Istriku Bad Girl 2 (The Story Of Angel Lee)

Istriku Bad Girl 2 (The Story Of Angel Lee)
Gadis Rambut Merah


__ADS_3


Pov Author


Harada mengantar kakeknya hingga pintu setelah bertemu Angel. Tak berselang lama Ecco datang. "Harada-san. Kamu sedang disini?" Ecco membungkuk.


"Iya. Alfa?" mendapat jawaban dari Ecco Madin mengantar ke ruang kerja dimana Madin dan Blue sudah menunggu.


"Apa ada hal penting sampai Ecco harus keluar dari sarangnya?" Harada mendaratkan tubuhnya di sofa hitam.


"Hanya mengecek video lama." Harada mengerutkan keningnya mendengar jawaban Madin.


Memperhatikan aktifitas ketiga orang tua itu di meja kerja. Ecco mengeluarkan flash disk dari sakunya. Mengutak atik komputer di meja kerja yang biasa dipakai Blue.


"Hai cantik. Wah... Wong benar, kamu sangat cantik." tak lama terdengar. Awalnya Harada tidak terlalu perduli. Tapi kemudian terdengar suara desahan nikmat yang membuatnya merinding.


"Hei... kalian sudah tua, kenapa masih menonton film seperti itu?" protesnya.


"Gue mau wajahnya diperjelas, bisa?" Madik menggubris Harada yang terlihat salah tingkah.


Tentu saja kalau mendengar suaranya orang bisa menebak video apa yang ketiga orang tua itu sedang tonton.


Tapi kemudian Harada mengerutkan keningnya. Menjadi penasaran dengan video yang sedang para tetua itu lihat. Terdengar suara orang menangis dan memohon.


"Jangan, om. Angel gak bisa. Hiks.... hiks... hikss..." mendengar nama Angel membuat Harada bangkit dan melihat video itu.


Darahnya berdesir melihat bagaimana seorang pria dewasa meminta Angel kecil untuk memuaskan nya. Angel memangis dan memohon agar pria itu berhenti, tapi bukannya makin berhenti dia justru makin kasar.


*****


Seperti biasa tidak ada percakapan saat aku dan Harada berada dalam satu mobil. Aku tahu dia sesekali mencuri pandang ke arahku yang membuatku kesal.


"Berenti melirik ke arahku, sebelum matamu aku congkel keluar." Harada seketika itu melihat lurus kedepan. Dia tertangkap basah.


"Kamu turun?" Harada menggendok tas ransel berukuran sedang di pundaknya.


"Hem. Aku juga ada kuliah hari ini." dia berjalan mendahului. "Apa kamu mau diam sana terus?" Setelah agak jauh, Harada memanggilku. Melihatku berjalan, Harada melanjutkan langkahnya.


"Gedung ku di sebelah sana. Nanti kita ketemu di kantin. Kami berpisah di depan gedung fakultas Harada.

__ADS_1


Ditaman depan gedung fakultas ku, aku lihat beberapa orang berkumpul. Awalnya aku pikir mereka hanya berkumpul biasa saja, tapi kemudian aku sadar mereka sedang merundung seseorang.


Tidak bisa dibiarkan!


Aku mendekati mereka. Empat orang gadis berparas cantik, badan bak model sedang merundung seorang gadis yang terlihat culun.


Gadis!


Gadis teralsungkur ditanah. Kacamata tebalnya tergeletak. Tangan gadis polos itu meraba tanah mencari-cari kacamatanya. Dia pasti tidak dapat melihat dengan jelas tanpa kacamata itu.


Seseorang gadis berambut merah sudah siap dengan segelas es teh ditangannya. "Stop! Apa yang kalian lakukan?!" Aku mengambil kacamata Gadis dan membantu Gadis berdiri.


"Siapa kamu? Gak usah ikut campur urusanku! Minggir!" bentaknya.


"Mengapa gak bisa menyelesaikan sama baik-baik?" Aku masih membantu Gadis. Jadi aku ngomong tanpa melihat Gadis berwarna merah itu.


"Eh... kami cewek yang sama Harada kan?" Aku menoleh begitu nama Yakuza disebut. Ah.. Aku ingat di gadis di kantin itu. Jenice.


"Jenice?" aku mencob mengingat namanya.


