Istriku Bad Girl 2 (The Story Of Angel Lee)

Istriku Bad Girl 2 (The Story Of Angel Lee)
Revenge Of The Black Dragon


__ADS_3

Pov Author


Harada berlari menyusuri lorong rumah sakit mencari ruang operasi.


Richard dan Alana berdiri di depan kamar operasi. Richard memeluk Alana menenangkan istrinya.


Gadis duduk di kursi dengan baju berlumuran darah. Kaki Harada seketika lemas, ia menduga pasti Angel kehilangan banyak darah.


Jason yang duduk disebelah Gadis berdiri, membungkuk melihat kehadiran Harada.


"Appa, bagaimana keadaan Angel?" Harada mendekati kedua calon mertuanya.


Richard menggeleng. "Luka tusuknya cukup dalam, dokter sedang mengoperasinya."


"Maafkan aku, Appa, Eomma," Harada membungkuk.


"Sudahlah, ini bukan salahmu," Richard menepuk pundak Harada.


Harada menjauh dari kedua orang tua Angel, Jason yang melihat itu berjalan mendekati Harada.


"Maafkan aku, Harada-san. Ini akibat kelalaianku," Jason membungkuk.


"Kamu sudah mendapatkan mereka?" Tanya Harada datar tanpa ekspresi.


"Sudah." Jason kembali membungkuk.


"Pastikan mereka bersenang - senang sebelum aku memberikan hukuman untuk mereka,"


Jason kembali membungkuk. Ia paham maksud Harada dengan baik.


*****


Harada duduk disebelah bangkar Angel. Satu tangannya mengelus punggung tangan Angel dengan hati - hati. Tidak mau menyakiti tangan Angel.


Kedua telapak tangan Angel ditutup perban karena luka goresan pisau. Sebelah tangannya digunakan untuk untuk merapikan anak rambut Angel.


Mata Angel mengerjab, "Sayang..."


Pandangan Angel dipenuhi oleh Harada. "Harada," Angel mencoba memiringkan tubuhnya tapi dibatalkan, "Sssstt.."


"Ada apa? Mana yang sakit? Akan aku panggilkan perawat," Tapi langkah Harada berhenti karena mendengar suara Angel yang memanggilnya.


"Aku haus," Dengan sigap Harada membuka botol air mineral, memasukka sedotan agar lebih mudah untuk Angel saat meminumnya.


"Bagaimana Gadis?"

__ADS_1


"Dia baik - baik saja. Kamu yang menjadi target mereka," Harada kembali duduk di kursinya.


"Sepertinya mereka suruhan penggemarmu Mereka memintaku menjauhi mu,"


"Aku akan menyelidikinya," Jawab Harada.


"Kamu membuatku khawatir," kata Harada setelah keheningan menjeda mereka. Menatap wajah cantik itu lamat - lamat.


"Ish... aku tahu kamu mau menghukumku, kan? Hukuman yang menguntungkan dirimu sendiri," Cibir Angel.


"Kamu juga menikmatinya sayang," goda Harada yang membuat wajah Angel merona.


"Tidur dan cepatlah sembuh. Dua minggu lagi kita menikah," Harada membelai rambut Angel. Menikmati wajah polos Angel yang tanpa make up.


*****


"Mereka sudah di dojo, Harada - san," Jason memberikan laporan saat Harada menyuapi Angel.


"Jangan menatapnya terlalu lama," sindir Harada. Sejak tadi Angel memang menatap heran pada Jason. Jason sangat menghormati Harada, tidak seperti di kampus yang terlihat bagai saingan.


"Kalian?"


"Jangan berpikir yang aneh - aneh. Dia asisten ku karena aku jarang ke kantor, jadi aku memerintahkan nya untuk kuliah agar tidak makan gaji buta," Harada seperti bisa membaca pikiran Angel.


Setelah Alana dan Richard datang, Harada pamit undur diri, ia akan memberi pelajaran pada dua preman ingusan itu.


"Siapa lu?" salah seorang dari mereka berteriak.


Harada bergeming. Menatap dua pria di depannya secara bergantian. Tatapan tajam bak mata elang dengan kilatan kemarahan.


