Istriku Bad Girl 2 (The Story Of Angel Lee)

Istriku Bad Girl 2 (The Story Of Angel Lee)
Daddy Wanna Be


__ADS_3

Angel kembali ke rumah sakit


untuk menemui suaminya menjelang malam. ”Kalian sudah kembali?” Harada menyambut Angel dan Andy dari ranjangnya.


“Kemarilah.” Harada merentangkan tangannya, meminta Angel masuk ke dalam


pelukannya.


”Aku juga butuh pelukan,” sahut Andy mendaratkan bokong pada sofa yang


terletak disisi lain kamar.


”Biar aku memeluk Andy, sayang. Dia sedang membutuhkan dukungan,” kata


Angel dalam pelukan Harada.


”Jangan macam – macam sayang!” Harada mengurai


pelukan mereka. Membelai rambut hitam Angel dengan lembut. Ingin sekali ia


mencium istrinya tapi Harada menahan diri. Tidak ingin sepupunya semakin


bersedih.


“Aku akan ke Jepang.” Andy menatap entah


kemana.


“Pergilah. Obati luka hatimu setelah itu


segeralah kembali. Aku tidak


mau berurusan dengan kertas – kertas yang ada di kantor.” Angel memukul lengan


suaminya.


”Pergilah, An. Nikmati waktumu. Jangan dengarkan Harada.” Angel memberikan


tatapan tajamnya ketika melihat Harada yang akan membalas kata – katanya.


”Baiklah. Nyonya besar sudah memberi titah.” Harada mendesahkan napasnya


pasrah. ”Pergilah selama yang kamu inginkan.”


”Jangan lupa transfer gajiku.” Andy bangkit dari duduknya. ”Ingatkan aku


mentraktirmu sake, kakak ipar. Aku masih masih berhutang padamu.” Andy


melangkah keluar kamar Harada.


”Aku akan mandi dulu,” Angel meninggalkan Harada sendirian. Harada tidak


mencegah dan bertanya lebih banyak.


*****


”Sudah lebih baik?” Angel keluar dari kamar mandi dengan wajah lebih segar


walaupun matanya merah karena menangis. ”Kenapa menangis sendirian, hum?”


Mata merah dan bengkak Angel membuat Harada tahu istriya habis menangis.


”Sudah lebih baik?” Angel yang duduk di kursi, membaringkan kepalanya di


ranjang Harada. ”Jadi katakan kenapa kamu menangis?”


”Aku pikir aku sudah berdamai dengan masa lalu ku, Sayang. Ternyata aku masih menangis saat mengingat

__ADS_1


kejadian itu.”


”Apa yang kamu alami tidak mudah dilupakan, sayang. Terlalu menyakitkan. Bahkan aku yang hanya mendengar cerita itu


tidak akan mudah merima itu. Tapi semua sudah berlalu bukan? Alfa sudah


menghukum orang itu. Kamu sudah memiliki hidup yang baik sekarang. Aku akan


selalu berusaha membahagiakan mu.”


Angel tersenyum. Benar apa yang Harada katakan. Kelam hidupnya sudah


berganti dengan kebahagiaan. ”Katakan apa yang Alfa lakukan padanya?” Harada


bahkan tidak mau menyebut nama Hiraku.


”Memasukkannya ke dalam peti bersama serangga beracun dan menguburnya


hidup-hidup.” Angel bergidik ngeri.


”Alfa ingin membunuhnya perlahan.” Harada menggangukkan kepalanya. ”Kamu


tahu beberapa bisa serangga sangat mematikan dan membuatmu meregang nyawa


dengan sangat menyakitkan. Apa Alfa memasukkan black widow?”


”Entahlah sayang, aku tidak melihatnya. Yang pasti teriakannya terdengar


hingga keluar peti.” Angel menggosok lengannya. Bulu roma nya berdiri


membayangkan apa yang terjadi didalam peti mati itu. ”Sudahlah jangan bahas itu


lagi. Bisa-bisa aku tidak bisa tidur.” keluhnya sambil mengelus perut.