"Jenny!" Jawabnya ketus. "J E N N Y"


"Kamu bersama Harada? Kamu siapanya Harada?" Si gadis berambut merah ini memperhatikan ku dari atas ke bawah. Dia menoleh ke arah Jenny meminta jawaban.


"Kamu pacarnya Harada?" Si rambut merah itu masih penasaran. "Cepat sekali dia mendapat pengganti ku." keluhnya.


"Kamu gak apa-apa?" Perhatian kembali ke Gadis. "Ayo ke kelas," ajak ku.


"Aku belum selesai sama kamu cupu!" Aish si rambut merah ini. Aku tetap membawa Gadis pergi ke kelas.



Ternyata gadis-gadis itu kelompok superior di kampus ini, terutama si rambut merah karena dia tunangan Andy Ozawa. Gadis menjelaskan padaku sepanjang jam kuliah tentang tindak tanduk Sheryl dan geng-nya.


Jadi gadis itu mantan kekasih Harada.


Keluarga Ozawa penyandang dana terbesar di Universitas ini, maka dari itu bergaul dengan Ozawa berarti memiliki kekuasaan lebih disini.


"Sudah dari tadi?" Aku menggeleng. Harada datang terlambat. Dia duduk berseberangan dengan ku. "Sudah pesan? Mau makan apa?"

__ADS_1


"Entahlah. Semua nama makannya asing buatku. Aku hanya tahu bakso." Aku membaca. satu persatu spanduk yang terpasang di sekeliling kantin.


"Aku pesankan." Aku rasa itu ide yang bagus. Aku memandang punggung Harada yang menjauh. Dia sedikit berbeda kurasa. Lebih ramah walaupun tetap tidak ada senyum dibibirnya.


"Hey... cantik. Kamu sendirian? Kamu mahasiswa baru ya?" Laki-laki ini langsung duduk dikursi kosong disebelahku. Dia menggeser kursiny mendekat, aku ikut menggeser kursi memberi jarak lebih jauh.


"Jangan takut, cantik." Dia menggunakan tangan untuk menumpu wajahnya di meja. Memandangku sambil tersenyum. Aku tidak suka senyumnya. Senyumnya seperti menginginkan sesuatu. Walaupun itu mungkin hanya perasaanku saja, karena aku selalu punya firasat buruk pada laki-laki.



"Aku Jason," di mengulurkan tangannya. Aku enggan membalas. "Kamu tidak bisa bahasa Indo?"


"Apa yang kamu lakukan disini?" Harada datang dengan membawa dua gelas minuman. Baiklah ini semakin menengangkan.


"Kamu tidak baik-baik saja?" Dia menoleh ke arahku. "Apa dia membuatmu tidak nyaman?" Sekarang aku memelototinya. Apa maksudnya? Apa Harada tahu aku tidak suka berdekatan dengan laki-laki?


"Pindah kesana," titahnya, memintaku pindah duduk diseberang Jason sedang Harada menempati kursiku.


"Hei... " Jason protes. "Dude, biarin aku pedekate sama cewek cantik."


"Dia punyaku," Aku mengerutkan kening. Punya dia? Maksudnya?


"Wah sudah punya pacar baru ya?" datang seorang lagi. Mantan pacar Harada, si rambut merah.


"Urus urusanmu sendiri," sepertinya Harada memang ketus pada semua orang.


Jason mencoba meraih tanganku, aku dengan cepat menarik tanganku. "Hei... aku gak ada niat jahat, hanya ingin mengajakmu pindah meja. Biarkan mantan kekasih ini menyelesaikan urusan mereka," aku tahu Jason sedang meledek Harada.


"Tidak, aku akan disini saja. Sepertinya akan seru."


"Baiklah, mari kita tonton sepasang mantan kekasih ini bertengkar." Jason membenarkan posisi duduknya hingga bisa melihat adu argumen antara Harada dan Sheryl.


Baiklah ini akan menarik. Aku tersenyum senang, hari ini aku bisa melihat sisi lain Harada.


kasi buanyakk like dan komen ya kakak


emak suka bacain komen kalian, bikin makin semangat nulisnya.


Lemparin mawar buat Angel dan Harada okeh...

__ADS_1


See u di next bab


follow ig emak @bydarl.2021


__ADS_2