetti, cream soup, jus stroberi, sama emm apa ya." Aileen masih memikirkan makanan-makanan yang ingin dia makan.
Sedangkan Nabila hanya bisa melongo mendengar permintaan Aileen, bukan dia tak mau membelikan tapi dia tak memiliki banyak uang untuk beli makanan sebanyak itu.
"Oh ya, cake coklat, cake stroberi, cake matcha. Sudah itu saja, nanti kalau ingin lagi Aileen bilang!" serunya penuh senyuman licik. Dia seperti mengerjai Nabila serta Santi.
"Sayang, kamu yakin menghabiskan semuanya?" tanya Nabila belum bisa menahan keterkejutan nya itu.
"Ish, Tante pelit sekali! Beda sama papa yang selalu mengiyakan permintaan Aileen tanpa bertanya ini itu, Dasar pelit!" rajuk Aileen dan langsung menghadap ke samping, tapi tanpa mereka tau saat ini Aileen tengah tersenyum licik.
'Rasain, siapa suruh culik Aileen! Lihat saja, pasti Aileen buat bangkrut.' kekehnya dalam hati.
"Sayang bukan seperti itu," bujuk Nabila tapi ternyata tak membuahkan hasil.
Nabila menatap Santi, dia juga bertanya apakah Santi memiliki uang, tapi ternyata pembantunya tak memiliki uang cukup.
'Terpaksa minta papa, hanya papa yang bisa membantuku,' gumam Nabila.
"Baiklah, Tante akan belikan semua itu. Tapi kamu tunggu disini ya sama suster Santi, mama mau ke mencari pesananmu," putus Nabila meski sangat berat.
"Yeahh, Tante memang naik hati. Sekalian beliin Aileen boneka ya, tapi disana Aileen melihat ada boneka lucu," ucapnya sangat bahagia tapi tidak dengan Nabila.
Wanita itu langsung menghembuskan nafas panjang dan menganggukkan kepala, setelah beres barulah Nabila pergi mencari tempat aman untuk menelepon papanya.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...