”Ada apa? Kamu lapar?” Harada sangat memperhatikan Angel. Gerak sekecil


”Eemm...” Angel mengerucutkan bibirnya. ”Aku ingin sesuatu yang segar dan


asam.”


Harada mengerutkan alisnya. ”Bukankah kamu lebih suka yang manis?”


Angel menggeleng. ”Tidak, kali ini aku ingin


yang asam. Ricotta mousse


dengan krim strawberi.”


”Kamu yakin? Tidak


ingin memesan yang lain?” Angel menggeleng. ”Hubungi Jason. Minta dia


mencarikannya untukmu.”


Angel melakukan apa yang Harada perintahkan


dengan menambahkan beberapa perintah lagi untuk memberi kejutan pada suaminya.


Jason datang dua jam kemudian membawa satu


kardus ricotta mousse dengan berbagai rasa. ”Ini pesananmu,” ia menyerahkan


kotak yang berisi enam macam rasa ricotta mousse.


”Sayang, kamu akan makan sebanyak itu?” Harada terkejut Angel membeli


banyak dessert dari keju.

__ADS_1


”Tidak. Kita yang akan makan ini semua.” Angel mengeluarkan satu toples kecil dan


memberikannya pada Harada.


”Baiklah silahkan nikmati keju kalian.” Jason hendak berpamitan. ”Selamat,


bos.” katanya sembari menepuk pelan pundak Harada.


”Selamat untuk apa?”


”Selamat menikmati dessertmu,” dustanya.


Angel duduk disebelah Harada. Membantu suaminya membuka tutup toples yang


sebenarnya sangat mudah untuk dibuka. ”Ayo makan,” Angel memasukkan suapan


pertamannya begitu juga Harada.


Disuapan kelima Harada merasa ada yang aneh. Dia melihat sesuatu yang aneh


disendoknya. Dengan tangan yang lain ia menarik keluar benda yang tersembunyi


di dalam kejunya. ”Sayang hentikan makanmu. Toko kue ini tidak higienis. Lihat


apa yang ada di dalam mousse ku.” sebuah sedotan kecil,


Harada mengintip lubang sedotan dan melihat ada sesuatu di dalamnya. Dengan


ujung kukunya ia mendorong kertas yang ada didalam sedotan itu kemudian membuka


gulungan kertas.


”Bayi?” Harada menatap Angel sejenak. Pandangannya beralih pada tangan


Angel yang sedang meraba perutnya. ”Sayang?”


Angel tersenyum sambil menaik – naikkan alisnya. ”Kemarilah!” Harada


menarik tangan Angel hingga istrinya berpindah tempat keatas ranjang. ”Katakan!”


Angel mendekatkan bibirnya pada telinga Harada dan berbisik, ”Hi... Daddy.”


kemudian mengecup pipi Harada.


”Kamu hamil? Kamu benar hamil?” Harada tidak bisa menyembunyikan


kebahagiannya. Jika saja dia tidak sedang berbaring, ia pasti sudah melompat


kegirangan.


Harada menarik tengkuk Angel dan membenamkan ciuman pada istrinya. Harada


meraba perut Angel, ”Hai...” sapanya pada calon anaknya.


”Tunggu, kamu menyerang mansion saat sedang hamil?!” Kini tatapannya


beralih pada Angel. ”Sayang kenapa kamu lakukan itu? Bagaimana bila terjadi


sesuatu pada anak kita?” renggeknya. ”Besok lakukan pemeriksaan. Aku mau


pastikan anak kita baik-baik saja.”


Angel memeluk lengan suaminya. ”Keluarga yang utama. Biarkan anak kita


belajar untuk melindungi keluarganya.”


”Jangan lakukan lagi. Aku tidak mengijinkannya. Jika sesuatu terjadui

__ADS_1


padamu atau pada anak kita, aku tidak akan sanggup bertahan.” katanya sembari mengecup pucuk kepala Angel yang sedang bersandar dipundaknya.


__ADS_2