
Andy melempar ponsel Sheryl hingga hancur. "Jangan macam - macam dengan ku!" Andy mengancam sambil menunjuk wajah Sheryl.
"Jangan sekali - sekali menghubungi Matsu jika tidak ingin memancing kemurkaanku!" Hardik Andy lagi sebelum pergi meninggalkan Sheryl.
Tubuh Sheryl melorot ke lantai setelah menerima bentakan Andy. Ini pertama kalinya Andy marah padanya dan Sheryl tahu Andy tidak main - main.
Tidak ada yang tahu sebenarnya seperti apa pernikahan mereka selama seminggu ini. Sheryl dan Andy melakukan perannya dengan sangat baik.
Flashback On Hari Pernikahan Andy
Sheryl sedang dirias dikamar pengantin. Gaun putih yang dikenakannya nampak indah dan mewah.
"Keluarlah!" perintah Matsu pada para perias yang sedang merias wajah Sheryl
"Matsu? Apa yang kamu lakukan disini?! Kamu ingin semua orang tahu hubungan kita?!" Bentak Sheryl.
"Aku hanya ingin melihat mu sebelum Andy menyentuhmu," Matsu menarik pinggang Sheryl hingga keduanya saling menempel.
"Jika keadaan kita serumit ini tentu hari ini kamu akan menjadi milikku selamanya." Matsu menatap Sheryl penuh damba. Jika bukan karena tujuannya dia tidak akan melepaskan Sheryl pada Andy.
"Bukankah ini demi impianmu? Tujuan mu? Setelah semua tercapai aku akan kembali padamu," jawab Sheryl.
Benar, setelah beberapa malam kebersamaan mereka, hubungan yang tadinya hanya rekan bisnis berubah menjadi hubungan dengan perasaan.
"Benar. Lakukan tugasmu dengan baik. jadikan Andy boneka mu. Setelah itu kita akan memimpin Ozawa berdua."
Tanpa mereka berdua ketahui Andy mendengar semua dari luar sana. Ia ingin menemui Sheryl sebelum masuk ke ball room.
Andy tidak akan mengorbankan keluarganya demi wanita itu sudah pasti apalagi jika wanita itu tidak mendukung keluarganya.
Nasi sudah menjadi bubur. Sheryl sudah resmi menjadi istrinya pagi tadi. Walaupun begitu Andy tidak akan membiarkan kedua orang ini menghancurkan keluarganya.
Sejak saat itu sikap Andy berubah pada Sheryl. Andy yang dulu memperlakukan Sheryl seperti ratu kini berubah menjadi sangat dingin.
Andy bahkan tidak menyentuh Sheryl dimalam pertama mereka karena tidak ingin terikat secara emosi pada Sheryl.
Bulan madu? Jangan ditanya. Mereka berdua bak orang asing yang tersesat dalam satu kamar.
Andy yang sekarang sangat irit bicara, menatap Sheryl dengan penuh kebencian. Walaupun tidak pernah menyakiti fisik Sheryl tapi kata - kata yang Andy ucapkan sangat tajam.
"Didepan orang kamu adalah istriku, tapi bagiku kamu tidak lebih seperti pelayanan yang aku ikat seumur hidup." Kata Andy
Flashback Off
Sejak Elisabet diselamatkan oleh Harada, Andy adalah orang yang paling sering bertemu dengan Elisabeth untuk mencari informasi tentang obat yang ia buat.
Menurut Elisabeth, Matsu mempunyai sebuah lab. Melihat dari tempatnya Andy tahu itu adalah laboraturium milik Ozawa
"Aku akan menangkap Matsu," Andy menelepon Harada dalam perjalanannya menuju mansion Ozawa.
__ADS_1
[Jangan gegabah. Kita bertemu di dojo. Kita harus merencanakan ini dengan baik. Aku akan minta Blue untuk menyusul ke dojo.] Harada menutup teleponnya.
*****
"Aahh... Eomma dan Appa pulang," jelas sekali kalau Harada senang dengan pulangnya orang tua Angel.
"Kenapa senang sekali?" Tanya Angel. Harada berbaring disisi Angel dan memeluk pinggang kecil Angel. Mencium pipi Angel berkali.
"Iya dong, kita bisa berduaan," Angel memberikan pandangan aneh pada Harada. "Kenapa?"
