
"Angel?" Angel dan Harada juga kedua orang tua Angel menoleh ke sumber suara.
Seorang pria Korea mendekati meja mereka. Mereka sedang makan malam di sebuah restoran di daerah Gangnam Gu, Seoul.
Pria berkulit putih berwajah mkhas boyband? Korea melambaikan tangannya.
Ia membungkuk memberi salam pada Richard dan Alana. "Hai... sudah lama kita tidak bertemu," sapanya dengan bahasa Korea yang sialnya hanya Harada yang tidak mengerti.
"Dae-Ho?" Angel mengenal laki-laki itu membuat Harada semakin waspada.
Lelaki itu tanpa diminta duduk dikursi yanga ada didepan Angel. Menatap Angel dengan penuh cinta. Harada yang melihat itu melingkarkan tangannya dipundak strinya. Memberikan kecupan singkat dipipi Angel, ingin menunjukkan Angel adalah miliknya. "Sayang, siapa dia?" bisik Harada ditelinga istrinya. Wajahnya sangat dekat dengan Angel.
Dae-Ho terkejut melihat itu karena setahunya Angel tidak pernah dekat dengan laki-laki. Tetapi dengan cepat Dae-Ho menguasai dirinya lagi.
Alana yang melihat itu hanya menggelengkan kepala. Ternyata Harada sama saja mertuanya.
"Oh... Dae-Ho kenalkan ini suamiku. Harada Ozawa. Sayang, kenalkan ini teman kuliahku disini. Bong Dae-Ho" Angel memperkenalkan suami. Harada tersenyum sumringah mendengar Angel memanggilnya sayang didepan laki-laki lain.
"Husband?" Dae-Ho meyakinkan. Bahkan ia menggunakan bahasa Inggris agar Harada mengerti.
__ADS_1
"Yes." Harada kembali mengecup pipi istrinya.
"Oh Tuhan..." keluh Alana. Dia tidak habis pikir. Kenapa ia dikelilingi oleh laki-laki pencemburu seperti Richard dan Harada.
Angel sendiri sebenarnya kesal dengan tingkah suaminya yang berlebihan. Tetapi ia menahan dirinya agar tidak marah pada Harada di depan teman dan lekuarganya.
"Wah ternyata aku terlambat." kata Dae-Ho terus terang. Baik Harada dan Angel sama-sama terkejut dengan pernyataan Dae-Ho.
"Apa maksudmu." Tanya Angel.
Richard menegakkan duduknya. Tontonan ini semakin seru. Begitu juga Alana, ia sudah bersiap menenangkan menantunya.
Angel terngaga. Ia memang menyukai Dae-Ho tetapi karena rasa takutnya ia tidak berani mendekati teman kampusnya itu. Dae-Ho juga salah satu alasannya pindah ke Indonesia untuk menghilangkan rasa trumannya agar bisa lebih dekat dengan Dae-Ho.
"Maafkan aku." lirih Angel.
"Maaf? Untuk apa kamu minta maaf padanya sayang? Apa kesalahanmu? Apa yang tidak aku ketahui?" Harada tidak terima. Kata-kata Angel membuatnya merasa Angel menyesal jatuh cinta padanya.
Menyadari suaminya sudah salah sangka, Angel menggengam tangan Harada. Memberikan senyuman penuh cinta pada suaminya. "Maaf Dae-Ho, aku tidak bisa membalas perasaanmu. Aku sangat mencintai suamiku. Aku sangat beruntung mendapatkan cintanya yang membawaku keluar dari lubang hitam masa laluku."
__ADS_1
"Aku bisa melihat dia sangat mencintaimu. Lihatlah! Dia seperti ingin menerkamku karena cemburu." Angel, Richard dan Alana tergelak. Sedangkan Harada terlihat tidak mengerti dengan yang Dae-Ho katakan karena Dae-Ho menggunakan bahasa Korea.
Dae-Ho berdiri dari duduknya. Membungkkan badan memberi hormat. "Angel, don't forget. I'll see you tomoorrow?" katanya lagi memanas-manasi Harada. Melihat wajah Harada yang memerah, ia berlalu sambil tertawa.
"Hei!" teriak Harada hendak menyusul Dae-Ho tetapi tangannya ditahan oleh Angel. "Sayang apa maksudnya? Kalian akan bertemu besok?"
"Ayo makan." Angel menyodorkan piring pada Harada tanpa menjawab pertanyaan Harada.
Harada semakin kesal dibuatnya. "Sayang... Bagaimana mungkin kamu bertemu dengan lelaki lain sementara kamu sudah menikah?" Harada tidak mau menyentuh piringnya.
Richard tergelak di kursinya. Begitu juga Alana yang terkekeh dan menyantap makanannya dengan tenang.
"Ada apa? Kenapa kalian santai sekali? Seharusnya kalian menasihati Angel bukan?"
"Aku harusnya mengisi kepalamu dengan es batu agar bisa berpikir dengan kepala dingin." ejek Richard.
"Eomma dengar itu? Lakukan itu pada Appa jika Appa menjadi gila karena cemburu." balas Angel yang disambut anggukan kepala oleh Angel.
Harada semakin tidak mengerti. "Sayang, apa aku melewatkan sesuatu?" tanya Harus
__ADS_1