
Andy dan Sheryl tidur dengan saling memunggungi. Seperti malam - malam sebelumnya tidak ada obrolan sebelum tidur ataupun pelukan yang menghangatkan satu sama lain.
Andy memang tidak pernah menyentuh Sheryl sama sekali kecuali dihadapan keluarga mereka itupun hanya sekedar pelukan atau kecipan dipipi.
Andy benar - benar menjaga jaraknya dari Sheryl.
Pagi ini Andy menangkap suara aneh dari toilet. Karena suara itu cukup menganggu, Andy memutuskan untuk melihat apa yang terjadi.
Sheryl sedang berjongkok di depan toilet dan memuntahkan semua isi perutnya. Andy yang melihat itu tanpa jijik memijit leher belakang Sheryl.
Dilihatnya Sheryl sudah berhenti muntah, Andy meninggalkan Sheryl dan pergi keluar kamar. Memanggil pelayan dan meminta teh jahe untuk istrinya.
"Ada apa, Andy?" Miwa ibu Andy yang kebetulan lewat kamar menghentikan langkahnya didepan kamar Andy. Dilihatnya Sheryl duduk lemas ditepi ranjang.
"Kenapa istrimu?" Miwa menerobos masuk.
"Morning sick, mom," Jawab Andy santai.
"Benarkah?" Miwa terkejut. "Dia hamil? Kalian akan punya anak?" Miwa tampak bahagia. Kemudian memukul lengan Andy. "Anak nakal kenapa merahasiakan ini?"
"Aku baru mengetahuinya kemarin. Belum sempat memberitahukan hal ini pada kalian."
"Kita ke dokter hari ini. Mommy akan buatkan teh jahenya." Miwa meninggalkan kamar Andy. "Oh Tuhan aku akan jadi nenek," katanya sambil lalu.
__ADS_1
"Jangan besar kepala, aku mengatakan itu bukan karena memaafkan mu tapi menjaga martabatmu sebagai wanita," kata Andy yang mengerti tatapan sendu Sheryl.
Miwa kembali ke kamar Andy dengan senampan penuh makanan. "Mom ini terlalu banyak," lirih Sheryl.
"Istirahatlah. Siang nanti kita ke dokter. Mommy ingin lihat cucu Mommy." Kata Miwa girang.
Air mata menggenang di sudut mata Sheryl. Bagaimana tidak, dia sudah sangat jahat pada keluarga ini, tapi mereka memperlakukan nya dengan baik.
"Jangan cenggeng!" Hardik Andy yang baru keluar dari kamar mandi. Ia sudah terlihat dari dengan kemejanya.
Dengan cepat Sheryl menghapus air matanya yang sudah terlanjur membanjiri pipinya.
"Aku akan kembali siang nanti untuk mengantarkan mu ke dokter. Jangan membuatku menunggu," Andy keluar dari kamar dengan membawa jas dan tas kerjanya.
Tangis Sheryl pecah. Baru kemarin Andy marah padanya mengetahui perselingkuhannya dengan Matsu tapi pagi ini ia menjaga martabatnya sebagai wanita di depan mertuanya.
Entah Andy akan menerima anak ini atau tidak tapi paling tidak anak ini tidak akan terlahir dengan membawa malu.
Sheryl meraba perutnya yang masih datar. "Maafkan Mommy sayang. Maafkan Mommy karena membuatmu hadir dengan cara seperti ini."
*****
Seperti janjinya Andy kembali saat makan siang. Sheryl sudah siap di kamarnya, ia tidak mau membuat Andy menunggu. Begitu mendengar suara Andy dari bawah, Sheryl keluar dari kamar.
__ADS_1
"Ayo," Andy menggandeng tangan Sheryl. Seperti biasa Andy selalu bersikap romantis saat di depan keluarganya.
"Mom, ayo. Aku harus segera kembali ke kantor. Ada rapat penting." Keluh Andy sambil berjalan mendahului Miwa.
Lagi - lagi Sheryl dibuat haru oleh sikap Andy. Ia rela menyisihkan waktunya walaupun mungkin dia melakukan ini demi ibunya yang terlihat sangat gembira dengan kehamilan ini.
Sheryl berbaring di ranjang dan dokter sedang menggerakkan transduser diperut Sheryl. "Ini calon baby-nya. Usianya sekitar 12 minggu. Bagus. Ukurannya sesuai dengan umur. Tidak ada masalah,"
"Mom ada apa? Kenapa melihatku seperti itu?' tanya Andy melihat tatapan aneh dari Miwa.
"Kalian melakukannya sebelum menikah?" tuding Miwa. Memandang suami istri itu bergantian.
"Mom, apa penting membahas itu sekarang? Sheryl sudah hamil, itu anakku, Mommy akan menjadi nenek itu yang terpenting bukan?"
Hati Sheryl bergetar mendengar kata - kata Andy. "Maafkan aku, Mom." Lirihnya.
"Tidak jangan minta maaf. Aku yakin Andy yang memintanya. Dasar anak nakal!" Miwa menjewer telinga Andy membuat putra nya mengaduh.
"Untung saja kalian menikah, jika tidak nasib anak ini bisa berakhir seperti Ojisan dan Matsu," celetuk Miwa yang berhasil membuat Sheryl merinding. Ia menahan tangisnya agar tidak pecah, menahan sesal dan rasa bersalah didalam dada.
__ADS_1
***Masih Ada satu lagi gaes tentang Andy-Sheryl buat penghubung sama ceritanya Andy. Lagi emak susun. Tanyangnya nanti aja pas udah ketahuan ending nya Andy - sheryl
Yang nungguin Andy ngancung☝☝***