
...❌❌❌ WARNING!!! ❌❌❌...
...❌❌❌SKIP KALAU GAK KUAT❌❌❌...
Madin menatap Hiraku dengan tajam. Tatapan penuh dendam dan kebencian. "Angel, naiklah. Tunggu kakek diatas."
"Tidak, kek. Angel mau melihat orang ini dihukum oleh dewa kematian sendiri," Angel bersidekap menunggu apa yang akan kakeknya lakukan pada Hiraku.
"Kamu tahu Madin, kita bisa saja bekerja sama Kuroi Kage dan Gustav. Kita bisa menjadi penguasa bersama," Hiraku mencoba bernegosiasi.
"Kamu tahu apa bedanya Kuroi Kage dan Gustav?" Madin melempas jas nya ke sembarang arah. Menggulung kemejanya hingga sebatas siku.
"Kami, Gustav membersihkan sampah yang dibuat oleh kempok seperti kelompokmu." BUGH! Madin melayangkan satu pukulan ke wajah Hiraku hingga pelipisnya mengeluarkan darah.
"Tidak buruk untuk orang tua sepertimu," ejek Hiraku. "Kamu tahu, Gustav aku bahkan masih mengingat bagaimana rasa cucumu. Merasakan kesuciannya membuatku ke ---" belum sempat Hiraku menyelesaikan kata - katanya Madin sudah melayangkan satu lagi tinjuan ke perut Hiraku.
"Cucu mu selalu menjadi fant ---- " Madin menghujamkan pukulan pada Hiraku.
Hiraku memuntahkan darah setelah menerima entah berapa pukulan dari Madin.
"Kamu tahu apa yang aku lakukan pada Wong?" Madin menjeda kata - katanya seolah memberi waktu pada Hiraku untuk menjawab pertanyaannya.
"Tidak? Well sebenarnya Richard yang mengeksekusinya. Kami memberikan obat dosis tinggi dan memanggil seorang wanita untuk membantunya, tapi sebelum Wong menuntaskan nya Richard memotong habis kebanggannya itu," Madin terkekeh.
__ADS_1
"Tenang saja, aku tidak akan melakukan itu padamu. Terlalu mudah."
"Kamu pernah dengar Garrotte?" tanya Madin sambil memerintahkan anak buahnya untuk menyiapkan alat untuk menyiksa Hiraku. "Tidak? Jangan khawatir aku akan menunjukkannya padamu."
Tak lama anak buah Madin datang dengan membawa balok baku yang sangat tebal hingga membutuhkan empat orang untuk mengangkatnya.
Satu sisi terpasang kalung dari tali tambang sisi yang lain berisi tuas seperti setir mobil. Anak buah Madin meletakkan balok kayu itu di belakang Hiraku, mengalungkan tali tambang di leher pria tua itu. Dibagian lain, tali itu tersambung pada tuas di belakang balok.
"Hukuman ini di terapkan di Spayol tahun 1822, dan kini aku akan melakukannya pada mu,"
Anak buah Madin mulai memutar tuas yang ada di belakang balok, hingga tali tambang semakin kencang mencekik leher Hiraku.
Hiraku mulai kesulitan bernapas, berusaha melonggatkan tali yang membelit lehernya tapi percuma, kedua orang dibelakangnya menahan tuas dengan kuat.
Perlahan mencongkel bola mata Hiraku, tidak hanya satu tapi kedua matanya. Hiraku sudah tidak sanggup berteriak karena lehernya tercekik. Sedang Angel mengalihkan pandangannya.
"Dora akan sangat menyukai cemilan ini," Madin memberikan kedua buah bola putih itu pada anak buahnya.
"Bagaimana rasanya berada di ujung kematian tapi napas dan jantung belum juga berhenti berdetak? Kamu berharap untuk mati saat ini juga? Tidak semudah itu."
Anak buah Madin kembali datang dengan membawa sebuah peti besar dan juga beberapa ember yang berisi serangga paling beracun dan mematikan.
"Aku suka sekali film The Mummy, kamu tahu saat mereka memasukkan serangga untuk memakan organ dalam si calon mumi?" tanya Madin. "Itu yang akan terjadi padamu."
Anak buah Madin melepaskan cekikan leher Hiraku. Melepaskan rantai yang mengikat kakinya dan memasukkan Hiraku ke dalam peti.
__ADS_1
Hiraku yang sudah tidak bisa melawan hanya pasrah menerima nasibnya dan berdoa ia segera mati agar tidak perlu tersiksa lebih lama lagi.
"Aku berbaik hati tidak akan membiarkan mu sendirian didalam sini."
Anak buah Madin menuangkan lima ember serangga beracun kedalam peti Hiraku dan menutup peti itu. Dari luar bisa terdengar jerit kesakitan Hiraku.
"Kuburkan dia," titah Madin pada anak buahnya mengubur Hiraku hidup - hidup membiarkan Hiraku mati perlahan karena sengatan dan gigitan serangga.
"Kakek kamu sungguh menakutkan. Kamu tidak seperti dirimu yang aku kenal."
Madin terkekeh. "Aku bisa menjadi malaikat dan pencabut nyawa sekaligus demi keluargaku."
.
.
.
.
.
.
follow IG emak jangan lupa yah @bydarl.2021
__ADS_1