Istriku Bad Girl 2 (The Story Of Angel Lee)

Istriku Bad Girl 2 (The Story Of Angel Lee)
Aku Mencintaimu


__ADS_3

Harada membawa Angel ke mobil, membantunya berbaring dengan posisi miring. Setelah dirasa Angel nyaman, Harada kembali ke dalam rumah. Mengikat Gadis dan memanggulnya dipundak.


"Harada ada apa ini? Lepaskan aku!" Gadis yang sudah sadar meronta - ronta.


Harada melemparnya ke tanah, membuka bagasi mobilnya.


"Harada bukankah kamu mencintaiku? Kenapa kamu melakukan ini?" Gadis terisak.


"Aku tidak pernah mengatakannya. Kamu yang menyimpulkannya sendiri." Harada masukkan Gadis ke bagasi mobil, menutup kapnya dengan kasar.


"Kamu baik -baik saja?" tanya Harada pada Angel setelah ia duduk dibelakang kemudi.


"Aku lapar. Aku mau soto buatan Eomma," sahut Angel lemah.


"Tentu sayang, kamu akan mendapatkannya,"


Harada melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Tujuannya adalah rumah sakit terdekat.


Harada kembali mengedong Angel, membawanya ke UGD dan menengkurapkan Angel di bangkar.


Darahnya mendidih melihat luka goresan yang memenuhi punggung Angel.


"Aku akan menghubungi Eomma dan Appa. Aku tinggal sebentar, ya?" Harada mencium kening Angel. Antara sadar dan tidak Angel tersenyum pada Harada.


Orang pertama yang Harada hubungi adalah Alana. Alana histeris bahagia karena Angel ditemukan segera bersiap untuk pergi ke rumah sakit.


Orang kedua yang Harada hubungi adalah Blue, meminta beberapa orang untuk datang ke rumah sakit untuk membawa Gadis ke markas dan menjaga keamanan Angel.


Terakhir ia menghubungi Andy. Meminta sepupunya untuk mengawasi gerak gerik Hiraku dan Matsu. Jangan sampai kehilangan jejak mereka.


Saat Harada kembali ke UGD infus sudah tertancap dilengan Angel, posisinya masih tengkurap karena dokter masih mengobati luka - luka di punggungnya.


"Bagaimana keadaan tunangan saya, dok?" Harada mendekati dokter yang sedang menangani Angel.


"Dehirasi sedang kami bantu dengan infus. Ada beberapa luka yang infeksi, kami akan menjahit luka yang dalam dan memberikan antibiotik. Selebihnya tidak ada yang mengkhawatirkan," Harada mengangguk paham.


Saat Alana datang, dokter sudah selesai dengan luka dipunggung Angel.


Alana berlinang air mata melihat keadaan putrinya. Lemah dan kotor. Perlahan Alana membelai tangan Angel yang bebas dari jarum infus.


"Eomma..." Angel melenguh.


"Sayang, Angel kamu sudah bangun?" Alana memberikan senyuman terbaik nya untuk menyambut Angel.


"Mana sotoku?" Alana mengerutkan keningnya mendengar pertanyaan Angel. Sedang Harada menepuk keningnya, ia sungguh lupa.


"Apa yakuza ku tidak mengatakan pada Eomma aku ingin soto buatan Eomma?" tiga pasang mata mengarah pada Harada.


"Sayang, kamu belum boleh makan berbumbu. Perutmu belum sehat," dusta Harada.

__ADS_1


"Benarkah? Bukan karena kamu lupa?" Tebak Angel.


"Itu juga," Jawab Harada tidak bisa mengelak. Harada mendekatkan wajahnya pada kepala Angel tapi Angel menghindar.


"Apa yang mau kamu lakukan?" tanyanya.


"Menciummu apalagi?" sahut Harada kesal karena Angel menghindar.


"Aku masih kotor dan bau,"


"Aku tidak perduli," Harada mencium pucuk kepala Angel. "Aku sudah menciummu sejak tadi. Apa kamu lupa?" Harada tidak memperdulikan Alana dan Richard yang mendengar pembicaraan mereka. Tapi tidak dengan Angel. Wajahnya merona.


