
...❌❌❌ WARNING! 21+ ❌❌❌❌...
Tamu semakin sedikit membuat Harada semakin senang. Tidak sabar rasanya ingin membawa Angel ke kamar. Melepas rindunya setelah tiga hari tidak bertemu.
Angel dan Harada berjalan beriringan ke kamar pengantin mereka yang ada di lantai atas sedang keluarga yang lain kembali pulang ke rumah.
"Kamu mau mandi duluan?"
"Tidak, aku akan membersihkan make up ku dulu," Jawab Angel cepat. Angel gugup. Jantungnya berdetak tiga kali lebih cepat dari biasanya.
Ia buru - buru masuk kamar mandi saat Harada keluar dengan kimono mandi. Harada duduk di pinggir ranjang, menuangkan Champagne pada kedua gelas dan menunggu Angel.
Angel keluar dari kamar mandi dengan menggunakan gaun tidur putih dengan kimono satin yang menutup tubuhnya dengan rapat.
Menerima uluran tangan suaminya dan duduk dipangkuan Harada.
"Cheers?" Harada menyerahkan segelas Champagne sambil memeluk pinggang Angel. "Untuk kebahagian kita, Nyonya Muda Ozawa."
"Untuk kebahagiaan kita." Balas Angel. Gelas berdenting, masing - masing Menyesap Champagne dari gelasnya.
"Dansa?" tawar Harada.
"Ide bagus."
Harada memilih lagu dari ponselnya. Satu lagu buang ia siapkan selama tiga hari ini. Ia menarik Angel kedalam pelukannya, memeluk pinggang Angel hingga mereka benar - benar menempel sedang Angel mengungkan tangannya di leher Harada. Mereka mulai bergerak mengikuti irama lagu romantis milik Shania Twain, From This Moment.
From this moment life has begun
From this moment you are the one
Right beside you is where I belong
From this moment on
From this moment, I have been blessed
I live only, for your happiness
__ADS_1
And for your love, I give my last breath
From this moment on
I give my hand to you with all my heart
I can't wait to live my life with you I can't wait to start
You and I will never be apart
My dreams came true because of you
From this moment, as long as I live
I will love you, I promise you this
There is nothing, I wouldn't give
From this moment on
You're the reason I believe in love
All we need is just the two of us
My dreams came true because of you
From this moment, as long as I live
I will love you, I promise you this
There is nothing, I wouldn't give
From this moment, I will love you
As long as I live from this moment on
"Aku suka lagunya." Angel bersandar pada dada bidang Harada.
Harada menaikkan dagu Angel membuat mereka bersitatap. Menatap satu sama lain dengan penuh cinta dan damba.
__ADS_1
Entah siapa yang memulai, bibir mereka saling bertautan, menimbulkan bunyi decapan yang meramaikan suasana kamar.
Harada menggendong Angel menuju ranjang panas mereka tanpa melepaskan bibir mereka yang saling bertaut.
Dengan perlahan Harada membaringkan Angel ranjang. Mengungkung Angel dibawahnya.
Bergantian Harada mencium kedua mata Angel. Memberikan kecupan dikedua pipi istrinya.
Desahan meluncur dari bibir mungil Angel tangan Harada mencapai tempat kesukaannya. Desahan yang membuat Harada semakin bersemangat, tidak ingin menghentikan apa yang sedang ia lakukan sekarang.
Harada melucuti pakaiannya dan juga pakaian Angel. Walaupun bukan pertama kalinya melihat tubuh Angel tapi baginya apa yang ada di hadapannya tidak pernah membosankan.
Jika sebelumnya Harada hanya bisa menyusuri Angel dengan tangannya, kali ia bisa menggunakan semua inderanya.
Angel mencengkram tangan Harada ketika merasakan diri pusat diri Harada yang sudah siap menyerang.
"Jangan takut, hari kita gantikan kenangan burukmu dengan kenangan indah kita berdua."
Harada kembali memberikan sentuhan agar Angel rilex. Setelah dirasanya Angel siap, Harada menghentak masuk tanpa aba-aba. Angel menggigit bibir bawahnya menahan sakit.
"Maafkan aku menyakitimu." Harada kembali menautkan bibir mereka, mengurangi rasa sakit Angel.
Kamar dipenuhi oleh suara kenikmatan kedua insan yang baru mengikat janji suci. Menyalurkan cinta yang tidak bisa diungkap oleh kata.
Harada berangsur turun dari atas Angel setelah menumpahkan bagian dari dirinya kedalam istri tubuh istri. Berharap akan tumbuh bening cinta mereka.
"Aku mencintaimu." kecupan kembali mendarat di kening Angel.
"Maaf," sahut Angel sendu.
"Kenapa?" Harada menatap Angel. Mengerti apa yang menjadi kesedihan Angel, Harada membawa Angel masuk kepelukan nya.
"Apa yang terjadi padamu dulu, tidak akan berpengaruh apapun padaku. Bagiku kamu tetap indah dan cantik. Tidak ada satu bagian dari dirimu yang rusak."
"Jangan bahas soal itu lagi. Lupakan pikiran bodoh tentang dirimu yang tidak sempurna. Karena aku mencintai mu dengan ketidak sempurnaan itu."
Angel mengeratkan pelukan nya, menangis di dada Harada. Betapa beruntungnya mendapatkan laki - laki yang mencintainya sebesar Harada.
"Aku mencintaimu, Yakuza."
__ADS_1