Istriku Bad Girl 2 (The Story Of Angel Lee)

Istriku Bad Girl 2 (The Story Of Angel Lee)
Mimi Hilang!


__ADS_3

Seperti kemarin malam sepanjang jalan Harada nampak waspada. Aku perhatikan beberapa kali ia melirik kaca spion. Aku rasa Harada sedang memastikan apa ada yang mengikuti kami.


Kami mengantarkan Gadis terlebih dahulu. Setelahnya kami ke apartemen mengambil mimi.


Aku melihat Harada masuk ke ruang kerja. Ruangan yang memang jarang aku masuki selama aku di apartemen. Karena penasaran aku mengikuti Harada.


"Wow!" Aku terpana dengan pemandangan yang aku lihat. Appa punya mainan sebanyak ini. Disini? Di apartemen.



"Kamu pernah bertarung sesungguhan?" Harada memasukkan beberapa senjata api kedalam tas besar.


Aku menggeleng. "Untuk apa appa menyimpan senjata sebanyak ini?" Aku meraba satu per satu senjata api yang tertata rapi.


"Apa kamu tidak tahu siapa appa mu dulu?" aku kembali menggeleng.


"Mereka cantik sekali," Harada tersenyum tipis menanggapi ku. "Bagaimana kamu tahu ada senjata disini? Aku saja tidak tahu," Aku cemberut.


"Aku dan Blue sering rapat disini," Aku manggut - manggut. "Pilihlah," katanya sambil tersenyum.


"Berhenti tersenyum," aku memperhatikan satu per satu senjata Appa.


Pilihanku jatuh pada SIG Sauer P320. SIG Sauer adalah pistol semi otomatis buatan Jerman. Senjata sangat cocok untuk menyerang. Pistol berkaliber 9mm sangat cocok untuk melindungi diri.



Harada selesai dengan mainan yang ia ingin bawa, tidak lupa membawa pedang katananya.


"Aku suka pedangmu," Harada memandangi pedang samurai nya. Mengeluarkannya sedikit dari sarungnya.



"Buatan khusus. Hanya ada satu," katanya bangga. Aku tersenyum meledek.


"Eehhm" Aku berdeham menghilangkan kesunyian di mobil. Padahal biasanya juga gini, aku dan Harada tidak saling bicara di mobil, tapi kali ini rasanya sepi.


Aih... ini pasti karena Harada terlalu banyakan senyum hari ini.


"Ada apa?" tanyanya sambil tetap fokus pada kemudi.


"Tidak apa-apa."


"Gak mungkin! Kalau gak ada apa - apa kenapa eehm eehm segala?" katanya ketus. Rasanya ingin ku teriak. Setelah bersikap masih sekarang jutek lagi. Ada disebelah dia udah kayak naik rollercoaster.

__ADS_1


"Aku tersedak," Aku gak mau kalah.


"Gak mungkin. Kamu sedang tidak makan sesuatu bagaimana bisa tersedak?" Boleh gak sih aku botakin dia? Kadang so sweet kadang so nyebelin.


"Terserah kamu aja deh!"


"Perempuan selalu gitu, senjata terakhirnya adalah terserah. Kami para laki-laki ini lebih suka pakai otak dan logika, jadi jangan disuru nebak-nebak," aku makin kesel.


Kemudian aku mendiamkan Harada sepanjang sisa perjalanan. Mungkin memang seharusnya gini. Seharusnya memang kalau bicara dengannya pada saat perlu aja.


Harada meraih tanganku ketika aku hendak masuk kamar, membuat kami besihadap. "Jangan cemberut," katanya. "Aku bukan laki-laki romantis yang pandai merangkai kata dan bisa membaca keinginan gadis hanya dari gesture tubuhnya," Harada menjeda ucapannya.


"Bicaralah kalau aku salah atau kamu ingin sesuatu."


deg


deg


deg


Jantungku berdetak lebih cepat dari pada biasanya. Seperti saat di lift tadi. Entah karena takut atau gugup.