"Sepertinya aku akan segera punya cucu," Sindir Alana.


"Eomma mau berapa? 3, 5, 7" Harada menimpali Alana.


"Siapa yang bilang aku mau punya anak denganmu?" pertanyaan Angel diikuti gelak tawa Alana dan Richard.


"Kamu harus mau sayang. Dan kita akan membuatnya setiap hari --"


PLAK! Richard memukul kepala Harada dengan tangannya. "Lihat situasi, bung!" Giliran Alana dan Angel yang tergelak.


*****


"Biar Eomma yang melakukannya," renggek Angel saat Harada memaksa membersihkan tubuh Angel.



"Aku tidak mau Eomma melihat luka di punggung mu. Aku hanya membersihkan mu, aku janji," Harada mengangkat tangan dengan dua jari keatas.


"Modus!"


"Mau lakukan disini atau dikamar mandi?" Tanya Harada sambil lalu. Ia membongkar tas yang dibawa Alana dan Richard, menyiapkan pakaian Angel.


"Kamar mandi. Aku ingin keramas," Sahut Angel yang secara tidak langsung menyetujui permintaan Harada.


Harada ke kamar mandi dengan membawa pakaian ganti Angel, mengisi ember dengan air hangat. Setelah siap Harada mendekati Angel.


"Ayo," Tanpa ragu, tanpa jijik Harada menggendong Angel ke kamar mandi. Mendudukan gadis itu diatas toilet, sedang Harada sendiri duduk dibangku.


Dengan perlahan Harada membuka kimono pasien berwarna biru muda yang dipakaikan saat di UGD. Melepaskan pengait setelah itu membuka satu - satunya kain yang menempel di tubuh Angel.


"Harada," Angel memalingkan wajahnya yang sudah merah seperti kepiting rebus.


"Aku tidak akan melakukan apapun. Hanya membersihkan mu," Jawabnya sambil berusah terus bernormalkan jantungnya yang seakan ingin melompat keluar.


Ia laki-laki normal yang tentu tertarik dengan pemandangan indah seperti ini.


Harada membasahi waslap dengan air hangat, mulai menggosok tubuh Angel. Senti demi senti.

__ADS_1


"Aku harus bekerja keras untuk membuat ini lebih berisi," goda Harada saat menggosok bukit kembar Angel.


"Tidak perlu repot - repot Tuan Ozawa!" Balas Angel sambil cemberut. "Aku bahagia dengan apa yang aku miliki,"



Harada menarik dagu Angel, membenamkan bibirnya pada bibir mungil Angel yang sangat ia rindukan. Menyesap bibir atas dan bawah Angel bergantian, kemudian menggigit lembut bibir Angel.


Angel yang juga merindukan pria gondrongnya, membiarkan Harada menjelajahi rongga mulutnya.


Mereka saling memanggut bertukar saliva menyalurkan kerinduan masing - masing.


Harada mengurai ciumannya, menempelkan dahinya pada dahi Angel.


"Aku sangat merindukanmu. Aku hampir gila karena kehilanganmu," lirih Harada yang masih terengah.


"Aku tahu kamu pasti akan menemukan ku," Angel tersenyum membelai pipi Harada dengan tangannya.


TOK! TOK! TOK!


Suara ketukan pintu mengagetkan dua insan yang sedang melepas rindu. "Shit, menganggu saja!"


"JANGAN MACAM - MACAM! PUTRIKU SEDANG SAKIT!" terdengar suara teriakan Richard dari luar sana membuat keduanya tergelak.


"PUTRIMU MENIKMATINYA APPA." Harada membalas. Kemudian menggosok lengannya yang dipukul oleh Angel.


"Aku mencintaimu," Harada mengecup bibir Angel dengan gemas.


"Aku juga," Kebahagian jelas terpancar dan senyuman Angel.


***like


komen


gift


vote!!!!


gas keun!!!!


.


.


.


.


follow @bydarl.2021***

__ADS_1


__ADS_2