Istriku Bad Girl 2 (The Story Of Angel Lee)

Istriku Bad Girl 2 (The Story Of Angel Lee)
Pernikahan Andy


__ADS_3

Sudah satu minggu setelah kepergian Angel. Harada menepati janjinya untuk menemani Angel setiap hari.


Seperti hari ini, seperti biasa setelah sarapan Harada mengunjungi makam Angel. "Hai sayang." Sapanya sambil duduk di tepi makam. "Aku membawa Mimi. Dia merindukan mu. Ayo sapa mami, Mimi." Seperti mengerti apa yang sedang Harada bicarakan, Mimi mengeong.


"Lihat?"


"Hari ini Andy menikah dengan Sheryl. Seharusnya ini jadi hari pernikahan kita juga. Tak apa, kita akan menikah dikehidupan berikutnya. Mintalah pada Tuhan agar tidak membuat kisah cinta kita terlalu rumit dikehidupan mendatang."


"Apa kamu tidak merindukan ku? Kenapa tak pernah hadir dalam mimpiku? Aku merindukan pertengkaran kecil kita, sayang," Lirihnya.


Harada hanya terlihat kuat di luar. Tapi sebenarnya rapuh. Ia selalu tidur dikamar Angel bersama Mimi. Masih ada sisa - sisa wangi parfum Angel di kamar itu. Bahkan terkadang Harada sengaja menyemprotkan parfum Angel.



Satu minggu ini adalah masa - masa terendah dihidupnya. Entah sejak kapan ia terikat dengan Angel begitu dalam, ia juga tidak tahu. Yang pasti Harada seperti kehilangan separuh jiwanya.


Kalau saat putus dengan Sheryl ia menghindari tempat yang mempunyai kenangan khusus, berbeda saat kehilangan Angel. Harada selalu mendatangi tempat dimana ia mengukir kenangan bersama Angel.


"Baiklah aku harus pergi untuk bersiap. Aku akan menemuimu lagi besok,"


*****


Andy dan Sheryl terlihat sempurna diatas pelaminan. Tamu yang datang memberikan selamat pada sepasang pengantin itu tetapi juga merasa kasihan pada Harada.


"J," Jason berdiri disebelah Harada.


"Mau pergi?" tawar Jason. Harada menggeleng. Ini acara keluarga, tidak mungkin ia menghilang.


"Harada," Seorang gadis cantik menyapa Harada. "Kenapa disini? Kenapa tidak menikmati pestanya?"

__ADS_1


"Eemm tidak. Aku lebih suka disini. Kalian tidak apa - apa?" Harada menatap Jason dan Gadis bergantian. Mereka berdua tampak seperti orang asing.


Ya gadis yang menyapa Harada adalah Gadis, teman kampus Angel. "Tidak, kami baik - baik saja," Balas Gadis.


Tapi bukan Harada namanya jika langsung percaya. Ia sangat mengenal Jason. Dari tatapan matanya saja ia bisa tahu kalau Jason malas bertemu dengan Gadis.


"Baiklah, aku kesana dulu," Harada menunjuk ke arah Richard dan keluarga nya. Harada meninggalkan Gadis tanpa memperdulikan kata - kata Gadis.


"Eomma, Appa. Hi Keenan," Harada menyapa keluarga Angel. Richard dan Alana memang meminta Harada tetap memanggilnya begitu. Harada sudah seperti anak mereka sendiri.


"Kalian baik - baik saja?" tanyanya. Bukan hanya Harada yang bersedih hari ini tapi juga keluarga Angel. Seharusnya hari ini mereka melihat senyum bahagia Angel.


"Kami mengkhawatirkan mu," Alana memeluk Harada.


"Aku baik - baik saja, Eomma. Jangan khawatir," Harada mengusap punggung Alana.


"Kamu ke makam lagi hari ini? Eomma lihat bunganya baru," Alana mengurai pelukannya.


"Kami semua juga merindukannya," kini Richard mendekati mereka dan memeluk Harada. "Jika Angel masih ada, aku yakin dia bahagia memiliki mu,"


Harada tersenyum. Ia juga sangat mengharapkan itu. Harada bahkan memakai cincin kawin miliknya dan memasangkan cincin Angel pada kalungnya.


"Sudah, ini hari bahagia. Jangan buat hari pernikahan ini banjir air mata," Madin melerai mereka. Membawa Harada ke mejanya. "Temani orang tua ini minum," Pintanya.


"Jangan memaksakan diri old man," ledek Harada.


"Ish... kamu terlalu meremehkan pria tua ini,"


Harada membuka jasnya dan mengantungkan disandaran kursi.

__ADS_1


"Apa itu cincin Angel?" Alana yang sedang melintas bersama Gadis tidak sengaja melihat cincin yang tergantung di kalung Harada.


Harada mengangguk. "Apa kamu sudah mengukurnya dengan benar? Jangan sampai kebesaran seperti cincin pertunangannya. A gel akan sangat marah padamu," ledek Alana.


"Aku justru itu harapanku, Eomma. Jadi dia akan mengunjungi ku dan memarahiku," balas Harada.


"Temukanlah gadis lain, Harada. Lepaskan Angel," kata Alana penuh kesedihan.


"Alana, kami akan minum dan kamu menganggu kami," sela Madin geram yang dibalas gelak tawa oleh Alana.


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang menatap marah kearah mereka.


*****


Harada membuang jas nya sembarang begitu sampai di rumah. Seminggu ini Mimi yang selalu menyambutnya.


Harada merebahkan diri di ranjang Angel. Memandangi setiap barang yang tersusun rapi tidak tersentuh sama sekali.


Harada memang mau tidak memindahkan apapun. Bahkan ia melarang Alana untuk membereskan barang - barang Angel.


"Datanglah ke mimpiku malam ini sayang, aku merindukanmu."


Mimi ikut naik ke atas ranjang. Menemani Harada yang sedang meresapi aroma parfum Angel yang sengaja ia semprot kan.


"Mimi katakan pada Mami mu untuk mengunjungi kita malam ini, jika tidak kita akan berdemo. Setuju?"


Meaow.


"Bagus. Aku tahu kamu lebih menyukaiku dari pada Mami," Harada terkekeh.

__ADS_1


Ia terus mengelus Mimi hingga ia tertidur.


__ADS_2