Istriku Bad Girl 2 (The Story Of Angel Lee)

Istriku Bad Girl 2 (The Story Of Angel Lee)
Who Are You?


__ADS_3

Tujuh hari menjelang hari pernikahan semua orang sibuk. Kedua keluarga sibuk mempersiapkan pernikahan anak - anak mereka, apalagi Ozawa akan menikahkan dua putra mereka.


Harasa juga sibuk memeriksa informasi baru tentang Ratna dan Elisabeth. Saat Angel terluka dia membatalkan pergi ke rumah sakit jiwa tempat Ratna di rawat. Belum lagi informasi tentang Elisabeth yang tidak bisa dibuka secara detail.


"Kamu mau pergi?" Harada sudah terlihat rapi saat sarapan membuat Angel menduga kalau Harada pasti ada acara.


"Hem, Andy minta aku datang ke perusahaan. Hanya sebentar. Kita akan mencari cincin bukan?" jawab Harada sambil menikmati sarapannya.


"Iya. Setelah ini aku akan berkunjung ke tempat Elisabeth. Aku lihat beberapa hari ini dia tidak bekerja,"


"Hati - Hati. Aku belum tahu pasti apa dia anggota Kuroi Kage atau bukan. Jadi anggap saja kita menghadapi situasi terburuk."


Angel mengangguk.


"Bawa GPS dan kacamatamu. Aku akan meminta beberapa orang dari dojo untuk menjagamu sampai aku pulang,"


Elisabeth Montenegro



Angel mengunjungi Elisabeth bersama Mimi. Firasatnya mengatakan Elisabeth sedang tidak baik - baik saja. Sejak kedatangannya ke rumah Angel waktu itu membuat Angel tidak tenang.


"May I come in?" Elisabeth hanya membuka sedikit pintu rumahnya. Melihat Angel yang datang, Elisabeth membukakan pintu untuk Angel. Membiarkan Angel masuk ke rumahnya.


Rumah Elisabeth berantakan, sepertinya sudah beberapa hari tidak dirapikan. Seluruh gorden menutupi jendela rapat - rapat hingga sinar matahari tidak bisa menembus masuk.


"It's look like hell," Angel mencari celah untuk bisa berjalan menuju sofa. "Are sure you ok?"


** ini terlihat seperti neraka.


** kamu yakin kami baik - baik saja?


Elisabeth gugup, beberapa kali ia mengintip dari jendelanya.


"Elisabeth, if you need any kind of help, you can tell me,


** kalau kamu butuh bantuan apapun, kamu bisa mengatakannya padaku.

__ADS_1


Elisabeth duduk disebelah Angel. Tanganya saling meremas karena gugup.


Anggap pake bahasa Inggris, ya biar gak dobel ngetiknya 😊😊


"Kamu ingat lelaki yang aku ceritakan?" tanya Elisabeth.


"Laki - laki yang terlalu sulit untuk kamu raih?"


"Dia ternyata seorang psiko, kejam dan mengerikan," jelasnya sambil ketakutan.


"Apa maksudmu?"


Elisabeth menatap Angel, sepertinya ragu apakah ia bisa mempercayai Angel atau tidak.


"Kamu bisa mempercayai ku, El. Katakan apa yang terjadi," Angel berusaha meyakinkan Elisabeth.


"Pria ini, aku bertemu dengannya di lab ku di Mexico. Dia bilang melihat hasil kerja ku dan menyukainya. Aku tahu orang - orang menganggapku gila. Tapi pria ini menghargai hasil kerja ku. Itu yang membuatku jatuh cinta padanya," Elisabeth tersenyum tipis.


"Dia memintaku membuat sejenis antidepresan yang tidak terdeteksi bila seseorang melakukan tes darah biasa," lanjut Elisabeth.


"Dia menyukai hasil kerja ku. Tapi keadaan menjadi tidak terkendali ketika ia membunuh semua ilmuan yang ia bawa dari Mexico,"


"Dan dia tidak melenyapkan mu?" tanya Angel.


"Belum. Aku rasa waktuku akan segera tiba. Ia masih memintaku untuk melatih orang - orangnya untuk membuat obat ini,"


"Dan pria ini apa dia yang memberikan tato itu padamu?" tanya Angel lagi. Ia mencoba menyatukan potongan - potongan kecil informasi yang selama ini ia dan Harada kumpulkan.


"Ya, kami semua mendapatkan tato seperti ini. Kenapa? Hiraku mengatakan ini hanya sebagai tanda pengenal kami,"


Angel terkesiap. "Hiraku?" Angel meyakinkan?


"Hiraku Himura?"


"Kamu mengenalnya?" Elisabeth juga terkejut mengetahui Angel mengenal nama itu. "Who are you actually, Angel?"


"I think I am the one who gonna take you out from shit hole," canda Angel sembari menerima telepon.

__ADS_1


*****


"Apa ada yang penting? Aku dan Angel harus mencari cincin kawin sore nanti," Harada tidak mau berbasa basi.


Andy terkekeh melihat Harada yang bersemangat untuk menikah. "Ada yang perlu aku bicarakan."


Mereka duduk berhadapan disofa dipisahkan oleh meja kaca diantara mereka.


"Matsu mendatangkan beberapa ilmuan dari Mexico. Menjadikan perusahaan kita sebagai sponsor mereka," Andy menyerahkan beberapa lembar kertas.


"Hanya saja ilmuan itu tidak pernah terdaftar masuk di farmasi kita," Harada menatap Andy sejenak kemudian kembali membaca kertas - kertas yang diberikan oleh Andy.


"Kamu sudah memeriksanya?" tanya Harada.


"Kamu pikir aku seceroboh itu tidak memeriksanya secara langsung?" balas Andy. Harada mengangkat pundaknya.


Matanya berhenti pada satu nama di kertas itu. Elisabeth Montenegro. Dia masuk Indonesia dengan sponsorship dari Ozawa?


"Elisabeth ini apa dia ada di pabrik?" Andy menjawab dengan gelenggan kepala.


"Mereka semua seperti hantu, nama dan alamat terdaftar tapi tidak pernah terlihat," jawab Andy.


"Apa ini?" Harada menunjukkan sebuah foto.


"Beberapa hari yang lalu mata - mata kita mengatakan satu kontainer senjata tiba di Korea Utara. Senjata kita Harada-san," kata Andy dengan formal.


"Bukankah kita tidak mensuplai ke Korea Utara,"


"Seharusnya begitu tapi kenyataan nya berbanding terbalik,"


Harada melemparkan kertas - kertas yang dipegangnya ke meja. Memijit pangkal hidungnya. Tiba - tiba saja ia merasa penat.


Ketika satu per satu kasus mulai berbuka, semuanya justru mengarah ke keluarganya sendiri.


Ponsel Harada berdering, nama Bu Sugeng tertera di layarnya. "Ya," jawabnya.


"Tu... Tuan, rumah Elisabeth meledak. Tadi saya lihat Angel masuk kesana," Bu Sugeng terdengar panik. Harada bangkit dari duduknya pergi meninggalkan perusahaan dengan terburu - buru.

__ADS_1


__ADS_2