
zain pergi dan kevin hendak pergi namun di panggil oleh papa kevin."iya tuan".membungkukkan kepala dengan hormat.
"cari tau wanita itu".menatap kevin penuh arti."saya suda mencari tau tentang nona vina tuan".tersenyum dan menyerah kan sebuah map berwarna coklat.
"cepat juga cara kerjamu kevin ayahmu pasti bangga padamu".tersenyum melihat ke arah kevin.kevin hanya mengangguk dan pamit karna zain sudah menunggunya di depan mobil.kevin memeng suda memikirkan hal ini jadi dia mempersiapkan map itu di belakang jasnya.
"kalau begitu saya permisi tuan nyonya".menundukkan kepala dengan hormat dan memyusul zain."maaf tuan muda".
zain sebenarnya kesal dengan kevin karena membuatnya menunggu namun dia tau apa yang membuat kevin lama di ruma zain itu karena orang tua zein bertanya padanya.dan ya zain tau pasti mama atau papanya menyuruhnya untuk mengawasi vina.dan itu lah yang ada di fikiran zain sekarang.
sesampainya di apartemen vina zain segera turun dan membukakan pintu untuk vina dan kevin yang melihat pemandangan itu hanya melihat datar ke arah vina.
"apa kau tidak ingin masuk".melihat ke arah zain yang tidak beranjak dari tempanya berdiri."tidak aku ingin pergi ke kantor karena sepertinya dua jam lagi aku akan ada miting penting".
__ADS_1
"oh baiklah kalau begitu hati hati di jalan".tersenyum yang di buat buat semanis mungking dan di satu sisi sekertaria kevin mulai muak melihat tingka vina.
ada apa dengan sekertaris itu apa dia tidak menyukaiku cih menyebalkan siapa yang peduli dia menyukai ku atau tidak.
vina masuk ke dalam rumah dan jendak memegang gagang pintu tapi kepalanya tiba tiba pusing dan hidungnya mengeluarkan cairan merah yang kental.
vina verjalan ke taman dan berjongkok di dekat keran air di sana dan mulai membasuh hidungnya dia tidak mengerti apa yang terjadi dengan dirinya.hingga dia menelfon dokter untuk ke apartemennya.
dokter yang di hubungi vina adalah dokter langganannya sekaligus kekasih barunya.dia sering konsultasi ke dokter diki jika sakit kepalanya datang namun saat itu dia masih belum mengalami mimisan dan dia hanya mengatakan kalau ini sakit kepala biasa dan dokter diki hanya memberi obat pereda sakit kepala.
"entahlah aku merasa makin pusing dan aku akhir akhir ini aku sering mimisan".menutup mata dan menghbuskan nafas dengan kasar.
"hemm baiklah sebaiknya kita ke rumah sakit dan memeriksa langsung apa yang terjadi denganmu".
__ADS_1
"hemmm baiklah mungkin besok hari ini aku hanya ingin istirahat".melihat ke arah diki dan tersenyum setulunya.
"baiklah kalau begitu jaga dirimu aku pamit".berdiri dan memcium kening vina.
dokter diki pulang dan notif pesan dari zain.'apa kau baik baik saja'.melihat dengan malas.
baru juga pisah beberapa menit udah nanya kabar posesif banget sih aku juga nggk papa kali
'ya aku baik baik saja'.memgrim pesan dengan emot senyum.heemmm ya sungguh menyebalkan.
'bagus kalau begitu,pernikahan kita sepertinya akan di adakan seminggu lagi'.
'apakah itu tidak terlalu cepat'
__ADS_1
'tidak mungkin lebih cepat lebih baik'.