"Kalian merasa hebat karena sudah berhasil melumpuhkan seorang gadis?" Ejek Harada.


Kedua pria itu saling berpandangan. "Gadis yang kemarin itu? Ngapain lu ngurusin cewek murahan macam dia?" jawab salah seorang diantara mereka.


Harada menunjuk pria itu dengan pedangnya, "Lihat aja, aku akan mengawetkan lidahmu yang berani menghina tunanganku!" Raungnya.


"Pilih senjatamu, kita bertarung satu lawan satu," tantang Harada. "Jika kalian bisa mengalahkan ku, akan ku ampuni nyawa kalian,"


Si laki - laki mengambil pisau dari deretan senjata yang disiapkan Harada. Memutar - mutar pisau itu ditangannya.


Di menyerang langsung pada Harada menghunuskan pisau yang dipegangnya mencoba mengenai perut, tapi Harada berhasil menghindar, dan --


Spash!


Harada memotong tangan pria itu tepat di pergelangan tangan. Tangan itu terjatuh bersama dengan pisau yang dipegangnya.

__ADS_1


"Aaaahhhh!" Teriaknya sambil memegangi tanganya yang baru terpotong.



Harada mengambil pisau yang ada di potongan tangan dilantai. Mendekati pria yang masih berteriak kesakitan...


Sreettt!!!


Memotong lidah laki - laki itu. "Awetkan!" titahnya pada Jason sambil melempar potongan lidah.


Laki - laki itu hanya bisa menangis sambil menahan sakit.


JLEB!


Harada menusukkan katana miliknya tepat di jantung laki - laki itu. "Berikan pada Dora!"


Harada mendekati seorang lagi yang gemetar ketakutan. "Siapa yang memerintahkan kalian?" Tanya Harada dengan suara datar rapi menakutkan.


"Katakan padaku mungkin aku akan mempertimbangkan untuk membiarkan mu hidup,"


"Matsu, Matsu Himura. Dia bilang kami boleh menikmati gadis itu, tapi ternyata dia cukup tangguh," jawabnya sambil gemetar.


"Aku tidak pernah melawan orang yang tidak bersenjata," Harada siap melangkah pergi. "Tapi Boots pasti senang menikmatimu," Tambahnya lagi sebelum benar - benar pergi.


Harada mengendari mobilnya menuju perusahaan Ozawa. Untung saja berita penyerangan Angel belum tersebar di keluarganya. Matsu pasti sudah melenyapkan seluruh buktinya jika berita Angel selamat sampai di telinganya.


Harada memarkir mobilnya dengan sembarang. Turun sambil membawa Black Dragon Katana miliknya.



Suasana mencekam muncul begitu Harada memasuki lobi kantor. Berjalan dengan gagah menuju ruang kerja Matsu.


Sreett, ia mengeluarkan pedang dari sarungnya, menendang pintu ruangan Matsu, setengah berlari, melompati meja kerja Matsu dan menusukkan pedang pada pundak sepupu tirinya itu


Matsu yang mendapatkan serangan tiba - tiba tidak bisa menghidar, hanya memegangi pedang Harada agar tidak menusuknya lebih dalam membuat tangannya berdarah.


"Sekali lagi kamu mengusik Angel, pedang ini pasti akan memisahkan kepala dari tubuhmu!" Harada mendorong pedang nya agar menusuk lebih dalam, membuat Matsu ikut terdorong dan menempel pada tembok.


"Ha... Harada - san!" katanya terbata - bata.


"Kamu tahu benar aku selalu bersungguh - sungguh jadi jangan menguji kesabaran ku!" Harada kembali mendorong pedangnya.


"HARADA!" suara Andy membuyarkan perhatian Harada. Ia mencabut pedangnya dengan cepat hingga darah Matsu menciprat kemana - mana.


Harada membersihkan darah di pedangnya pada lengan bajunya, menyarungkan kembali Black Dragon miliknya. "Jangan katakan apapun pada kakek. Karena aku sendiri yang akan membunuhnya," kata Harada dengan tajam kemudian pergi meninggalkan Matsu dan Andy.

__ADS_1


sudah follow IG emak belum, nyokk follow ketemu di IG @bydarl.2021


__ADS_2