
1 minggu berlalu,kini hari yang di nantikan zain telah tiba di mana dia akan memiliki vina seutuhnya.vina sekarang sudah di make up oleh wo dan sekarang menunggu jemputan dari sopir zain tapi entah kenapa perasaannya sedari tadi begitu tidak enak.
kepalanya begitu sangat pusing seakan ingin meledak.dia sudah meminum obat pereda sakit kepala tapi tidak berselang lama sakit di kepalanya itu datang lagi dan itu memebuat vina meminum obat pil itu hampir setengah.
jemputan dari zain tiba dan vina segera keluar dan masuk ke dalam mobil dengan di bukakan pintu oleh pengawal.di dalam mobil hanya keheningan terjadi.
sopir zain melirik ke spion dan memperhatikan vina,dia merasa ada yang aneh dengan vina pasalnya dia terlihat pucat meskipun sudah memakai make up.dia ingin bertanya tapi di urungkan karena menurutnya itu bukan urusanya.
di hotel C tempat pernikahan mereka di langsungkan.zain tengah menunggu kehadiran sang pujaan hati yang di dambakan.dan tak berselang lama mempelai wanita datang.zain menatap kedatangan vina denga sangat bahagia tapi dia menangkap ada yang aneh dengan vina tapi dia menepis pikiran anehnya itu.
"apa kau baik baik saja".zain khawatir pasalnya dia melihat vina pucat dan bercucuran keringat."ya aku baik baik saja".jawab vina berbohong karena dia tidak ingin rencananya menjadi nyonya mubarak gagal.
__ADS_1
"baiklah kalau begitu ayo kita ke depan penghulu".belum beberapa langkah vina sudah merasa pusing dan dia merasa kepalanya ingin pecah dan pandanganya mulai gelap,darah mulai keluar dari hidungnya dan dia mulai kehilangan kesadaran kemudian jatuh di bahu zain.
zain panik dan segera mengangkat tubuh vina ke mobil menuju rumah sakit.vina tak kunjung sadar dan semakin pucat, dan itu membuat zain semakin khwatir.
"vin bisakah kau membawanya lebih cepat".hardik zain gusar pasalnya kevin mengendarai mobil yang menurut zain lamban."baik tuan".
kevin menaikkan kecepatannya dan untungnya jalanan sedang tidak mengalami macet.
vina di masukkan diruangan IGD.dokter berhamburan masuk keruangan di mana vina di rawat dan itu membuat zain semakin gusar.dalam hati dia bertanya tanya sebenarnya apa yang terjadi.
tidak berselang lama dokter keluar dari ruangan vina denga wajah pucat pasih dan berkeriangat dingin.pasalnya dia tau siapa yang di depannya sekarang ini.salah bicara sedikit saja itu bisa membuatnya hancur.
__ADS_1
"katakan padaku apa yang terjadi dengan vina".nada suara zein tidak bisa di tebak dia seakan ingin membunuh dokter itu.
"maaf tuan,penyakit nona vina sudah semakin parah".menunduk dan tidak berani menatal wajah zein sekarang.
"apa maksudmu penyakit?apa dia terkena penyakit?penyakit apa itu?".
"iya tuan,nona vina mengidap penyakit kanker otak dan itu sudah stadium akhir,dan..".dokter itu tidak berani melanjutkan kata katanya.
"dan apa jangan membuat ku semakin marah padamu".zein menatap dokter alia dengan penuh kemarahan dan seakan ingin melahap dokter alia.
"dan nona vina sepertinya meninggal dalam perjalanan tuan muda karena waktu kami memeriksanya dia sudah tidak bernyawa".menunduk enggan mengangkat kepala karena menurtnya ini adalah peristiwa yang mengerikan baginya.
__ADS_1