
Di pemakaman
"Vin kau ingin membawaku kemana".Zain bingung pasalnya dia ingin ke pemakaman Vina tapi kevin malah membawanya entah kemana bahakan ini sudah di luar kota."Ke Pemakaman Nona Vina Tuan Muda".
"Kenapa tidak dimakamkan di tempat keluarga mubarak".Zain merasa aneh kenapa jenazah Vina harus di makamkan terlalu jauh."maaf Tuan Muda tapi Tuan Besar tidak mengizinkan hal itu".
"kalau Papah Tidak Mengizinkan Hal itu kenapa bukan di pemakaman tempat umum,bagamana jika aku merindukan Vina,Itu terlalu jauh".Zain benar tidak habis pikir dengan pemikiran papahnya.
"Maaf Tuan Muda,Tuan Besar juga tidak mengizinkannya".rindu,aku tidak akan membiarkannya Tuan Muda aku akan membuatmu sibuk sesibuk mungkin sampai anda sendiri tidak mengiatnya lagi dan sampai anda tau siapa nona vina itu.
Zain dan Kevin sampai di kota Xx dan sekarang mereka di pemakaman umum kota Xx tidak banyak yang menghadiri hanya penggali kubur,pak ustadz,perawat yang membawanya,pengawal Zain adik Zain,Kevin,dan satu lagi dokter Diki yang Zain sendiri tidak tau hubungan apa dia dengan Vina.
__ADS_1
papa dan mama Zain,tentu meraka tidak akan pergi menjadikannya menantu saja mereka sudah tidak ingin apalagi menghadiri pemakaman Vina ini,mungkin sekarang mereka sedang berpesta pora karena hal yang mereka tidak inginkan menjadi kenyataan.
Zain menatap nanar tubuh sang kekasih yang sudah di tutup tanah dia ingin menangis tapi gengsi hanya wajah yang sedih dan terluka yang dia tunjukkan.maklumla kan banyak pengawalnya mau di taruh di mana mukanya nanti.
hari sudah menjelang sore dan semua orang sudah pulang terkecuali asisten Kevin,Zain,dua pengawal zain dan Dokter Diki.
lama Zain menatap pusara di depannya itu dan memakai kaca mata.dia sempat menatap laki laki yang apsing menurutnya karena setaunya Vina sudah tidak mempunyai sanak saudara satu pun.tapi tak lama dari itu dia sudah tidak peduli lagi kemudian dia pergi menuju mobil dan diikuti sekertaris kevin.
Di mobil Zain membuka kacamatanya dan menyadarkan kepalanya menutup mata dan mengistirahatkan pikirannya sejenak dia lelah dengan apa yang di hadapinya sekarang.Dia berpikir bagaimana sekarang dia melewati kehidupannya tanpa Vina di sisinya.
Zain sampai di rumahnya dia hanya langsung masuk ke kamarnya di lantai dua dia tidak memperdulilan kalau kedua orang tuanya memanggilnya.Dia hanya ingin istirahat sekarang menenangkan pikirannya yang kacau.
__ADS_1
sememtara di bawah asisten Kevin hanya diam mematung sambil menunggu tuan besarnya bicara.papa Zain menyeruput tehnya dan bicara.
"bagaimana pemakamannya".bicara sambil memberikan isyarat mata kalau asisten Kevin di persilahkan duduk.
"semuanya berjalan sesuai rencana anda Tuan".
"apa laki laki itu juga hadir di sana".ya yang dia maksud adalah dokter Diki dia sudah tau kalau Vina selama ini punya kekasih di belakang putranya.dia tidak habis pikir bagaimana bisa putranya tidak menyelidiki Vina terlebih dulu sebelum menjadikannya kekasih.
"iya Tuan"
"apa Zain curiga padanya".bertanya dengan penuh tanda tanya."sepertinya tidak Tuan,kelihatannya Tuan Muda tidak tertarik sama sekali".
__ADS_1
"ck bodoh sekali,baiklah dia juga akan tau suatu saat nanti,pulanglah kau sudah berkerja keras hari ini".menepuk pundak han dan pergi ke kamarnya.sedangkan asisten Kevin menunggu Tuan besarnya hilang di balik pintu baru di beranjak pergi di kediaman utama.