Istriku Bad Girl 2 (The Story Of Angel Lee)

Istriku Bad Girl 2 (The Story Of Angel Lee)
Aksi Angel


__ADS_3

Angel menggendong senjatanya di pundak, mengambil beberapa pistol lagi dari


dalam tas hitam yang ia bawa dari apartemen. Ponselnya berbunyi tepat ketika ia


akan membuka pintu rumah. ”Iya, Uwak?” ternyata Blue yang melakukan panggilan


video. Tapi bukan  wajah Blue yang


terlihat dilayar Angel, melainkan wajah suaminya.


Langkah Angel terhenti, menatap layar ponselnya dengan haru. ”Sayang...”


lirihnya.


”Cepat kembali. Bawa bajingan itu kemarkas.” Titahnya. ”Segera kembali dan


beri aku ciuman. Aku merindukanmu.” kata Harada lemah.


”Jangan harap. Kamu harus terima hukuman karena membuatku menangis.” Angel


tersenyum.


”Aku menunggu hukuman dari mu Nyonya Ozawa.” goda Harada.


”Baiklah. Aku segera kembali.” Angel menutup teleponnya. Seolah mendapatkan


semangat baru, Angel keluar dari persembunyiannya dan menghampiri Jason.


Menyusun strategi untuk untuk membebaskan Alicia dan yang lainnya. Mereka


memutuskan untuk masuk lewat belakang selagi Andy menganggu konsentrasi Matsu


karena saat ini Andy baru saja masuk ke dalam mansion.


”Berapa banyak peluru yang kamu punya?” tanya Angel pada Jason. Jason


mengeluarkan dua magazen yang belum terpakai. Kemudian melihat magazen yang


terpasang di pistol semi otomatis miliknya.


”Sekitar 50” jawabnya memasukkan kembali tempat penyimpana amunisi itu


kedalam pistolnya.


Angel menggengam pistol di kedua tanganya, berjalan memutar dengan awas


menuju bagian belakang mansion dimana biasanya para pelayan beristirahat.


Ada enam penjaga dipintu belakang yang menghubungkan paviliun pelayan

__ADS_1


dengan dapur mansion. Salah satu dari mereka melihat kedatangan Angel dan


Jason, membuat mereka berenam siaga.


Satu tembakan melesat kearah Jason, untungnya Jason masih sempat menghindar


dan bersembunyi di balik pohon. Begitu juga dengan Angel.


Keenamnya menyebar setelah memanggil bantuan dari dalam. Selangkah demi


selangkah mereka mendekati dua pohon tempat Angel dan Jason bersembunyi. Jason


memberikan kode pada Angel dengan tangannya. Ia yang akan menyerang terlebih


dahulu untuk memberikan kesempatan pada Angel menembak musuh mereka.


Jason mengintip dari balik pohon, menandai musuh yang akan ia tembak. Ia


mengangkat pistolnya dan


DOR! DOR! DOR! Ia berlari keluar dari persembunyiannya dan mulai menembaki


musuh yang ada di depannya. Angel menyusul dibelakang Jason, membelakangi Jason


menembaki musuh yang ada dibelakang.


Jason yang terlalu konsentrasi dengan musuh berjalan maju tanpa


ada beberapa yang berhasil memangkas jaraknya dengan Angel.


Angel sekarang bukan hanya menembak tapi juga harus melakukan kontak fisik


dengan musuh yang mendekat.


BRUGH! Angel memukul musuh yang ada didepannya dengan pistol yang ia


pegang. Memeluk laki-laki itu dijadikan sebagai tameng dan menembak musuh yang


ada didepannya.


Mengarahkan orang yang didepannya menghadap kekiri hingga orang itu harus


menerima peluru dari rekannya sendiri. Angel membidik musuhnya dari sisi lengan


tameng manusianya. DOR! DOR! Dia peluru bersarang pada dada musuhnya.


Angel menjaga agar tidak harus melakukan banyak tendangan dan pukulan. Ia


juga menjaga jaraknya dengan musuh agar terhidar dari kontak fisik langsung

__ADS_1


mengingat ada calon bayi yang harus ia jaga.


DOR! Musuh terakhir yang berhasil Angel tembak.


Pakain Angel sudah dihiasi oleh percikan darah tidak membuat Angel jijik.


Tanganya juga sudah merah oleh darah tamengnya yang sudah tidak bernyawa.


Ketika Angel melangkah ternyata ada yang memegang kakinya, menahan langkah


Angel. DOR! Tanpa ragu Angel menembak kepala orang itu. Pria itu meregang nyawa


seketika.


”Hey... Baby Oz, bertahan didalam sana okeh? Kita akan bertemu Appa


sebentar lagi.” Angel memegangi perutnya.


Angel yang berhasil masuk ke rumah utama melalui pintu dapur berjalan mengendap


– endap menuju ruang tengah tempat Matsu menahan keluarganya.


Angel mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan, mencari tempat yang pas


untuk dirinya.


Di ruang keluarga, sedang memprovokasi Matsu agar bertarung dengannya satu


lawan satu.


Angel memesang peredam suara pada pistolnya, mendekati musuh yang paling


dekat dengannya. Melingkarkan tangan dileher pria itu, DOR! Peluru dari pistol


yang dipegang Angel menembus punggung orang itu hingga mengenai hatinya tanpa


suara.


Dibantu oleh Jason, Angel menarik pria yang sudah tidak bernyawa itu ke


dapur.


Angel menaiki tangga dengan hati-hati tidak ingin menimbulkan suara yang


akan menarik perhatian Matsu. Mencari tempat yang pas untuk membidik Matsu.


Angel tiarap disela-sela pilar anak tangga. Mengarahkan laras panjangnya ke


arah Matsu menunggu waktu yang tepat untuk menembakan peluru pada musuh dalam

__ADS_1


selimut keluarga Ozawa.


__ADS_2