Istri Tak Dianggap

Istri Tak Dianggap
ITD - 43


__ADS_3

Satu minggu telah berlalu begitu cepat, kini kondisi Kanaya sudah benar-benar pulih dan dokter mengizinkannya pulang. Namun, dokter juga berpesan agar Kanaya menjaga pola makanan, serta hidup sehat agar penyakitnya tidak kambuh lagi.


Hans yang mendengar penjelasan dokter, langsung mengiyakan dan mulai mengatur semua kebutuhan Kanaya, mulai dari makan yang di makan, minuman dan lain-lain. Dia tak mau sampai Kanaya sakit lagi, sehingga Hans harus menjaga ketat pola makan wanita tersayangnya.


"Kak, rambutku kok seperti ini?" tanya Kanaya. Dia baru sadar jika rambutnya yang indah sudah tak ada, berubah menjadi tipis dan sangat mengerikan baginya.


"Ini efek obat yang dimasukkan ke tubuhmu selama bertahun-tahun, Sayang," balas Hans terus mencoba merapikan rambut Kanaya.


"Aku terlihat mengerikan, pasti Aileen sangat takut melihatku," ucapnya sangat sedih.


"Jangan sedih, Sayang. Kamu tetap cantik di mataku, jangan pernah mengeluh tentang penampilan, yang terpenting sekarang kamu sehat-sehat saja," sangkal Hans sambil mencium puncak kepala Kanaya.


Kanaya merasa terharu dengan ucapan Hans, dia menggenggam lembut telapak tangan Hans dan menciumnya lembut. "Kak, terima kasih sudah mau mengurusku dan Aileen selama enam tahun ini," ucapnya.


"Kenapa harus berterima kasih? Ini sudah menjadi kewajibanku, Nay. Dulu aku berjanji akan menjemputmu ketika semua masalah beres, tapi nyatanya aku malah menghilang dan melupakan janji itu," ucap Hans memeluk erat tubuh Kanaya dari belakang.


Rasa penyesalan itu masih ada sampai membuatnya ingin memutar kembali semua dan lebih memilih membawa Kanaya, meski umurnya saat itu masih di bawah umur.


"Itu sudah menjadi masa lalu kak, sekarang pasti Kakak sudah memiliki keluarga sendiri dan —"


"Nggak, Nay! Aku masih single, sampai saat ini aku belum menikah dan bagiku kaulah keluargaku," balas Hans sempat membuat Kanaya tercengang.

__ADS_1


"Kenapa seperti itu, Kak? Umur Kakak bisa dibilang cukup untuk menikah, bahkan banyak gadis-gadis di luar sana yang mungkin mengejar cinta Kakak," lirihnya tak berani menatap cermin.


Kanaya takut jika Hans memang menunggu dirinya. Namun jika dugaannya benar, Kanaya tak bisa membiarkan itu.


"Kamu masih tanya padahal kamu sudah tau jawabannya, Nay." Hans langsung memutar kursi Kanaya dan setelah itu dia tatap Kanaya penuh kelembutan.


"Nay, aku masih berharap bisa bersama denganmu. Hidup bahagia bersama Aileen, menjalani pernikahan dan menghabiskan masa tua bersamamu," kata Hans tulus dari lubuk hatinya.


Mata Kanaya mulai berkaca-kaca, dia bingung mau menjawab apa. Tapi rasanya sangat mustahil jika harus bersama dengan Hans, apa yang bisa diharapkan padanya.


"Aku sudah nggak sempurna, Kak. Lihatlah kondisiku, sangat mengerikan bahkan penyakitan. Aku juga wanita kotor, yang pernah merusak rumah tangga orang," ucapnya berderai air mata.


"Aku nggak peduli, bagimu kamu sangat sempurna, Nay," balas Hans sangat kekeh dengan pendiriannya.


Jujur saja, selama menikah dengan Kennan hatinya mulai terpaut pada suaminya. Tapi, dia juga benci, benci dengan keputusan Kennan di saat dia berada di antara hidup dan matinya.


"Aku nggak perlu cinta darimu, Nay. Kamu berhak mencintai siapapun, karena cinta tak mungkin bisa kita cegah, apalagi kalian dulu sepasang suami-istri. Tapi izinkan aku menghapus semua tentang dia, Nay. Izinkan aku mengetuk hatimu lagi, seperti dulu saat kita menjalin kasih," balas Hans semakin membuat Kanaya merasa bersalah.


Dengan tangan gemetar, Kanaya membelai lembut wajah Hans. Dia ingin sekali memberikan kesempurnaan pada Hans, tapi rasa trauma akan pernikahan dulu membuatnya berpikir ulang untuk menjalani hubungan baru dengan lelaki lain.


"Beri aku waktu Kak, beri aku waktu agar bisa memantapkan hatiku."

__ADS_1


***


Suasana kacau terjadi di perusahaan Kennan, pagi ini kantornya kebakaran dan semua berkas-berkas penting hangus terbakar. Beberapa kali karyawan, menghubungi Kennan tapi sayangnya lelaki itu tak kunjung mengangkat panggilan.


Banyak sekali korban jiwa, mulai dari luka ringan sampai meninggal. Burhan dibuat stress, karena anaknya tak kunjung datang jadi dia harus turun lokasi sendiri.


"Pak, bagaimana ini, banyak keluarga korban menangis histeris di luar dan menuntut keadilan," ucap Lenni sekretaris — Burhan.


"Nggak tau, kepalaku sangat sakit sekali Len! Kennan masih belum bisa dihubungi kah?" Burhan terlihat menyerah, dia sudah memikirkan berapa banyak ganti rugi yang harus dikeluarkan Kennan.


"Belum, Pak."


Burhan mengumpat kesal, selalu saja seperti ini dan beberapa tahun Burhan melihat anaknya itu mulai lalai dalam pekerjaan, padahal hanya tinggal perusahaan ini yang jadi penopang hidupnya.


"Aku tau dia dimana, kamu ikut aku sebentar dan serahkan ini pada Rudy!"


Lenni mengangguk paham, dia segera menghampiri Rudy dan memintanya untuk mengambil alih sebentar tugas-tugas. Setelah beres, Lenni mengikuti Burhan masuk ke dalam mobil.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hai aku ada rekomendasi cerita punya temenku loh, jangan lupa mampir juga ya. Ceritanya seru, aku juga suka bacanya.

__ADS_1


Judulnya ISTRI YANG TAK DIANGGAP Author SITI FATIMAH jangan lupa ya 😍😍



__ADS_2