Istriku Bad Girl 2 (The Story Of Angel Lee)

Istriku Bad Girl 2 (The Story Of Angel Lee)
Semesta Ikut Menangis


__ADS_3

Harada sudah mengatur semuanya. Jenazah yang tadi ditemukan sudah dibawa ke


Lab milik  farmasi Ozawa. Sebisa mungkin


membawa semua petunjuk untuk mencari tahu yang terjadi.


Potongan kenangan Harada bersama Angel terus berputar dikepalanya. Mulai


awal mereka bertemu hingga tadi pagi sebelum Harada berangkat ke perusahaan.


Senyum manis Angel masih jelas dibenak Harada bahkan wangi parfum Angel pun


masih bisa Harada rasakan ada disekitarnya.


Harada mengenggam erat cincin pertunangannya dengan Angel, seolah ingin


merasakan kehadiran Angel disisinya. Dibelainya Mimi yang sedang duduk


dipangkuan Harada. ”Kamu merindukan mami mu bukan? Aku pun begitu,” Harada


mendesahkan napasnya ke udara.


”Kamu baik – baik saja?” Jason yang sedang mengemudi sesekali memperhatikan


sahabatnya itu.


”Kamu tahu, J kehilangan Sheryl tidak sesakit ini,” Harada mengacak rambut


panjangnya yang sedang tidak terikat. ”Kami baru mulai saling membuka diri,


saling menerima. Aku bahkan belum mengatakan kalau aku mencintainya.” Harada tersenyum getir.


Mereka semua berkumpul di lab milik Ozawa termasuk Andy dan Kiyoshi. Alana


dan Richard menangis disisi bangkar Angel. Alana sudah tidak bisa berpijak


dengan benar karena kakinya lemas. Ia bersandar pada Richard.


Tangis Alana makin pecah ketika kantung jenazah dibuka dan memperlihatkan


kondisi Angel yang mengenaskan.


Madin memeluk pundak Alana mencoba menguatkan keponakannya itu. ”Apa kamu


mau otopsi?”


”Wak, Lana gak tega. Angel sudah seperti ini kalau di otopsi lagi jasadnya akan


–” Alana tidak sanggup menyelesaikn kata – katanya. Ia kembali menumpahkan


tangisnya di pundak Richard.

__ADS_1


”Uwak akan urus pemakanannya,” lirih Madin sambil meremas pundak Alana


berharap bisa memberikan sedikit ketenangan.


Harada yang sejak tadi berdiri dibelakang Alana dan Richard tidak dapat


menyembunyikan kesedihannya. Walaupun dia tidak menangis tapi wajahnya terlihat


lebih dingin dan kaku dari sebelumnya.


Andy yang bersebelahan dengan Harada merangkul pundak sepupunya itu. Ia


tahu Harada sedang sangat terpukul saat ini. Hanya rangkulan yang bisa Andy


berikan untuk menguatkan Harada.


”Aku pasti akan menemukan bajingan ini dan membunuhnya dengan tanganku


sendiri,” ujar Harada geram.


Upacara penghormatan terakhir untuk Angel sudah disiapkan di rumah Madin.


Tamu berdatangan silih berganti mengucapkan bela sungkawa dan memberikan


penghormatan terakhir untuk Angel.



seperti ini,” Gadis menghampiri Alana.


”Kamu ini?” Alana memang belum pernah melihat Gadis sebelumnya.


”Saya Gadis, nyonya. Teman kampus Angel,” Gadis membungkuk memberikan


hormatnya.


Sheryl juga datang. Ia datang menemani Andy dan sebagai perwakilan keluarga


Ozawa. Tidak mengucapkan apapun pada keluarga yang sedang berduka. Ia hanya


tersenyum samar. Sayangnya senyum itu tertangkap oleh mata Harada.


”Tidak bisakah kamu tahan rasa gembira mu hingga pulang nanti?! Tunjukkan sedikit rasa hormatmu!” kata


Harada sinis.


Kedatangan Hiraku menyulut kemarahan Harada. Cukup besar keyakinannya kalau


Hiraku dan putra adalah dalang dari ini semua, tapi sayangnya belum ada bukti


yang cukup.

__ADS_1


Harada tidak akan ragu – ragu menebas kepala ayah dan anak itu jika benar


mereka yang melakukan ini pada Angel.


”Richard, aku ikut berduka cita atas kehilanganmu.” katanya penuh dengan


sopan santun.


”Terima kasih,” Richard membalas pelukan Hiraku.


Hujan turun saat peti jenasah Angel dimasukkan kedalam liang lahat. Tangis


Alana dan Keenan menjadi lagu yang mengantarkan kepergian Angel.


Tanah sudah menutup dengan sempurna, batu nisan pun sudah terpasang.


Richard, Alana dan Keenan sudah memberikan pesan terakhirnya untuk Angel.


Kini hanya tinggal Harada sendiri menatap nanar batu nisan Angel.


Membiarkan hujan membasahinya.


”Hai Sayang, bagaimana keadaan mu disana?” Harada bermonolog. ”Kamu


kesepian? Jangan khawatir aku akan datang setiap hari untuk menemanimu. Aku


akan membawakan teman untuk. Tunggulah. Beri aku waktu untuk menemukan orang


yang melakukan ini padamu.”


”Maafkan aku belum bisa menemanimu, tapi jangan khawatir saat waktunya tiba


kita akan bertemun disana.”


”Aku akan menjaga Mimi dengan baik, jangan khawatir.”


”Aku akan membeli cincin kawin kita besok dan membawakannya untukmu. Jangan


mengeluh kamu tidak menyukainya salahmu sendiri tidak ikut memilih bersamaku. Kamu pasti menyukai piihan ku bukan? Aku


punya selera yang bagus.”


”Istirahatlah, kamu pasti lelah. Aku akan menemani mu lagi besok,” dengan


kaki yang berat, Harada melangkahkan kakinya meninggalkan makam Angel.


IG @bydarl.2021


Terima kasih buat yang udah like, komen kasi gift dan tiket yah...


Semoga kalian menikmati cerita receh emak ini

__ADS_1


__ADS_2