Istri Tak Dianggap

Istri Tak Dianggap
ITD - 66


__ADS_3

...MAAF ADEGAN YANG ANDA TUNGGU-TUNGGU TAK DAPAT DI MUAT, EMAK HABIS KENA TOLAK JADI TAK ADA ADEGAN MALAM PERTAMA 🤣🤣...


...----------------...


"Kalian hati-hati dijalan, jaga Naya dengan baik jangan sampai terluka sedikitpun, jika ada apa-apa langsung hubungi kami," ucap Dinda begitu khawatir tentang kesehatan menantunya.


Dari dulu, Dinda sangat ingin anak perempuan tapi Tuhan memberinya anak lelaki. Tapi, hatinya menjadi berbunga-bunga tatkala Hans membawa bayi perempuan yang sangat cantik dan wanita lemah di atas ranjang pesakitan. Semua kasih sayang dia tumpahkan pada Aileen, juga Kanaya, sebab itulah kenapa Dinda sangat khawatir kalau terjadi sesuatu pada mereka.


"Mama tengan saja, ada aku yang akan menjaganya di sana," balas Hans sambil merangkul pundak istrinya.


"Hans, kamu harus hati-hati menjaga pola makan istrimu, jangan terlalu banyak beli seafood atau makanan jadi, kalau bisa kamu saja yang masak nanti," tegas Dinda. Dia terus memberikan instruksi pada anaknya, agar tak melakukan kesalahan saat mereka honeymoon.


"Siap, Mama." Hans sampai geleng-geleng mendengar mamanya sangat protektif pada Kanaya.


"Awas kamu bohong! Sampai Mama tau Kanaya makan-makanan tak bergizi, langsung Mama ultimatum!"


Meski tak rela akhirnya Dinda melepaskan kepergian menantunya. Dia menangis ketika mereka pamit ke keluarganya yang lain, sedangkan Aslan hanya bisa memberikan pengertian jika Hans akan menjaga Kanaya.


"Kami berangkat dulu," ucap Hans sebelum meninggalkan rumahnya.


"Hati-hati dijalan."


Hans mengangguk, setelah itu mobilnya pun mulai berjalan menjauh meninggalkan rumah. Perasaan sedih pun mulai terlihat di wajah Kanaya, dia merasa tak tega meninggalkan Aileen sendiri.

__ADS_1


"Mama sangat menyayangimu, Nay," lirih Hans terus mencium punggung tangan istrinya.


"Iya, aku tahu itu dan aku sangat beruntung mendapatkan keluarga seperti kalian." Kanaya menghela nafas sejenak, setelah itu menatap ke arah suaminya.


"Kak, terima kasih sudah memberiku keluarga yang sangat sempurna. Maaf, jika selama menunggumu aku sempat berpaling dan sempat mencintai orang lain," sambungnya lagi.


"Ini sudah takdir, Nay. Aku nggak pernah menyalahkan kamu tentang hal itu, lagian aku kan pernah bilang sama kamu dulu, apapun kondisimu nanti, aku selalu siap menerima dengan tangan terbuka," ucap Hans sambil menarik lembut kepala istrinya, agar berada dalam pelukannya.


"Iya, semua adalah takdir dan takdirku kembali padamu, Kak." Kanaya berpindah posisi agar wajahnya bersembunyi di dada bidang suaminya, terasa sangat lega sekali semua masalah akhirnya bisa clear tanpa tersisa sedikitpun.


"Aku mencintaimu, Kak Hans."


"Aku juga mencintaimu, Nay."


***


"Pakai sweater, Nay. Disini sangat dingin dan kamu jangan sampai kedinginan," tegur Hans sambil memakaikan sweater ke tubuh istrinya.


"Kak, aku tiba-tiba ingin makan sup ayam," lirih Kanaya dengan wajah full senyum.


"Kalau begitu ayo cepat masuk, aku akan buatkan sup ayam untukmu," balas Hans.


Mereka berdua pun segera masuk ke dalam Villa. Setelah memastikan istrinya aman di kamar, barulah Hans keluar dan melihat bahan-bahan di dalam dapur. Untung saja, sebelum sampai dia sudah meminta pengurus villa menyiapkan bahan-bahan untuk mereka nanti. Jadi, dia tak perlu pusing mencari pasar atau supermarket.

__ADS_1


"Semua bahan sudah ada, sekarang tinggal memasaknya. Aku jamin Kanaya pasti suka."


Dengan telaten Hans memasak sup ayam, dia benar-benar memperhatikan makanan Kanaya, tak ada memakai penyedap rasa, Hans hanya memasukkan beberapa garam serta kaldu ayam serta beberapa sayuran sehat untuk istrinya.


"Meski agak nggak enak, tapi ini yang terbaik," gumam Hans.


Merasa sudah beres, dia segera menaruh beberapa hidangan ke atas loyang dan segera membawanya ke kamar. Perlahan-lahan Hans masuk ke dalam, ternyata istrinya itu tengah tidur dalam balutan selimut tebal.


Hans menaruh nampannya di atas meja, segera dia menghampiri sang istri sambil membelai lembut puncak kepala Kanaya. "Sayang, sup nya sudah jadi. Bangunlah, mumpung masih panas," ucap Hans sangat penuh kasih sayang.


"Uugghh ...." Kanaya menggeliat, dengan mata masih mengantuk dia duduk dan bersandar di kepala ranjang.


"Maaf, aku ketiduran. Udaranya sangat dingin, masuk selimut langsung hilang kesadaran," kekeh Kanaya sambil mengucek matanya.


"Nggak apa-apa, Sayang. Ini sup ayam nya sudah jadi, cepat kamu makan."


Hans segera mengambil makanan istrinya, dengan perlahan dia menata meja kecil di atas ranjang, agar Kanaya tak memapah mangkuknya.


"Enak?" tanya Hans.


"Sangat enak, terima kasih ya Kak."


Melihat senyuman Kanaya dan betapa lahap istrinya, membuat Hans sedikit lega. Dia akan membuat Kanaya bahagia, apapun yang diinginkan akan Hans berikan. Cukup sudah penderitaannya, yang tertinggal hanya kebahagiaan, kebahagiaan dan kebahagiaan.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...



__ADS_2