"Ini benar kamu? Yakuza ku yang dingin dan menyebalkan?" Harada tersenyum lebar sambil mengangguk.
Angel menyandarkan kepalanya dipundak Harada. Pundak kokoh yang bisa melindunginya.
Tapi tiba - tiba Angel mengangkat kepalanya dan menatap Harada tajam "Kamu membuang barang - barangku?" tanyanya mengintograsi.
Harada menggaruk tengkuknya, "Itu --"
"Kamu harus mengganti semua barang - barang ku sayang," lanjut Angel sambil kembali meletakkan kepalanya dipundak Harada.
"Jangan khawatir. Kamu bisa membeli seisi mall kalau kamu mau,"
Hening
Hening
"Aku sempat berpikir aku akan berakhir di ruangan itu bersama Mimi,"
"Tapi sekarang kamu sudah disini bukan? Jangan takut." Harada membelai rambut Angel.
"Kenapa?"
Angel tidak menjawab tapi membalas dengan memeluk pinggang Harada dengan erat.
"Bagaimana dengan Gadis?"
"Dia mana di markas. Aku akan menemuinya besok. Hari ini aku ingin menghabiskan waktu dengan mu. Aku sangat merindukanmu,"
Bibir mereka kembali saling menempel. Mata Angel terpejam membiarkan dirinya nikmati permainan Harada.
Dengan tangannya Harada menahan leher Angel, memberikan ciuman lembut pada pada bibir mungil Angel.
Ciuman lembut berubah menjadi ciuman panas. Decapan menggema di kamar yang ha ya diisi oleh mereka berdua.
Dua manusia saling menyesap, berbelit lidah dan bertukar saliva.
Angel yang selama dua minggu ini panas karena terus menceritakan kedekatannya dengan Harada walaupun ia tahu sebagian besar adalah kebohongan tiba - tiba menggigit lidah Harada.
"Aauuww! Sayang kamu merusak momen! Kenapa menggigit ku hah?" Harada menggosok - gosok bibirnya.
"Tiba - tiba aku kesal karena ingat kamu menghabiskan waktu dengan Gadis," Angel menyengir tanpa dosa.
__ADS_1
"Ish... mengganggu saja!" gerutunya sambil turun dari ranjang.
"Mau kemana?"
"Mandi air dingin." Jawab Harada kesal.
"Kenapa?"
Harada mengambil satu tangan Angel, mengarahkannya pada samurai kecil yang siap penyerang. "Dia siap menyerang. Harusnya aku meminta pertanggung jawabanmu."
Angel menarik tangannyadengan cepat, wajahnya merona seperti tomat.
"Mesum!" Harada tergelak. Dia meninggalkan Angel sendirian.
Angel sudah tidur saat Harada keluar dari kamar mandi. Ia merangkak naik ke atas ranjang, membaringkan dirinya disebelah Angel.
Menatap gadis itu lekat takut Angel hilang dari padangan matanya.
Ponsel Harada berdering. Merogoh saku celananya dan melihat siapa yang menelepon.
[Aku akan menangkap Matsu.] suara Andy terdengar.
"Jangan gegabah. Kita bertemu di dojo. Kita harus merencanakan ini dengan baik. Aku akan minta Blue untuk menyusul ke dojo" Harada menutup teleponnya, menatap Angel sesaat sebelum akhirnya menghubungi Blue dan Alana.
"Kamu mau pergi?"
"Kenapa bangun?" Harada mengusap lembut pucuk kepala Angel.
"Aku kehilangan pelukanku," jawabnya. Memang saat itu Harada sudah berdiri dan bersiap memakai jasnya. Ia terkekeh melihat sikap manja Angel.
"Aku harus bertemu Andy. Eomma sedang dalam perjalanan."
"Eemm... "
Harada tidak khawatir akan keselamatan Angel, dua orang kiriman Blue bukan orang sembarangan.
"Tidurlah lagi." Memberikan ciuman pada kening Angel.
**siangan 1bab lgi yah....
Udah dipanasin pagi - pagi, siangan biar tambah panas okeh???
like
komen
gift
__ADS_1
vote
Terima kasih buat yg udah kasi like, komen, mawar kopi dan tiket... lope lope kalian pull**