Istri Tak Dianggap

Istri Tak Dianggap
ITD - 41


__ADS_3

"Dok, kenapa istri saya menangis? Padahal dia belum sadar, tapi setelah saya mendengar Aileen berbicara, dia seakan-akan mengerti dan meneteskan air mata," kata Hans bertanya-tanya.


"Saya kan sudah pernah bilang, Pak. Jika istri anda sebenarnya sudah baik-baik saja, akan tetapi ada satu hal yang membuatnya lebih nyaman berada di alam bawah sadarnya," jelas Dokter Freng.


"Ada trauma mendalam, sehingga dia merasa buat apa bangun jika ketika membuka mata merasakan sakit lagi. Sering-seringlah ajak istri anda bicara, cepat atau lambat pasti akan sadar." Lanjut dokter Freng.


Hans terdiam, dia mulai berpikir dan merasa semua ini ada hubungannya dengan Kennan. Lagi-lagi Hans merasa gagal, andai saja waktu itu dia lebih cepat datang mungkin Kanaya tak akan mengalami penderitaan yang sangat menyiksa batinnya.


"Terus untuk masalah alat penunjang, saya rasa sudah waktunya untuk dilepas. Istri anda sudah tak membutuhkan semua itu, jadi β€”"


"Papa! Papa! Mama membuka matanya, papa lihatlah!" teriakan kencang dari mulut Aileen pun membuat dokter Freng maupun Hans terkejut.


"Apa itu benar, Sus?" tanya Dokter Freng.


"Iya Dokter, sekarang perawat lain sedang memeriksa keadaan bu Kanaya," jelas Suster.


Hans sampai tak bisa berkata-kata, dia hanya bisa menangis mendengar semua ini. Ternyata benar apa kata papanya, Kanaya akan sadar jika Aileen yang mengajak bicara.


Tanpa membuang-buang waktu, Hans langsung menggendong anaknya dan mengikuti dokter Freng dari belakang. Terlihat jelas, beberapa perawat mengajak Kanaya bicara, tapi sayangnya Kanaya tak merespon sedikitpun.


Kanaya hanya diam menatap kosong langit-langit rumah sakit, bahkan Hans juga melihat Kanaya meneteskan air mata tiada henti.


"Bagaimana keadaan?" tanya Dokter Freng.


"Semua normal Dokter, tapi pasien tak mau merespon pertanyaan saya," jawab perawat.

__ADS_1


"Bisa geser sebentar?"


Perawat itu hanya mengangguk dan berpindah posisi, setelah itu dokter Freng terlihat memeriksa keadaan Kanaya, beberapa kali juga dokter Freng mengajukan beberapa pertanyaan, tentang siapa Kanaya dan apakah dia ingat tentang masa lalunya, tapi bukan jawaban yang di dapat, namun tangisan lah sebagai jawaban.


"Kita kasih obat penenang dulu, sepertinya pasien mengingat kejadian kelam sehingga dia menangis." Putus dokter Freng.


"Tapi, apa ini baik-baik saja? Istri saya baru sadar dari koma, masa harus di kasih penenang?" tanya Hans sedikit protes.


"Ini sangat aman, jadi tak mempengaruhi apapun pada kondisinya."


Hans tak bisa membantah lagi, dia akhirnya mengikuti saran dokter Freng. Setelah itu salah satu perawat memberikan suntikan penenang pada Kanaya, sampai akhirnya dia tertidur lelap.


Saat semua orang telah keluar, Hans mendekati Kanaya dan mendaratkan sebuah kecupan lembut di atas keningnya. Hans sangat sedih melihat kondisi Kanaya, ternyata waktu enam tahun rasa sakit itu masih belum hilang sepenuhnya dari ingatannya.


"Jika aku bisa menggantikan sakitmu, maka semua akan aku ambil Sayang. Lepaskan semua Nay, lepaskan semua dan aku siap menemanimu sampai akhir hayatku. Kuat Sayang, masih masih ada Aileen yang membutuhkanmu. Kamu harus berusaha sembuh, harus Nay."


Kennan menatap kesal pada dua tangannya, dia benar-benar tak sengaja melakukan ini, dia terlalu emosi sampai melakukan kekerasan pada Nabila.


Kini istrinya tengah menangis meringkuk di pojok kamar, baru saja dia memukuli Nabila bahkan melupakan hasratnya sangat keji. Kennan menyesal, sungguh dia tak tau kenapa bisa berbuat seperti tadi. Karena terlalu emosi mendengar permintaan Nabila, matanya jadi gelap dan langsung kalap.


"Bil, maaf, sungguh maafkan aku." Kennan mendekati istrinya, tapi dengan cepat Nabila menyembunyikan wajahnya sambil menghindari Kennan.


"Sayangβ€”"


"Jangan mendekat, kamu bukan manusia Kennan, kamu iblis!" seru Nabila ketakutan, dia berusaha menjauhi Kennan tapi suaminya semakin mendekat dan tubuhnya langsung bergetar hebat.

__ADS_1


"Iya, aku iblis aku jahat, maafkan aku Bil. Maafkan aku, sungguh ini diluar kendaliku," ucap Kennan langsung memeluk tubuh Nabila.


Namun, bukannya tenang Nabila semakin memberontak dan menjerit-jerit. Nabila trauma, dia tak mau bersama suaminya lagi, intinya ingin pergi saja daripada harus hidup dengan manusia plin-plan seperti Kennan.


"Lepas, lepaskan aku! Kamu bukan Kennan yang dulu, kamu berubah lepaskan aku! Tolong! Tolong!" teriak Nabila ternyata menyulut emosi Kennan.


"Diam! Aku bilang diam! Aku sudah minta maaf, tapi kamu yang membuatku semakin muak!"


"Akhhh, sakit Kennan! Ampun, aku mohon lepaskan sakit," ucap Nabila ketika Kennan mencengkram kuat rahangnya.


"Aku akan lepaskan jika kamu diam! Ingat Nabila sampai kapanpun aku nggak akan menceraikanmu, semua sudah aku korbankan, mulai dari harta, anak dan istriku. Sekarang seenaknya ingin meninggalkanku, maka aku jelaskan, sampai mati kamu tetap istriku!" teriak Kennan.


Nabila hanya menganggukkan kepala, setelah itu Kennan melepaskan cengkraman nya pada Nabila. Tak mau dia semakin kalap, dia memutuskan untuk meninggalkan istrinya sebelum setan semakin merasukinya dan tak bisa mengontrol diri.


πŸ™πŸ™πŸ™


Jika yang tanya, siapa sih pemeran aslinya? Jawabnya, tetap Kanaya tapi disini kan emak mau liatin betapa kejamnya Kennan dan Nabila pada Naya. Terus, jika ngomong move on dong Naya, jangan gitu terus.


Semua butuh proses ya, nggak langsung bisa terlihat baik-baik saja. Semua orang berbeda-beda, nggak bisa di sama ratakan. 😭


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai aku ada rekomendasi cerita punya temenku loh, jangan lupa mampir juga ya. Ceritanya seru, aku juga suka bacanya.


Judulnya RUMAH TANGGA YANG TERKOYAK Author Ika Oktafiana jangan lupa ya 😍😍

__ADS_1



__ADS_2