Istriku Bad Girl 2 (The Story Of Angel Lee)

Istriku Bad Girl 2 (The Story Of Angel Lee)
Bertemu Elisabeth


__ADS_3

Elisabeth bulak balik pengitip di jendela setiap kali ada kendaraan yang lewat di depan rumah yang ia sewa.


Menunggu kedatangan Harada dengan gelisah.


Ia khawatir keputusannya menghubungi Harada justru membuatnya celaka. Tetapi mengingat Angel yang berkorban untuk menyelamatkan nyawanya waktu itu, Elisabeth tidak bisa diam saja. Dia harus melakukan sesuatu untuk Angel.


Sementara Harada yang menyadari Elisabeth adalah saksi penting tidak mau gegabah. Sebelum menemui Elisabeth, Harada menemui Blue dan membawa beberapa orang kepercayaannya.


Tempat teraman saat ini bagi Elisabeth adalah rumah Madin. Tidak ada orang yang cukup gila untuk berani menyerang rumah pemimpin pandawa.


Elisabeth ketakutan saat melihat tiga mobil yang berhenti di depan rumahnya. Melihat salah satu mereka adalah Harada, Elisabeth bisa bernapas lega.


"Siapa mereka?" Angel hanya membuka sedikit pintunya.


"Mereka orang - orangku. Kemasi barang - barangmu. Kita pergi dari sini." Titahnya.


"Kenapa? Aku aman disini?"


"Kamu yakin? Aku bahkan tidak yakin aku di tidak diikuti," Balas Harada. "Pakai sesuatu yang menutupi kelapa dan wajahmu," tambahnya lagi.


Menimbang apa yang Harada katakan, Elisabeth akhirnya setuju. Tidak banyak barang yang Elisabeth hanya beberapa baju yang ia beli saat berhasil melarikan diri dari rumah.


"Apa Angel masih hidup?" tanya Harada saat mereka sudah berada didalam mobil.


"She's alive, That ***** and Himuras took her," Jawab Elisabeth yakin.


** Dia masih hidup. Jala*g itu dan Himura (maksudnya orang yang namanya Himura lebih dari dua orang gaes) membawanya pergi.


Harada merasa lega. Paling tidak Angel masih hidup. Ia akan mencari Angel bahkan diubang semut sekalipun.


*****


Semua orang sudah berkumpul di ruang kerja Madin termasuk Alana dan Richard. Hal pertama yang mereka lakukan adalah membaca hasil tes DNA pada jenazah ya g mereka temukan.


"Dari sample yang ada, tidak ada kecocokan DNA jenazah dengan Richard," Harada membacakan hasilnya.


Alana dan Richard saling berpelukan bahagia, begitu juga Madin dan Harada.


"Sekarang ceritakan apa yang terjadi," perintah Harada pada Elisabeth setelah mereka semua merasa lega.


"Hari itu Angel mendatangiku karena khawatir dengan keadaan ku. Matsu dan Hiraku melenyapkan semua peneliti yang ia bawa dari Mexico. Aku masih bisa hidup karena mereka memintaku melatih anak buah mereka. Tapi aku yakin waktu tidak banyak."


Flashback On


Sejak tadi Angel memperhatikan CCTV yang tersambung dengan televisi Elisabeth. Ia curiga dengan mobil van yang sudah beberapa kali terlihat melintasi rumah mereka.

__ADS_1


Karena merasa curiga, Angel meminta Elisabeth untuk mengemasi Barang-barangnya. Angel berencana membawa Elisabeth ke rumah Madin.


Kemudian ponsel Angel berdering, terterana nama Gadis disana. "Iya, Dis."


[Kamu lagi dimana Angel?] tanya Gadis dari seberang sana.


"Dirumah. Ada apa? Aku sedang sibuk Bisakah kita bicara lagi nanti?" Kata Angel sambil terus memperhatikan mobil van yang kini sudah berhenti didepan rumahnya.


Dilihatnya beberapa orang keluar dari van dengan senjata kemudian masuk ke rumahnya. Entah apa yang terjadi, tidak begitu terlihat karena tertutup mobil van.


[Aku mau ke rumah] jawab Gadis.


"Nanti aja kita ketemuan, yah... Aku sibuk." Angel menutup ponselnya sepihak.