"Jadi katakan apa aku berbuat kesalahan?" Aku menggeleng. Kalau aku ingat - ingat Harada memang tidak melakukan kesalahan apapun. aku saja yang terlalu lebay karena dia tidak mengerti kode dehemanku.


"Baiklah. Jangan cemberut lagi, atau aku tidak akan bisa menahan diri," Dahi ku berkerut mencoba mencerna maksud Harada. Melihat dia menggerakkan bibirnya, aku paham.


"Coba saja kalau berani! Aku pastikan kamu akan berkencan dengan Dora!" Aku masuk kamar sedang Harada tertawa puas di luar sana.



"Mimi... Mimi..." Aku mencari Mimi yang sejak tadi tidak terlihat. Aku tidak menemukan Mimi di dalam rumah jadi aku keluar.


Aku mulai menyisir halaman depan dan cara port. Yakin Mimi tidak ada, aku keluar rumah.


Hari sudah gelap membuat aku kesulitan untuk menemukan Mimi. Aku sudah melihat dan menanyai tetangga kanan dan kiri tapi tidak ada yang melihat Mimi.


"Mimi... Mimi..." aku terus memanggil kucing kecil ku.


"Mrs. Kenji," Elisabet keluar dari car portnya membawa Mimi.


Aku setengah berlari menghampiri Elisabeth, "Oh... Mimi you make me worry. Thank you Miss." Aku memanggilnya miss karena Elisabeth belum menikah. "I thought I've lost her," ujarku bersyukur karena menemukan Mimi.


** Mimi kamu membuatku khawatir. Terima kasih nona.

__ADS_1


** Aku pikir aku sudah kehilanganya dia (mimi)


"She is beautiful," Puji Elisabeth sambil mengelus Mimi.


** Dia (Mimi) cantik sekali.


"Yes, she's beautiful. She's a gift from my husband,"


** Iya, dia (mimi) memanggil cantik. Mimi Hadiah dari suamiku.


Setelah itu pembicaraanku dan Elisabeth mengalir begitulah saja. Sebagian besar kami membicarakan tentang kucing.


Elisabeth mempersilahkan ku masuk ke dalam. rumah nya. Tidak seperti pertama kali kami bertemu, kali ini Elisabeth lebih ramah.



"Kamu mendapatkannya?" Harada sedang melihat laptop nya saat aku kembali dari rumah Elisabeth.


"Jelas sekali." Harada merekam keadaan dalam Elisabeth melalui kacamata yang aku pakai.



"Jelas sekali," Harada tersenyum puas.


Hilangnya Mimi memang rencana kami. Harada dengan cerdas membuat Mimi masuk ke halaman rumah Elisabeth.


Hampir setengah jam aku duduk di seberang Harada sambil bermain dengan Mimi hhingga akhirnya Harada menutup laptop.


"Angel, aku ingin mulai besok kamu berlatih combat," Harada menyalakan sebatang rokok. "Pertarungan yang sesungguhnya berbeda dengan latihan. Aku mau kamu siap jika sewaktu - waktu kita berhadapan dengan musuh,"


Aku mengangguk. Aku memang belum pernah benar - benar bertarung atau menembak. Hanya sekedar latihan saja.


"Musuh kita pasti lebih banyak laki-laki. Aku tidak mau kamu lenggah dan terluka karenanya." sambungnya.


"Kamu benar. Aku setuju,"


Harada mengambil Mimi dari pangkuanku. Memasukkan kucing kecil itu ke dalam kandang nya kemudian Harada juga ikut masuk ke kamar, meninggalkan ku sendirian di ruang tamu.


Aku harus berlatih lebih keras sekarang. Jangan sampai aku mengecewakan Kakek dan Uwak yang sudah mempercayakan sebuah misi untuk ku.


like, komen, mawar dong


Dukungan buat Angel dan Harada 😍😍

__ADS_1


__ADS_2