"El, kita harus pergi sekarang. Cukup bawa tasmu. Pergilah! Bawa ponselku! Setelah mendapatkan tempat yang aman, hubungi Harada atau Madin. Mereka akan membantumu." Angel menyerahkan ponselnya yang sengaja tidak dia aktifkan.


Angel meminta Elisabeth untuk keluar lewat pintu belakang. "Bagaimana denganmu?" tanya Elisabeth.


"Kalau kamu selamat, mereka akan segera menyelamatkanku. Pergilah!" peringah Angel.


Angel kembali ke ruang tamu, menyelipkan GPS tracker yang ia bawa pada pakaian dalam. Setelahnya ia meletakkan kacamata yang ia bawa diatas meja agar bisa merekam apa yang terjadi.


"Gadis?" Angel terkejut melihat siapa yang berdiri di depan pintu rumah.


Gadis menerobos masuk saat Angel membukakan pintu rumah. "Bagaimana kamu bisa sampai disini? Aku tidak pernah memberitahukan padamu dimana aku tinggal," Angel mengekori Gadis yang dengan santainya masuk ke dalam rumah.


"Aku mengikutimu dan Harada," Jawabnya santai, mencari posisi nyamannya disofa. "Mana Elisabeth?" Angel mengedarkan pandangannya mencari sosok yang ia cari.


"Entahlah. Sejak tadi aku menunggunya," Dusta Angel. "Kamu mengenal Elisabeth?"


"Matsu ingin bertemu dengannya, sedangkan aku ada perlu dengan mu,"


Beberapa orang pria berpakaian hitam masuk ke dalam rumah. Menangkap Angel yang tidak sempat menyelamatkan diri.


PLAK!


Satu tamparan mendarat di pipi Angel. "Itu karena berani merebut Harada ku!" Gadis melepaskan paksa cincin pertunangan Angel. Memberikan cincin itu pada anak buahnya.


"Bawa dia!" perintah Gadis pada orang - orangnya.


Orang yang lain membuka gas Elisabeth, mengatur waktu pada korek yang sudah dirancang khusus. Meletakan jenazah seorang gadis yang memiliki postur tubuh dan rambut yang mirip dengan Angel dan kemudian memasangkan cincin pertunangan pada jari jenazah itu.


DUAARRR!!!


Elisabeth yang sedang bersembunyi tidak jauh dari rumahnya, melihat Angel di bawa masuk ke mobil van.

__ADS_1


Tubuhnya melorot ke tanah lemas saat rumahnya meledak. Tidak menyangka cintanya pada Hiraku membawanya nyaris kehilangan nyawa.


Setelah dirasa aman, Elisabeth melarikan diri. mencari rumah di daerah sepi penduduk. Menutup semua akses komunikasi. Ia sengaja mengambil uang tunai sebanyak mungkin karena takut terlacak jika menggunakan kartun debit nya.


Sampai akhirnya ia memberanikan diri menghubungi Harada.


Flashback Off


Semua mata memandang Harada. Ini menyangkut keluarganya. Jika orang lain tentu mereka tidak akan berpikir panjang untuk menghabisi orang itu.


"Aku sendiri yang akan membunuh Hiraku dan Matsu. Kalian jangan khawatir."


"Aku mendapatkan posisi dari GPS tracker Angel tapi itu seminggu yang lalu. Setelah aku selidiki posisi itu ada di rumah Gadis," Jelas Harada.


"Beri aku waktu, setelah yakin Angel ada disana, kita akan segera menyerang kesana," sambung Harada.


Semua orang setuju degan ide Harada. Elisabeth akan tinggal di rumah Madin sementara ini sampai keadaan aman.


Sementara di tempat lain, Gadis sedang sangat senang saat Matsu bercerita Harada akan mengenalkan calon istri pada kakeknya sebulan ini. Gadis sangat yakin yang dimaksud Harada adalah dirinya.


Gadis pergi ke ruang bawah tanah tempat tahanan disekap. Tidak sabar ingin membagi kabar bahagia ini pada tawanannya.


"Kamu tahu? Harada sudah benar - benar melupakan mu. Setelah membuang semua barang - barang mu, dia akan segera mengenalkanku pada keluarganya sebagai calon istri. Kamu sudah tidak mempunyai tempat lagi dihati. Angel sungguh malang nasibmu." Ejek Gadis.



.


.


.


.


.


Siap - siap buat temu kangen Angel besok yah gaes....


.


.


.


Follow IG emak @bydarl.2021

__ADS_1


__ADS_2